I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Chapter 81



" Jadi, apa yang ingin anda bicarakan. father?" tanya Silas yang penasaran ketika raut wajah Mother nya yang sedikit tegang.


Dimitri yang merasakan suasana canggung berdehem.


" Father dan Mother telah memutuskan untuk bersama. Sekaligus kita akan kembali ke Epitopia." jawab Dimitri yang langsung menjawabnya.


Silas yang mendengarnya tidak bisa menahan rasa terkejut nya dengan mata terbuka lebar dan mulutnya menggangga melihat ke arah kedua orang tua nya.


" Apa Father serius?" tanya Silas yang masih mengharap bawa dia salah dengar.


Tapi sayangnya Dimitri menjawab dengan anggukan kepalanya berusaha menahan tawanya melihat ekspresi lucu di wajah Silas.


Silas yang tahu bawa Dimitri serius wajahnya seketika langsung menegang mengingat di kehidupan masa lalunya.


Aresta melihat bawa terjadi sesuatu dengan Silas langsung mengerti.


" Dimi, apa kau bisa memberi kami waktu?" tanya Aresta dengan mata memohon.


Dimitri yang melihat nya melirik ke arah Silas apa dia salah lihat kenapa tatapan anaknya seketika menajam, dingin, dan tangan nya mengepal kuat.


Terkadang Dimitri merasa bawa Silas sudah dewasa. Di mimpinya Dimitri melihat bawa hubungannya dengan Silas jauh seperti orang asing.


Makanya selama ini Dimitri berusaha menciptakan hubungan baik dengan Silas sebelum kemudian jatuh cinta dengan ibu dari anaknya itu.


Sebenarnya Dimitri ingin berbicara dengan Silas tapi mengingat Aresta yang ingin melakukannya tidak bisa menolaknya.


" Baiklah, aku akan pergi ke kantin untuk membeli kopi." ucap Dimitri pamit sebelum pergi meninggalkan ruang kamar rawat.


Setelah merasa Dimitri sudah pergi langsung saja Aresta membuka suaranya.


" Apa yang sebenarnya terjadi Silas ketika kau tinggal di istana?" tanya Aresta yang akhirnya membuka pertanyaan selama ini ia simpan di dalam hati dan pikirannya.


" Mom, saya tidak bisa membicarakan nya sekarang tapi yang pasti jangan mengambil keputusan yang sama. Seperti yang kau lakukan di masa lalu sebab musuh masih ada di sekitar kita." ucap Silas yang hanya bisa menjawabnya dengan kata itu. Dia tidak ingin seorangpun tahu tentang kehidupannya sebelumnya. Biarkan itu menjadi rahasianya di masa lalu.


Ceklek....


Tidak lama kemudian pintu ruangan di buka kembali Dimitri masuk dengan membawa nampan berisi secangkir kopi hitam, susu, dan teh herbal.


" Aku kembali." ucap Dimitri sambil menyerahkan secangkir teh herbal kepada Aresta.


" Jadi bagaimana dengan perceraian ku dengan David. Apa aku harus bertemu dengannya nanti?" tanya Aresta sambil menerima secangkir teh itu.


Memang keputusan untuk berpisah dengan David. Memang tepat. Bukan semata-mata karena rasa sakit hati dengan penghianatan tapi Aresta hanya memberikan jalan untuk wanita yang seharusnya menjadi isteri David.


Flashback On...


Setelah pertemuan di taman yang membuat Aresta dalam keadaan syok. Membuat Silas memutuskan untuk memberitahukan nya.


" Mother." ucap Silas sambil menyentuh tangan nya yang pucat sebelum memberikannya kecupan manis.


Membuat Aresta yang sedang termenung seketika tersadar dan melihat ke arah Silas.


" Jadi, apa yang ingin kau ceritakan Silas?" tanya Aresta sambil tersenyum lemah.


Silas yang mendengarnya langsung menceritakan apa yang terjadi di kehidupan pertamanya. Di mulai dia mengetahui David mempunyai seorang yang merupakan mantan isterinya sekaligus ibu dari Rose.


Aresta yang mendengarnya langsung dibuat tersadar dan tidak mempedulikan kebenciannya. Akibat hubungan mereka berdua.


Flashback off...


Countine....