I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Pertemuan Dimitri dan Silas



Setelah pulang sekolah tidak seperti biasanya Silas di jemput sama Mother nya menggunakan mobil milik Father nya.


" Mom, apa kita bisa mampir ke supermarket aku ingin membeli es krim sama susu." ucap Silas yang meminta Aresta untuk menghentikan mobilnya ke supermarket.


Aresta yang mengintip dari kaca spion di atasnya tersenyum.


" Baiklah tapi kau bisa masuk sendiri kan Mommy akan menunggu di dalam mobil." ucap Aresta sambil mengeluarkan beberapa uang kertas dari dompetnya dan memberikannya kepada Silas.


" Tidak usah Mom bukannya Dad sudah memberikan uang kepadaku. Jadi aku tidak memerlukan tambahan lagi." ucap Silas menolak uang yang di berikan oleh Aresta.


Aresta yang melihatnya menghela nafasnya sudah biasa terkadang Silas selalu menolak pemberiannya dengan alasan tidak terlalu memerlukannya.


" Mom tidak ingin menolaknya uang dari Dad bisa di tabung oleh mu jadi terimalah." ucap Aresta dengan memaksa.


Silas menghela nafasnya sebelum mengulurkan tangannya mengambil uang yang ada di tangan Mommy sambil keluar dari mobil.


Silas dengar langkah hati-hati memasuki supermarket. Silas sama sekali tidak takut untuk pergi sendiri mengingat dirinya memiliki jiwa dewasa di dalam tubuh kecilnya.


" Aku akan membeli minuman isotonik sebelum mengambil es krim aku harap Mommy tidak akan mengetahuinya." ucap Silas sambil berjalan ke stan minuman.


Ketika Silas mau mengulurkan tangannya bertapa terkejutnya melihat sepasang tangan besar mengambil botol isotonik yang sama dengan miliknya. Dengan langkah yang lambat Silas melirik ke arah samping bertapa terkejutnya melihat seorang pria yang selama ini dirinya hindari berdiri di sampingnya.


Apalagi pria itu juga melihatnya dengan tatapan datar.


" Akhirnya kita bertemu puteraku." ucap nya sambil tersenyum miring.


Silas memundurkan langkahnya dengan pelan sebelum tiba-tiba saja ada dua orang yang berpakaian rapi menghalangi jalannya. Membuat nya tidak bisa melarikan diri.


Sedangkan Dimitri yang melihat keberadaan puteranya yang selama ini dirinya cari berdiri di depannya membuatnya senang.


" Akhirnya setelah dua tahun berlalu aku menemukan mu. Jadi bagaimana kalau kita bicara berdua sambil menunggu ibumu itu." ucap Dimitri sambil berjongkok di hadapan Silas.


Para pengawal yang berada di belakangnya terkejut melihat Raja mau berjongkok di hadapan anak kecil dan anak kecil itu sama sekali tidak terpengaruh dengan tatapan dingin dari sang raja.


Silas mengepalkan tangannya sambil menatap tajam Dimitri.


" Buat apa kau ingin berbicara dengan ku, Yang Mulia. Bukannya seharusnya kau mengurusi kerajaan mu daripada menemui kami?" tanya Silas yang berusaha mengendalikan emosi nya.


Dimitri sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Silas yang terkesan tidak sopan kepadanya. Karena melihat Silas seperti melihat dirinya ketika seusianya.


" Kau memang puteraku." ucap Dimitri sambil tersenyum.


Silas mengangkat sebelah alisnya melihat senyuman Dimitri yang baru pertama kali ia lihat. Karena selama di kehidupan sebelumnya pertama kali bertemu dengan Dimitri ia hanya menampilkan senyum miring nya yang terkesan menyeramkan membuatnya takut untuk bertemu dengannya.


" Bagaimana jika aku menolaknya?" ucap Silas sambil melipat tangannya di dada nya memandang sinis Dimitri.


Melihat sifat menantang dari Silas membuat Dimitri merasa lebih tertarik untuk mengenal anak kandungnya setelah beberapa tahun berlalu melewatkan masa kecilnya.


" Saya akan memaksa mu." ucap Dimitri sambil memberikan isyarat kepada kedua pengawal nya.


Tiba-tiba saja Silas merasakan ada seseorang menutup mulutnya sebelum pandangannya mulai mengelap.


Countine...