I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Berhak Mendapatkan Gelar



Reymond yang mendengar bahwa Dimitri akan menjadikannya seorang pangeran terkejut.


" Tidak, Yang Mulia. saya tidak mau mengambil gelar itu. Saya sudah senang bekerja dengan anda. Saya tidak mau nama anda tercoreng atas perbuatan ayah kita di masa lalu. Biarkan itu semua hilang di bawa angin." ucap Reymond menolak mengambil gelar nya.


Tapi Dimitri menggelengkan kepalanya sebelum kemudian duduk kembali di kursi kerjanya.


" Saya tidak mau menerima penolakan walau bagaimanapun anda tetap saudara meskipun berbeda ibu. Kau tetap harus mendapatkan hak yang sama dengan ku. Sekarang kau adalah Pangeran Reymond dan tidak ada penolakan lagi. Kau akan membantuku menjalankan negara ini." ucap Dimitri sambil menyeringai.


Reymond yang mengetahui Dimitri tidak menerima penolakan hanya bisa menghela nafasnya lelah sepertinya pekerjaan nya akan semakin banyak.


" Baiklah, Yang Mulia." ucap Reymond sambil tersenyum lelah.


...****************...


Sedangkan Aresta sedang berdiri di atas balkon memikirkan tentang masa kecilnya yang sudah ia kubur jauh-jauh. Ia dulu merupakan keluarga bahagia sampai dimana ayahnya pergi meninggalkan nya bersama ibunya ketika berusia 5 tahun. Sampai dimana ibu nya harus bekerja keras sebagai penjual bunga mawar keliling. Akhirnya karena terlalu memikirkan keadaan ayahnya, ibunya meninggal dunia di usianya ke 10 tahun.


Setelah itu dirinya di besarkan oleh neneknya. Aresta sudah tidak peduli kepada ayahnya yang telah membuangnya bahkan untuk sekedar mencari tahu nya saja diri nya tidak sudi. Biarkan hal itu menjadi masa lalunya yang kelam sekarang dirinya sudah memiliki Dimitri dan Silas keluarganya sesungguhnya. Ia tidak akan bernasib sama seperti ibunya.


Saat Aresta asik melamun tiba-tiba saja ada sepasang tangan memeluk pinggangnya. Dirinya yang sudah tahu langsung menyandarkan tubuhnya di dada bidang di belakangnya.


" Bagaimana hari mu apa kau sudah mengetahui siapa pembunuh ibu ratu?" tanya Aresta.


Setelah itu Dimitri menceritakan dimana dirinya mengetahui siapa pelakunya dan masa lalu ayah kandungnya yang membuatnya memiliki saudara tiri. Aresta yang mendengarnya dibuat terkejut mengetahui identitas Reymond sesungguhnya. Apalagi Dimitri mau memberikan hak yang seharusnya Reymond dapatkan sejak lahir.


" Itu sangat hebat Dimitri, aku senang kau bisa menerima Reymond sebagai saudara mu." ucap Aresta membalikan badannya menatap Dimitri dengan lembut.


Melihat senyuman Aresta membuat perasaan Dimitri merasa sedikit tenang setidaknya ia tidak perlu menghabiskan waktu nya sendirian dengan kesedihan atas kematian ibu kandungnya. Setidaknya dengan kehadiran Aresta dan Silas membuat nya ada alasan untuk bertahan hidup.


" Rey berhak mendapatkan nya setelah dia mengalami masa kecil yang sulit atas keegoisan orang tua kami. Aku tidak ingin Silas mengalami hal yang sama seperti aku dan Rey alami. Aku ingin Silas memiliki masa-masa bahagia dan mencapai impiannya." ucap Dimitri sambil menempelkan dahinya dengan Aresta.


Aresta mendengarnya langsung memeluk Dimitri.


" Aku yakin kita bisa membuat Silas bahagia. Setelah aku pernah menghancurkan hidupnya atas keegoisan ku yang ingin menjadi seorang dokter." ucap Aresta yang kata terakhir di dalam hati.


Aresta tidak mau Dimitri mengetahui kehidupan nya sebelumnya karena bisa mengubah kehidupan lebih parah lagi. Apalagi dengan Dimitri yang mencintainya, pertunangan mereka, Silas yang mendapatkan hak nya, dan terakhir ternyata Dimitri memiliki masa-masa kelam.


Aresta tidak tahu kekacauan apa yang terjadi atas perubahan waktu. Tapi dia akan berusaha membuat akhir yang bahagia bagi Silas puteranya serta untuk Dimitri yang dia cintai.


Countine...