I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Kau Menyayangiku Sebagai Putera Atau Alat



Itu tidak penting sekarang karena tujuan saya ke sini adalah menemukan David dengan seseorang." ucap nya dengan tenang.


Aresta dan David saling melirik bingung sebelum tiba-tiba saja ada seorang datang dari arah pintu. Bertapa terkejutnya bahwa orang yang datang ternyata Catherine mantan tunangannya.


" Selamat pagi semuanya dan Lady saya senang bisa berjumpa dengan anda setelah sekian lama." ucap Catherine yang menyapa ramah ibu David.


" Akhirnya kau datang juga Catherine dan aku senang melihat kau tetap mempertahankan sikap anggun mu. Tidak seperti dia." ucap nya yang terang-terangan menyindir Aresta.


Aresta yang mendengarnya menundukkan kepalanya memang sejak awal wanita ini adalah satu-satunya menentang pernikahannya dengan David. Aresta juga terkadang lebih menyukai ibu tiri David yang di kenal ramah dan baik. Tidak seperti ibu kandung David yang memiliki sifat sosialitas tinggi dan sombong.


Catherine di sisi lain merasa senang karena mendapatkan pujian dan diam-diam melirik Aresta dengan angkuh.


" Tentu saja kita harus mempertahankan sikap bangsawan kita." ucap Catherine sambil mengangkat kepalanya dengan pelan.


Sedangkan Silas yang memperhatikan mereka sejak tadi dari lantai dua menatap angkuh Countess Vicon salah satu jejeran orang yang setia terhadap Julia yang merupakan Ratu dulunya. Silas sama sekali tidak menyukainya dan menurut nya sikapnya selama ini hanya topeng untuk menutup semua kejahatannya.


Bahkan Silas masih mengingat kejahatan dari wanita itu di masa lalu. Silas sekarang masih tidak menyangka bahwa wanita sombong itu bisa mempunyai seorang putera sudah ia anggap sebagai pahlawan.


" Aku harus membuat rencana." ucap Silas sambil bersmirk.


David yang tidak terima isterinya di bandingkan oleh ibu nya sendiri langsung marah.


" ANDA SEHARUSNYA TIDAK BOLEH MENGHINA ISTERIKU. DIA ADALAH WANITA YANG AKU CINTAI SELAIN IBU TIA DAN KAU. JADI TIDAK ADA ALASAN KAU MENGHINANYA." ucap David yang berteriak mengomeli Ibunya.


" Sudah saya duga kau mirip sekali dengan ayah mu yang bersikap lemah. Mementingkan cinta daripada kekuasaan. Saya sangat malu mempunyai putera seperti mu." ucap nya yang masih bersikap tenang.


Tentu saja ucapan tersebut membuat semua orang yang berada di ruangan terkejut. Termasuk Aresta yang sama sekali tidak menyangka bahwa ibu mertua nya berani merendahkan anak kandungnya sendiri.


Sedangkan David sendiri hanya melotot menatap ibunya. Dirinya sama sekali sudah tahu bahwa ibunya tidak terlalu menyukainya. Karena dirinya di besarkan oleh ayahnya yang dulu bekerja sebagai tentara biasa berpangkat rendah sebelum akhirnya keluar untuk menjadi pebisnis.


" Cih...aku yang bersyukur memiliki seorang ayah yang selalu memperhatikan ku dan membesarkan diriku dengan baik. Ibu tiriku juga adalah ibu yang terbaik sedunia selalu memperhatikan anak-anak nya meskipun aku sendiri bukan anak kandungnya." ucap David yang berbicara datar.


Membuat Countess dan Catherine terkejut karena selama ini David jarang menunjukkan sikap datar nya.


" Sekarang satu pertanyaan apa kau menyayangiku sebagai puteramu atau sebagai alat untuk mencapai semua kekuasaan mu?" tanya David.


Aresta yang mengetahui David sedang marah langsung menempel dengannya sambil mengelus tangannya untuk menenangkan nya.


" Tentu saja aku menyayangimu sebagai anak ku." ucap Countess menjawab pertanyaan David.


David tersenyum miring mendengar jawaban penuh kebohongan dari ibunya sendiri.


" Kalau begitu silahkan keluar dari rumah aku tidak mempersilahkan kau datang lagi sebelum mengubah pikiran mu untuk menerima Aresta....


Countine...