
" Dimitri sampai kapan kau menolak Julia, dia adalah wanita yang cocok sebagai pendamping mu di tahta dan ibu yang baik untuk anak-anak mu kelak." ucap Emily yang memarahi Dimitri yang saat ini hanya duduk santai sambil memegang secangkir kopi di jarinya.
Dimitri melirik sekilas ke arah Emily sambil menyerup kopi panas nya. Entah mengapa saat ini Emily memanggilnya untuk makan siang di taman bersama membuat Dimitri yang saat itu ada pertemuan penting harus di undur.
" Jika Ibunda hanya ingin mengatakan omong kosong lagi. Seharusnya kau tidak perlu membuang-buang waktu ku untuk memaksakan menikahi wanita ular itu. Ibunda." ucap Dimitri dengan tegas.
" Tapi Julia adalah wanita yang cocok meskipun dia bukan dari kalangan bangsawan. Dirinya mengerti tentang etika kerajaan dan pastinya memudahkan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru di istana yang dingin ini." ucap Emily yang dengan keras kepalanya menyuruh Dimitri untuk menikahi Julia.
BRAK...
Dimitri memukul meja dengan keras sambil menatap marah Emily sampai membuat beberapa kue yang ada di atasnya jatuh ke tanah.
" Sudah cukup kau mengendalikan diriku Bu, mungkin ini tidak sopan dan menghormati mu sebagai ibu kandung ku. Mulai hari ini saya Raja Dimitri memerintahkan Ibu Ratu Emily keluar dari dewan istana dan pindah dari istana menuju ke sebuah tempat peristirahatan masa tuanya. Sekarang pergi saya tidak ingin mendengar semua tentang wanita sialan itu dan siapkan keberangkatan keluar dari istana ku sekarang." ucap Dimitri yang mengusir Emily.
Emily yang mendengarnya langsung dibuat terkejut dan mata nya berkaca-kaca.
" Dimitri kau tidak bersungguh-sungguh bukan mengusir ibumu dari istana. Bukannya aku harus selalu berada di samping mu memimpin kerajaan dan negara setelah ayah mu meninggal?" tanya Emily yang berusaha menyakinkan Dimitri untuk mengubah keputusan nya.
Sayangnya Dimitri bukan orang yang mudah terpengaruh malah dia memandang tajam Emily.
" Tidak, saya tidak akan mengubah keputusan itu dan aku ada pertemuan penting tidak mau membuang-buang waktu hanya mendengar rengekan mu menikah dengan wanita ular." ucap Dimitri yang berdiri dari kursinya dan berjalan meninggalkan taman.
Emily yang melihat punggung Dimitri yang perlahan mulai menjauh mengepalkan tangannya.
" Sialan." umpat Emily sebelum berjalan meninggalkan taman untuk menyiapkan barang-barang nya meninggalkan istana.
Dimitri yang sudah sampai di ruang kerjanya memijit pelipisnya memang sejak dua tahun dimana dirinya memutuskan pertunangan dengan Julia.
Hubungannya dengan Ibundanya semakin memburuk. Apalagi saat ini dirinya harus memikirkan bagaimana cara menemukan Aresta beserta putera mereka.
Tok..Tok...
" Masuk." ucap Dimitri setelah mendengar suara ketukan pintu.
Ceklek...
" Salam Yang Mulia. saya membawa kabar dari salah satu mata-mata bahwa mereka menemukan nona Aresta." ucap Reymond yang langsung membicarakan tujuannya menemui Dimitri mengingat sekarang sepertinya Raja sedang marah.
Dimitri yang mendengarnya langsung menegakan tubuhnya seolah mendapatkan angin segar mengetahui bahwa mereka menemukan Aresta.
" Jadi bagaimana dimana mereka sekarang?" tanya Dimitri antusias.
Reymond yang mendengar nada antusias dari Dimitri sedikit iba sebelum menjawab pertanyaan nya karena bagaimanapun ia harus memberikan jawabannya meskipun itu menyakitkan.
" Saat ini Nona Aresta berada Kopenhagen bersama Tuan muda Silas selama dua tahun ini, dan sepertinya Nona Aresta sudah menikah dengan pria bernama David." ucap Reymond.
Dimitri yang mendengarnya merasa ada sesuatu yang sakit di dadanya.
Countine...