
Melihat tatapan mata Dimitri yang menatapnya dengan tajam serta seringai bibirnya cukup membuat Emily ketakutan untuk menghadapi nya.
Emily tahu perbuatanya salah serta merupakan salah satu tindakan kriminal. Apalagi Emily pernah menyuruh seseorang untuk menusuk orang yang tidak bersalah. Tapi Emily melakukan nya demi kebaikan Dimitri serta negeri nya.
Jika Dimitri memilih menikahi wanita itu bisa di pastikan Emily tidak bisa melanjutkan kerja sama bersama Mr Carabelle yang merupakan ayah Julie.
Juga tidak ada untungnya Emily merestui hubungan Dimitri bersama Aresta wanita kelas bawah yang tidak cocok menjadi bangsawan apalagi seorang Ratu.
" Apa itu sebuah kesalahan, lagipula aku melakukannya demi kamu puteraku. Ibunda tidak mau kamu mengikuti jejak mendiang ayahmu memilih wanita kelas bawah yang hanya ingin tahta kita. Ingat itu Dimitri menurut Ibunda Aresta bukan wanita yang baik dan statusnya sebagai single parent pastinya dia akan dipandang sebelah mata itu menghancurkan reputasi kerajaan kita." ucap Emily berusaha menenangkan amarah Dimitri.
Dimitri terdiam sejenak sebelum kemudian tertawa terbahak-bahak membuat Emily yang melihatnya bingung.
" Hahahaha...kau membuatku sangat lucu Ibunda. Anda pintar sekali mencari alasan tapi sayangnya saya tidak akan mengampuni anda kali ini. Mulai hari ini status anda akan dicabut untuk selamanya dan segera meninggalkan istana ini pindah ke daerah pedesaan. Tenang saja Ibunda anda akan mendapat tunjangan 500 dolar perbulan serta sebuah rumah sederhana." ucap Dimitri yang akhirnya memberikan hukuman kepada Emily.
Emily yang mendengarnya sontak tidak terima langsung saja mengambil gelas dan membanting nya ke lantai hingga gelas itu pecah.
Prang...
" KAU TIDAK BISA MELAKUKAN INI KEPADA IBU KANDUNG MU SENDIRI. DIMITRI. AKU MELAKUKAN SEMUA UNTUKMU MENDAPATKAN TAHTA INI TIDAK MUDAH. KAU TIDAK TAHU APA YANG HARUS AKU LALUI MENDAPATKAN NYA, DAN INI BALASAN NYA KAU BENAR-BENAR ANAK TIDAK BERBAKTI." ucap Emily yang berteriak seperti orang gila.
" APA ANDA TIDAK SADAR AKU SAMA SEKALI TIDAK PERNAH INGIN MENJADI RAJA. IMPIANKU ADALAH MENJADI KOKI JIKA SAJA KAU TIDAK MELAKUKAN TRAGEDI 15 TAHUN LALU. MUNGKIN KEHIDUPAN KU AKAN BERBEDA DAN AKU TIDAK AKAN KEHILANGAN WAKTU ANAKKU SELAMA HAMPIR 8 TAHUN TERAKHIR. KAU TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN KU. KAU HANYA MEMENTINGKAN DIRIMU SENDIRI." ucap Dimitri yang ikutan berteriak dengan air mata tanpa sadar berlinang dari kelopak matanya.
Emily hanya diam mematung melihat anaknya selama hampir 23 tahun hampir tidak menangis. Untuk akhirnya sekian lamanya dia melihat air mata puteranya yang tampak kuat bagi nya.
" Dimitri." gumam Emily memanggil Dimitri dengan suara lirih.
Sedangkan Dimitri mengatur nafasnya yang sempat tersengal-sengal setelah mengungkapkan apa yang dipendamnya selama ini. Dendam ibunya telah merubah semua kepribadian nya yang dulunya lembut menjadi wanita penuh ambisi dan haus kekuasaan.
" Dimitri harap dengan keputusan ini bisa merubah kepribadian Ibunda lebih baik dan dapat menerima Aresta serta cucu Ibunda dengan baik. Aku hanya harap Ibunda bisa bahagia di sana." ucap Dimitri sebelum kemudian berjalan melewati Emily meninggalkan ruang makan.
Meninggalkan Emily yang ekspresi sedih dan tanpa sadar menangis mengingat perkataan Dimitri.
" Bagaimana Ibunda bisa melupakan kesalahan ayahmu yang lebih memilih dia dan melupakan mu serta Ibunda." batin Emily.
Countine...