I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Perjalanan Pulang



Setelah perjalanan menghabiskan waktu satu jam setengah akhirnya mobil yang di kendarai oleh Dimitri dan Aresta sudah sampai di bandara.


Dimitri membantu Aresta untuk keluar dari mobil mengingat bahwa sekarang kondisinya belum terlalu sehat. Itu membuat Dimitri ingin mengundur kepulangannya. Tapi sayangnya itu tidak mungkin mengetahui bahwa hampir satu bulan Dimitri meninggalkan pekerjaannya sebagai pemimpin negara. Ada rakyat yang harus di urus.


" Apa kau masih kuat untuk berjalan atau aku bisa gendong?" tanya Dimitri berbisik di telinga Aresta.


Aresta wajahnya merona ketika merasakan deru nafas Dimitri di telinganya.


" Tidak saya masih bisa berjalan sendiri." ucap Aresta menjawab dengan suara pelan.


Ketika Aresta mau berjalan tiba-tiba saja tubuhnya limbung jika saja Dimitri tidak memegang pinggangnya. Sebelum kemudian mengangkatnya masuk ke dalam pesawat.


Wajah Aresta semakin memerah ketika posisi nya begitu dekat dengan Dimitri. Apalagi ia bisa melihat pengawal-pengawal Dimitri terkejut dengan sikap majikannya. Langsung saja Aresta menyembunyikan wajahnya di dalam dada bidang Dimitri dengan kedua tangan nya memeluk leher nya.


Dimitri melihat sikap malu-malu Aresta tertawa pelan.


" Selamat datang, Yang Mulia." ucap seorang pramugari sambil membungkuk hormat kepada Dimitri.


Dimitri hanya mengacuhkannya sambil membawa Aresta untuk duduk di sampingnya. Kemudian Dimitri melihat ke arah Silas yang asik membaca.


" Sepertinya Silas sangat menikmati waktu membaca." ucap Dimitri kepada puteranya yang belum menyadari kedatangan mereka.


Silas yang mendengar suara seseorang langsung menurunkan sedikit buku di wajahnya.


" Hallo Father." ucap Silas menyapa singkat Dimitri sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Mother nya yang sepertinya sedang tertidur.


" Mother sepertinya tertidur mengapa Father tidak membawanya ke kamar?" tanya Silas dengan datar.


Dimitri mendengarnya mengangkat alisnya sebelum melihat ke arah Aresta yang tampaknya tertidur saat di gendong olehnya.


Sampai di sana Dimitri menurunkan tubuh Aresta perlahan-lahan sebelum kemudian menyelimutinya. Pandangan Dimitri tertuju ke arah bibir merah ranum milik Aresta seakan mengundang nya untuk menyicipi nya. Benar saja setelah itu Dimitri memberikan ciuman buas kepada Aresta.


Di rasa sudah cukup Dimitri mengangkat kembali wajahnya memberikan senyum lembut melihat Aresta yang masih tertidur pulas.


" Mimpi indah sayang ku." ucap Dimitri sebelum kemudian keluar dari kamarnya.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Ibu Ratu Emily sedang memeriksa pekerjaan Dimitri yang masih ada di atas meja.


Tiba-tiba saja pintu ruangan di ketuk sebelum kemudian ada seorang wanita paruh baya masuk dengan mengenakan gaun biru tua panjang.


" Yang Mulia ibu ratu." ucap wanita tua itu menundukkan kepalanya.


Ibu Ratu Emily menghentikan pekerjaannya dan melihat ke arah wanita itu.


" Jadi ada kabar apa kau sampai datang kemari?" tanya Ibu Ratu Emily sambil tersenyum angkuh.


" Maaf, Yang Mulia. saya mendapatkan kabar bahwa Raja Dimitri akan sedang menuju kemari." ucap wanita tua itu memberitahu kabar kembalinya Raja Dimitri.


Ibu Ratu Emily yang meskipun hubungan dengan puteranya sedang memburuk. Tidak bisa di pungkiri bahwa dirinya merasa senang dengan kembalinya puteranya.


" Wah..itu kabar baik kita harus segera menyiapkan penyambutan nya." ucap Ibu Ratu Emily dengan gembira.


" Tapi, Yang Mulia ibu Ratu. Raja tidak sendiri.....


Countine...