I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Salah Paham Aresta



David menghela nafasnya sebelum keluar dari mobilnya dan senyumannya terbit ketika melihat seorang gadis kecil berlari ke arahnya. David yang melihatnya membuka tangannya lebar membuat gadis kecil itu masuk ke dalam pelukannya.


Gadis kecil itu memeluk erat David ketika ia menggendong nya.


" Aku sangat merindukanmu Dad." ucap Gadis kecil itu dengan sedih.


David yang mendengar nada sedih gadis kecil itu membalas pelukannya.


" Dad juga merindukan Rose." ucap David sambil tersenyum.


...****************...


Sedangkan Aresta hanya diam berdiri setelah tadi keluar dari mobil. Ia masuk ke dalam kamar dan menguncinya tidak membiarkan siapapun termasuk Silas dirinya perlu waktu sendiri. Sejujurnya ia bingung sekaligus terkejut melihat ibu mertuanya yang marah kepadanya ketika ia datang bersama Dimitri. Tapi raut wajahnya langsung takut ketika Dimitri membisikkan sesuatu kepadanya yakini oleh Aresta bahwa pria itu mengancamnya. Terkadang Aresta tidak mengerti mengapa Dimitri memaksanya untuk berada bersamanya bukannya dia sekarang sudah menikah mengingat waktu sebelumnya.


Silas sudah tinggal di istana bersama mereka.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka dan terlihatlah Dimitri yang masuk sambil membawa nampan berisi makanan berjalan mendekati Aresta.


Aresta yang menyadari bahwa ada seseorang langsung membalikan badannya dan menatap jengkel Dimitri berada di hadapannya.


" Buat apa kau berada di sini bukannya sudah aku bilang butuh waktu sendiri." ucap Aresta marah.


Dimitri mengangkat bahunya acuh sambil menaruh nampak makanan di meja dekat Aresta sebelum kemudian mengelus rambutnya.


" Apa kau sudah lupa siapa aku Aresta?" tanya Dimitri sambil memandang sombong Aresta.


" Tentu saja adalah Raja Dimitri yang membuat negara menjadi sukses di masa pemerintahan nya dan memiliki seribu karisma bisa membuat wanita manapun bertukut lutut padanya." ucap Aresta dengan nada menyindir.


" ****... KAU" ucap Aresta terpotong ketika tiba-tiba saja Dimitri mencium rakus bibir nya.


Membuat Aresta yang terkejut tidak bisa mencegahnya. Ia berusaha melepaskan nya tapi Dimitri malah mengelus punggung nya yang berada di balik dress-nya. Membuat nya tidak bisa berkutik karena tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu sensasi di pelukannya.


Sedangkan Dimitri tersenyum tipis karena merasa Aresta tidak menolaknya dan semakin mendalamnya bibirnya saling bertarung dengan Aresta. Sampai air liurnya turun ke leher Aresta.


Setelah beberapa menit ciuman mereka berhenti ketika mereka sama-sama kehabisan nafas. Mereka saling mengatur nafasnya sampai dimana Dimitri kembali normal dan jarinya mengelus bibir Aresta yang membengkak.


" Kau cantik dan kau milikku." ucap Dimitri mengklaim Aresta sebagai miliknya.


Entah kenapa wajah Aresta memerah tapi ia menyembunyikan dan memandang tajam Dimitri.


" Tidak akan apa kau lupa bahwa kita sudah mempunyai pasangan masing-masing. Jadi sekarang lebih baik kita menjalani hubungan masing-masing dan kau bisa menemui Silas kapan saja asalkan jangan melakukan apapun tanpa seizin ku sebagai ibu nya. Kau seharusnya kembali ke negara mu." ucap Aresta berusaha menasehati Dimitri melepaskan nya.


Dimitri yang mendengarnya sontak marah dan mengepalkan tangannya. Sampai sebuah kalimat yang keluar dari mulut Aresta membuatnya menyadarinya.


" Apa maksudmu dengan pasangan. Aku tidak memiliki nya dan bahkan aku belum menikah." ucap Dimitri jujur.


Aresta yang mendengarnya terkejut memandang Dimitri.


" Kau berbohong." ucap Aresta tidak mempercayai Dimitri.


Dimitri yang mendengarnya menggelengkan kepalanya.


" Jika kau tidak mempercayainya aku akan membuktikannya dan sepertinya kau juga harus menyelidiki....


Countine...