
Aresta sejak tadi tidak bisa tenang dirinya merasa khawatir jika terjadi sesuatu kepada mereka berdua atau lebih buruknya lagi mereka berdua di tangkap oleh bodyguard istana dan membawanya ke hadapan Raja. Raja jika sudah tahu bahwa Silas adalah anak kandungnya pastinya ia akan mengambilnya dan menjatuhkan nya dari Aresta. Itu mimpi buruk bagi Aresta.
Tidak lama kemudian Aresta mendengar suara mesin mobil yang berada di luar. Aresta langsung keluar dan melihat Silas tertawa bersama David di tangan mereka terhadap sebuah koper kecil yang kemungkinan barang-barang penting mereka.
" Kalian berhasil." ucap Aresta yang seperti pertanyaan mengapa tidak. Aresta sempat tidak percaya bahwa misi untuk mengambil dokumen pentingnya akan berhasil mengingat bahwa sikap David yang sedikit ceroboh.
" Apa kau mengira bahwa ini akan gagal." ucap David sambil cemberut mengetahui Aresta tidak percaya kepadanya.
Aresta yang mendengarnya hanya mengusap tengkuknya dengan canggung sambil memiringkan tubuhnya memberikan David dan Silas masuk mengingat cuaca semakin dingin.
Silas yang melihat sikap Aresta dan David sejak tadi hanya memberikan senyum tipis nya sebelum masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.
" Jika kalian sudah saling menyukai lebih baik resmikan hubungan nya dan pastinya aku sangat mendukung nya." ucap Silas sebelum berlari masuk karena takut Aresta marah kepadanya sebab mengucapkan kata tadi.
Sedangkan Aresta dan David yang mendengarnya wajahnya langsung merona malu.
" Akhirnya Silas merestui kita jadi bagaimana apa kau mau menjadi kekasihku nona Arendelle?" tanya David sambil memandang nakal ke arah Aresta.
Aresta langsung mendelik mendengar ucapan asal David.
" Jika kau serius lakukan seperti pria yang akan menembak perempuan." ucap Aresta yang masuk terlebih dahulu berusaha menyembunyikan wajah merona nya dan jantung nya yang berdetak kuat.
" Sepertinya ada keuntungan memutuskan pertunangan kepada wanita itu. Karena sekarang Aresta sudah mulai membalas perasaanku Yeah...Tunggu aku Aresta, aku akan melakukan sesuatu untukmu." ucap David yang melompat seperti anak kecil dan setelah itu masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan gembira.
Silas yang sedari tadi memperhatikan nya tersenyum senang. Karena dirinya tahu sejak dulu David sangat mencintai ibunya dengan tulus bahkan sampai dirinya berusia senja pria itu tidak menghapus perasaannya bahkan sampai tidak menikah hanya demi menjaga perasaannya kepada Mother nya.
" Aku harap kalian bisa bahagia tanpa ada penghalang dari mereka." ucap Silas sambil mengepalkan tangannya dengan kuat dan matanya yang berubah tajam sekaligus dingin. Sorot mata yang sama sekali tidak cocok untuk anak berumur 4 tahun itu.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Dimitri memutar bola matanya melihat beberapa orang membicarakannya atau lebih tepatnya ibunya dan orang tua Julia.
Bahkan Dimitri bisa melihat Julia memandangi nya seperti wanita nakal di luar sana.
" Jadi , Dimitri apa kau setuju untuk menikah dengan Julia musim dingin ini?" tanya Emily dengan wajah lembut nya.
Dimitri yang mendengarnya hanya diam sambil memandang mereka semua datar sebelum memulai menjawabnya.
" Saya....
Countine...