I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Tur Ke Sekolah Baru Silas



Dimitri mengajak Aresta dan Silas ke sekolah Hanggleton yang sekolah taraf internasional. Para keluarga kaya dan bangsawan yang tidak memilih sekolah asrama.


Meskipun Dimitri tidak bersekolah di situ tapi yang di dengar sekolah ini termasuk sekolah terbaik di negaranya.


Ketika sampai di Hanggleton Dimitri berserta Aresta dan Silas di sambut baik oleh kepala sekolah.


" Salam, Yang Mulia Raja. suatu kehormatan bisa menyambut anda di sini." ucap nya sambil membungkuk hormat.


" Baiklah perkenalkan Aresta calon isteri serta Ratu dan Pangeran Silas anak kandung ku." ucap Dimitri memperkenalkan Silas sebagai anak kandungnya.


Dimitri sama sekali tidak malu untuk memperkenalkan Silas sebagai anaknya. Meskipun anaknya nanti akan di pertanyakan statusnya. Tapi Dimitri tidak merasa khawatir karena dirinya mempunyai bukti hasil tes DNA antara dirinya dan Silas. Jadi semua orang tidak bisa menyangkal bahwa Silas adalah anaknya dan mereka berdua juga memiliki kemiripan yang sama.


" Salam Calon ratu dan Pangeran. Saya di sini akan mengantarkan untuk berkeliling sekolah dan saya harap Pangeran menyukainya. Mari kita mulai." ucap nya.


Selama melihat keliling sekolah Aresta dibuat terpukau dengan kemewahan serta fasilitas yang lengkap di Hanggleton school. Aresta yang pernah tinggal di sini bermimpi ingin sekali bersekolah Hanggleton sekolah terbaik nomor sebelum akademi bangsawan yang menduduki tingkat pertama.


Tapi Aresta mengingat dirinya hanya tinggal dengan neneknya membuat Aresta harus sadar bahwa mereka tidak mampu untuk bersekolah di sini. Meskipun ada jalur beasiswa penuh bagi siswa berprestasi tapi Aresta terlalu takut untuk mengambilnya. Mengingat statusnya akan menjadi bahan pembullyan.


Sekarang Aresta merasa senang karena Silas mungkin akan bersekolah di sini dengan statusnya yang jelas. Meskipun dirinya sama sekali tidak terlalu nyaman dengan konflik di istana.


Setelah menghabiskan waktu sekitar 1 jam untuk berkeliling. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri tur nya dengan Silas mengatakan iya untuk sekolah di sini.


" Terima kasih atas tur nya yang indah ini dan saya harap putera saya akan nyaman bersekolah di sini." ucap Aresta sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangannya.


Kemudian setelah itu Dimitri membawa kembali Aresta dan Silas masuk ke dalam mobil. Sebelum kemudian mengemudikannya ke jalan.


" Jadi Silas selamat kau akan bersekolah mulai minggu depan." ucap Aresta mengucapkan selamat kepada Silas karena telah kembali bersekolah setelah sebulan lebih dirinya keluar.


" Terima kasih Mom, dan juga ingin bukan sekolah pertamaku juga." ucap Silas yang duduk di belakang sambil membaca buku yang di bawanya tadi.


Aresta yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya sebelum kemudian melihat jalan.


" Silas, apa kau yakin ingin bersekolah di Hanggleton daripada di akademi bangsawan yang pastinya memiliki pembelajaran yang lebih lengkap?" tanya Dimitri kepada Silas.


Silas memutar bola matanya dengan malas mendengar pertama yang sama untuk kedua kalinya.


" Tentu saja Father, aku sudah membuat keputusan itu dengan baik dan aku juga tidak perlu menyesalinya. Setidaknya aku tidak pergi ke asrama." jawab Silas sebelum kembali membaca lagi.


Dimitri yang mendengarnya menggangguk kepalanya meskipun dirinya ragu kenapa Silas membuat pilihan yang berbeda. Tapi ketika melihat di sampingnya dimana Aresta sedang duduk sambil menyandarkan kepalanya di kaca.


Dimitri mengerti bahwa sesuatu tidak akan sama seperti sebelumnya termasuk dengan kehadiran Aresta yang berada di kehidupannya baru-baru ini.


Countine...