
Dimitri yang melihat bawa Aresta sedang berpikir keras tentang ucapannya. Langsung berbicara.
" Kau tidak perlu berpikir sekeras itu lebih baik nanti kau ke kamar ku. Nanti akan aku tunjukkan sesuatu dan aku harap kau tidak memikirkan sesuatu yang buruk tentangku." ucap Dimitri yang keluar dari dapur dengan membawa dua piring berisi spaghetti yang baru saja matang.
Aresta yang menciumnya merasa bahwa makanan ini sangat enak. Ketika Dimitri meletakkan di atas meja Aresta tidak bisa mengalihkan perhatian nya pada piring itu.
" Silahkan makan tuan puteri." ucap Dimitri sambil membungkuk dan tersenyum melihat kelucuan Aresta.
Aresta mengambil piring itu dan ketika ia memasukan spaghetti tersebut dalam mulutnya langsung di buat terkejut bertapa enak nya spaghetti nya.
" Ini sangat enak. Bahkan aku tak bisa membuat pasta seenak ini. Aku tidak percaya Raja itu bisa memasak." batin Aresta tidak percaya.
Aresta mengakui masakannya kalah dengan Dimitri tapi ia tidak mau mengakuinya secara langsung. Tanpa mengatakan apapun ia memakannya sambil matanya sekali melirik ke arah Dimitri yang makan dengan anggun di seberangnya bahkan dia bisa melihat saputangan di atas pahanya. Itu menunjukan bertapa dia dibesarkan sebagai seorang bangsawan yang sempurna Aresta juga tidak melihat ada makanan yang berserakan di atas meja.
Dimitri yang sudah selesai dengan makanannya melihat ke arah Aresta seketika ia menahan tawanya ketika melihatnya makan dengan mulut yang ada sausnya.
" Hahahaha..."
Aresta yang menyadari Dimitri menertawakan langsung mengerutkan keningnya.
" Mengapa kau tertawa apa ada sesuatu yang salah?" tanya Aresta bingung sekaligus kesal karena di tertawa kan.
Dimitri yang sudah menghentikan tawanya menunjuk ke arah mulutnya.
Aresta yang mendengarnya langsung mengambil sapu tangan di sampingnya dan mencoba menghapusnya. Tapi ia tidak tahu posisinya di mana sampai dimana dia merasakan tangan orang lain di bibirnya. Ketika ia mengadahkan kepalanya melihat wajah Dimitri yang serius membersihkan bibirnya dengan menggunakan jarinya.
Mereka berdua saling melihat satu sama lain sampai tidak menyadari bahwa perlahan bibir mereka saling mendekat hingga...
BRAK...
Tiba-tiba saja pintu luar terbuka dan melihat Silas yang masuk ke dalam sambil membawa setumpuk buku yang banyak sampai menutupi wajahnya.
Dimitri dan Aresta yang hampir saja berciuman merasa kecewa terutama Dimitri yang tidak merasakan bibir di dambakan nya. Sedangkan Aresta bernafas lega sebab ia tidak jatuh dalam pesona Raja tampan itu.
Kemudian melihat Silas yang tampak kesulitan Dimitri langsung bergegas membantunya.
" Apa kau lakukan dengan membawa buku sebanyak ini. Bukannya kau bisa meminta bantuan Reymond dan sejak kapan kau keluar bukannya awalnya kau berada di dalam kamar mu?" tanya Dimitri bingung.
...****************...
Sedangkan di sisi lain ibu ratu Emily tampak murka mendengar bahwa putera tunggal nya memiliki wanita lain yang bukan berasal dari kastanya. Apalagi wanita itu melahirkan anak nya. Itu membuatnya murka apa ini alasan Dimitri tidak mau menikah dengan Julie wanita pilihannya yang cocok mendampingi dan memberikan cucu kepadanya.
" Sialan, aku harus melakukan rencana untuk menyingkirkan wanita dan anak haram itu. Jika rakyat mengetahui apa yang dilakukan Raja mereka. Oh itu akan membuat hal buruk yang tidak di inginkan terjadi. Aku harus membunuh mereka." ucap Emily sambil menyeringai.
Countine...