
Itu dia ayahku." ucap Rose dengan senang dan turun dari kursi nya berjalan mendekati pria yang merupakan ayahnya.
Sedangkan Silas dibuat terkejut melihat pria yang di maksud ayah Rose. Seketika pikirannya mengingat pertemuannya dengan Rose di masa lalu. Tapi Silas menyembunyikan ekspresi nya dengan baik dah berjalan sambil mengenakan ekspresi datar di wajahnya.
" Wah...sudah lama kita tidak bertemu bukan Dokter." ucap Silas sambil tersenyum miring.
Pria yang di maksudnya juga terkejut dan melupakan ada puterinya di pelukannya.
" Silas." gumam nya dengan pelan
" Hallo selamat pagi Dad, sepertinya anda punya tamu yang istimewa." ucap Silas dengan sarkas.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Ariesta hanya diam sambil melirik sekilas Dimitri yang tampak sibuk dengan tab di tangannya. Pikirannya masih memikirkan percakapan tadi. Ia sama sekali tidak tahu bawa menikahi David bisa membuat keadaan semakin rumit. Awalnya Aresta sama sekali tidak mengetahui bawa David merupakan anak bangsawan karena setiap pergi ke rumahnya hanya ada ayah dan ibu tiri David yang menyambutnya.
Aresta hanya mengetahui bawa kedua orang tua David sudah bercerai saat nya masih kecil. Membuat David di besarkan oleh ayahnya. Dia jadi mengingat ucapan jujur Dimitri yang membuatnya bingung dan terkejut.
Flashback On...
" Apa." ucap Aresta dengan mata terbelalak terkejut dengan ucapan Dimitri.
Dimitri yang mendengarnya terdiam sebelum kemudian menjawabnya.
" Apa kau ingat di malam kita menghabiskan waktu bersama?" tanya Dimitri serius.
Aresta menjawab dengan anggukan kepalanya dia tidak mungkin melupakan malam dimana masa depannya hancur. Begitu juga tentang kebodohannya mempercayai orang lain sampai membuat nyawa melayang di kehidupan pertamanya.
Mengetahui bawa Aresta mengingat malam itu sedikit membuat Dimitri merasa senang setidaknya ia tidak melupakan malam mereka.
" Baiklah, saat itu aku sedang pergi ke hotel untuk bertemu dengan teman kuliah ku sekaligus untuk bertemu calon tunangan. Tapi sayangnya saat aku menemuinya perasaan kecewa muncul mengingat wanita yang akan di jodohkan nya adalah seorang wanita licik melakukan segala hal untuk mencapai tujuan yaitu mahkota ratu. Memikirkannya aku membuat keputusan untuk menolak perjodohan ibuku." ucap Dimitri menghela nafasnya mengambil waktu sejenak sebelum melanjutkan ceritanya.
" Tapi ternyata wanita licik memasukkan sesuatu ke dalam minuman ku dan kau tahu kejadian selanjutnya. Setelah malam itu aku tidak bisa melupakan mu apalagi saat itu aku harus melaksanakan tugas ku sebagai raja baru sampai tidak mencarimu secara langsung. Awalnya aku pikir jika menjadi raja tidak perlu melaksanakan perjodohan ternyata salah ibuku salah satu wanita ambisius dan tetap melanjutkan pertunangan kami tanpa sepengetahuan ku." ucap Dimitri menghentikan ucapannya lagi karena jujur saja kehidupan nya selama ini membuatnya tertekan mana kala dia berharap sebagai anak biasa tanpa mempedulikan masa depannya yang memiliki tugas berat.
" Sampai 4 tahun kemudian saat itu aku ada pekerjaan bersama presiden Amerika. Di sana juga aku menemukan mu dan mengetahui bawa aku mempunyai seorang anak yang hebat. Tapi kenyataannya kau meninggalkanku lagi. Kau tidak tahu saat aku menyuruh seseorang menemukan mu adalah karena aku ingin mempunyai keluarga, aku ingin bahagia, dan kau adalah sumber kebahagiaan ku. Aresta aku jatuh cinta padamu." ucap Dimitri mengungkapkan perasaannya.
Flashback off...
Countine...