
RAJA." ucap David yang refleks berteriak mendengar jawaban selama ini dirinya tidak menduga-duga.
Pandangan David kemudian berarah ke Aresta yang sepertinya sedang berusaha menjauh darinya.
" OH ARESTA BAGAIMANA BISA KAU BERHUBUNGAN SATU MALAM DENGAN SEORANG RAJA? BAGAIMANA BISA KAU MENYEMBUNYIKAN SEORANG ANAK YANG MERUPAKAN ANAK RAJA? KAU TAHU BUKAN BAGAIMANA KEJAM NYA RAJA DIMITRI ITU KAU..." ucap David terus melontarkan pertanyaan dengan suara keras.
" DIAM, KAU SANGAT MENYEBALKAN PAMAN." ucap Silas yang berteriak menghentikan semua pertanyaan David membuat nya sakit kepala.
David menghentikan suaranya yang ingin melontarkan pertanyaan lagi sebab Silas berteriak kepadanya dan mengatai nya menyebalkan. David pun yang tidak terima langsung melotot kepada Silas.
Bukannya takut malah Silas membalas pelototan David yang di tunjukan kepada nya. Mereka saling menatap tajam satu sama lain jika ini di film anime pastinya ada kilatan petir di kedua bola mata mereka masing-masing.
" Sudah hentikan David kau seperti anak kecil dan Silas bersikaplah yang sopan kepada orang lebih tua." ucap Aresta dengan tegas berusaha menghentikan pertengkaran David dan Silas.
Mendengar itu semuanya mereka langsung menghentikan tatapan tajam mereka dan duduk di kursi masing-masing yang bersebrangan.
Aresta menghela nafasnya karena pertengkaran mereka sudah berhenti dan kemudian pandangan nya tertuju ke arah David.
" Jadi, apa kau bisa membantuku untuk pergi dari negara ini karena aku yakin bahwa pria itu tidak akan pernah melepaskan kami?" ucap Aresta sambil memandang Silas dengan tatapan karena dirinya tidak ingin kehilangan putera nya untuk kedua kalinya.
Apalagi yang menjadi masalahnya adalah seorang Raja David tidak ingin berurusan lebih jauh mengakibatkan kejatuhan keluarga nya. Tetapi setelah melihat ekspresi sedih Aresta membuat David merasa iba ia tahu bagaimana seorang ibu yang takut kehilangan anak nya.
" Baiklah aku akan membantumu Aresta, sekarang yang terpenting bawa pasport dan surat penting untuk kepentingan kita di negara itu." ucap David yang akhirnya mau membantu Aresta.
" Tapi semua dokumen penting itu ada di apartemen bagaimana aku bisa mengambilnya jika banyak penjaga di sana?" tanya Aresta yang khawatir dimana pria itu mengawasi nya di apartemen.
Silas yang mengerti kekhawatiran Mother nya menggenggam tangan nya berusaha menenangkannya.
" Tenang Mother aku akan membantu paman David untuk mengambil dokumen yang kita butuhkan. Jadi kemana kita akan pergi?" tanya Silas kepada David.
" Denmark salah satu negara yang sama sekali tidak ada hubungan kerja sama dengan Epitopia, dan aku punya kenalan yang bisa membantu kalian selama berada di sana." ucap David menjawab pertanyaan Silas.
Silas yang mendengarnya menggangguk karena memang benar bahwa Denmark sama sekali tidak ada hubungan kerja sama dengan Epitopia. Bahkan negara tersebut sepertinya mengalami perang dingin jadi cukup aman untuk pergi ke sana sebab tidak mungkin pria itu akan menemukannya.
Countine...