
Setelah menghabiskan waktu hampir 2 jam akhirnya Dokter itu keluar membuat Dimitri yang sedang duduk segera berdiri sambil menggenggam tangan Silas.
" Jadi bagaimana kondisinya?" tanya Dimitri khawatir tentang kondisi wanitanya.
" Untungnya pisau itu tidak menusuk hingga organ dalam dan karena kehabisan darah kami sempat melakukan transfusi untungnya juga persediaan kantung darah masih ada. Untuk kondisi Nyonya Aresta sudah dikatakan stabil tinggal tunggu menunggu di sadar kemungkinan besok beliau akan sadar, Yang Mulia." ucap Dokter tersebut sambil tersenyum merasa lega telah menyelamatkan orang yang sangat penting bagi pemimpin negara di tempat kelahirannya.
Dokter tersebut merupakan salah satu orang negara Epitopia menganut sistem monarki absolute dimana semua warganya terkhususnya bangsawan sangat menghormati Raja mereka. Memang ini terkesan kuno tapi para rakyat sama sekali tidak meragukan kerja Dimitri yang sangat mementingkan rakyat.
Dokter yang bernama Kelvin adalah salah satu orang yang mendapatkan manfaat itu dia di beasiswa oleh kerajaan untuk bersekolah kedokteran di luar negeri. Bisa menjadi Dokter sesuai impiannya.
Dimitri yang mendengarnya langsung mengulum senyum tipis seolah ia mengenali pria didepannya.
" Saya senang bahwa keadaan Aresta sudah baik-baik saja, dan saya senang berjumpa dengan anda lagi Kelvin." ucap Dimitri yang mengingat pria di depannya.
Dokter Kelvin yang mengetahui bahwa Raja masih mengingat semakin mengagumi Raja Dimitri.
" Saya juga senang bisa berjumpa lagi dengan anda, Yang Mulia. berkat anda saya bisa menggapai cita-cita dan membantu perekonomian orang tua. Jadi mereka tidak perlu hidup susah lagi. Terima kasih Rajaku." ucap Dokter Kelvin sambil membungkuk hormat kepada Dimitri.
Dimitri yang melihat tindakan Kelvin melihat sekeliling bisa bernafas lega selain Silas dan Reymond tidak orang yang melihatnya.
" Bisa Raja tapi anda tidak boleh berisik mengingat sekarang Nona membutuhkan waktu untuk beristirahat. Permisi saya ada pasien lain dan sekali saya berterima kasih kepada anda Raja." ucap Dokter Kelvin yang berjalan pergi sambil memberikan sedikit anggukan kepada Reymond.
Setelah itu Dimitri masuk ke dalam kamar Aresta bertapa hatinya tiba-tiba merasa teriris melihat keadaannya yang sekarang sedang berbaring lemah dan tabung oksigen yang menutupi mulutnya.
Begitu juga Silas yang merasa gagal melindungi Mother nya untuk kedua kalinya. Untungnya saja ada Dimitri yang sigap membawanya ke rumah sakit andaikan dia tidak berada di situ kemungkinan Mother nya akan mati. Silas tidak mau kehilangan untuk kedua kalinya.
Dimitri menggenggam tangan Aresta sekali-kali mengecupnya dengan lembut.
" Aku tidak tahu apa yang telah kau perbuat sampai tidak bisa melepaskan mu. Aku mulai menyadari bahwa hati ini mulai perlahan mencair oleh ibu dari anakku. Aku mencintaimu." ucap Dimitri mengungkap perasaan nya.
Sedangkan Silas yang mendengarnya tidak bisa menyembunyikan perasaan terkejutnya. Mendengar pernyataan cinta Dimitri kepada Silas.
" Aku tidak menyangka bahwa Father mencintai Mother. Apa ini suatu perubahan yang baik atau buruk mengingat wanita sihir itu ingin menghancurkan ibuku. Aku harus mulai bergerak. Jangan sampai mereka selangkah maju. Tapi pertama-tama aku harus mencari tahu apa yang di rahasiakan oleh Father David sampai Father bisa membuatnya takut. Apa ini akhir dari pernikahan mereka." batin Silas bertanya sambil memperhatikan Dimitri yang berada duduk di samping Aresta.
Countine...