I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Mengenal Musuh



Dimitri keluar dari restoran dengan ekspresi menyeringai di wajahnya. Ia merasa puas bisa memberikan ancaman kepada pria yang berani menikahi Aresta.


Dimitri masuk ke dalam mobilnya dan menyuruh sopirnya untuk kembali ke hotel dimana tempat ia meninggalkan Aresta dan Silas.


Reymond yang duduk di depan sebelah sopir menyerngitkan dahinya melihat senyum miring Raja nya.


" Apa langkah anda selanjutnya, Yang Mulia. mengingat sepertinya dia tidak akan mudah untuk di tangani?" tanya Reymond kepada Dimitri.


" Biarkan saja saya sudah memiliki rencana cadangan. Jika dia tidak mematuhinya siap-siap saja kebusukannya akan segera terbongkar saya di kenal tidak akan pernah melepaskan musuh dengan mudah." ucap Dimitri dengan posisi menyilangkan kaki.


" Sekarang kita harus bertemu dengan pangeran mahkota Denmark." ucap Dimitri yang langsung mengubah topik.


...****************...


Sedangkan di hotel Aresta sedang berada di kamar bersama Silas. Setelah kejadian sarapan yang berakhir kacau Dimitri memutuskan untuk memperbolehkan bertemu dengan Silas.


" Apa kau siap lagi untuk menjadi pangeran mahkota Silas?" tanya Aresta yang melihat Silas yang sedang bermain dengan mobil remote pemberian Dimitri.


Aresta sadar selama ini dia jarang menanyakan kehidupan sebelum Silas. Ia bisa melihat tatapan Silas kepada Dimitri.


Silas yang mendengarnya tersentak ia tidak tahu apa dirinya siap untuk hidup sebagai Pangeran Mahkota. Meski memiliki kehidupan mewah cukup indah tetapi Silas tidak pernah merasakannya dengan tugas beban di bahunya terkadang dia iri ketika melihat sebuah keluarga bahagia.


" Aku tidak tahu Mom, jika dulu aku tidak bisa membuat pilihan tapi sekarang entahlah. Asalkan kau selalu berada di sisiku kehidupan ku akan baik-baik saja." ucap Silas sambil tersenyum.


Aresta yang mendengar jawaban Silas terkejut ia melihat luka di matanya terbuka lagi. Luka putera kecilnya belum sepenuhnya sembuh andaikan dia tidak melakukannya mungkin dia bisa memberikan kasih sayang yang tidak di berikan Silas di kehidupan sebelumnya. Langsung saja Aresta berdiri dan memeluk Silas.


Setelah itu Aresta menghabiskan waktu bersama Silas. Sampai akhirnya mereka berdua tertidur di atas karpet dengan saling berpelukan.


Dimitri yang baru saja sampai melihatnya merasakan perasaan hangat. Ia bisa merasakan sebuah kehangatan seperti keluarga yang tidak pernah ia dapatkan selama ini. Dengan perlahan Dimitri mengangkat Silas terlebih dahulu untuk di bawa ke atas ranjang setelah itu berikutnya dia mengangkat Aresta.


Tetapi sayangnya Aresta tiba-tiba saja terbangun ketika tubuhnya melayang.


" Kau sudah kembali." ucap Aresta dengan suara parau.


" Tenanglah hari ini saya hanya ingin tidur bersama kalian." ucap Dimitri yang membaringkan tubuh Aresta di sebelah Silas yang terlelap.


" Tunggulah saya harus membersihkan diri. jika kau masih mengantuk lebih baik tidur lagi dan jangan membuat masalah." ucap Dimitri yang kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Aresta bangun dan menyandarkan kepalanya di atas kepala ranjang. Entah sepertinya dia ketiduran setelah menceritakan sebuah dongeng kepada Silas. Pandangan Aresta tertuju ke arah Silas yang tertidur lelap.


Tidak lama kemudian Dimitri keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama hitamnya dan memutuskan membaringkan tubuhnya di sebelah kiri Silas.


" Dia sudah dewasa." ucap Dimitri sambil memiringkan tubuhnya ke samping menghadap ke arah Silas.


Memandang anaknya dengan tatapan memuja membuat Aresta yang melihatnya terkejut.


" Mengapa tatapan nya menyimpan sesuatu dan sepertinya itu sedikit mempengaruhi ku." batin Aresta.


Countine...