I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Rahasia Mengubah Semuanya



Reymond yang mendengarnya sudah tidak bisa mengelak lagi dan akhirnya dia mengakui semuanya.


" Iya aku anaknya, Tapi setelah mereka meninggal paman ku membawaku ke panti asuhan. Di sana hidupku sangat menderita anak lain sering menghina bahkan memukul hanya karena aku lebih pintar daripada mereka. Sampai akhirnya kau tahu bukan pertemuan pertama kita, Yang Mulia. Tapi satu hal saya sama sekali tidak berniat ingin membalas anda karena ini semua sebenarnya kesalahan orang tua kita. Terutama sikap pengecut mendiang Raja yang sama sekali tidak mau mengakui keberadaan ku di hadapan ibu ratu dan dirimu." ucap Reymond sambil menundukkan kepalanya.


Reymond tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Apa dirinya akan di usir atau bahkan di masukan ke penjara Reymond tidak peduli setidaknya tidak ada rasa bersalah dalam hatinya karena telah menyimpan rahasia yang cukup besar.


Tapi yang mengejutkan adalah dimana Dimitri menepuk bahu Reymond membuatnya mengangkat kepalanya. Bertapa terkejutnya Reymond bukan melihat ekspresi marah atau jijik dari Dimitri. Malah ia melihat pandangan nya menghangat.


" Selamat datang di keluarga Rey, Saya tidak akan mengusir atau memasukkan mu ke penjara sesuai pikiran mu. Aku hanya ingin memberikan hak mu sebenarnya." ucap Dimitri sambil tersenyum tipis.


" Hak apa?" tanya Reymond yang tidak mengerti ucapan Dimitri.


" Menjadi seorang pangeran." jawab Dimitri singkat dan penuh keyakinan.


...****************...


" Aku tidak percaya Father bisa melakukan itu." ucap Silas sambil berbaring di pangkuan Aresta.


Setelah pemakaman ibu ratu sempat ada keributan dengan Julie yang menghinanya beserta ibunya. Awalnya Silas sempat kecewa karena ayahnya tidak mau membantunya. Tetapi kenyataan adalah sekali lagi ayahnya membuktikan bahwa dirinya anak kandungnya dan mengumumkan status ibunya. Itu membuat Silas bahagia.


" Mungkin Father mu sudah tidak bisa menahan ucapan Julie lagi. Bahkan tadi Mommy ingin sekali memukulnya jika saja father mu mengatakan sesuatu yang membuat nya malu." ucap Aresta menggebu-gebu masih kesal dengan Julie menghina puteranya.


Silas yang melihat sikap energik ibunya membuatnya sedikit lucu. Karena di kehidupan sebelumnya ibunya tidak menampilkan sifat aslinya selain datar dan mulutnya yang suka menghina.


Tapi tiba-tiba saja Silas mengingat kejadian di lorong tadi.


Aresta menggangguk kepalanya sambil memikirkannya.


" Benar tidak mungkin beliau kecelakaan jika tidak ada seseorang yang melakukan nya secara sengaja. Jadi apa orang itu sudah mulai bergerak bukannya seharusnya dia melakukan sekitar 11 tahun lagi." ucap Aresta mengingat cerita Silas ketika berusia 18 tahun.


Silas terdiam sejenak dirinya masih tidak mengerti mengapa semuanya perlahan mulai berubah. Pastinya orang itu akan bergerak lebih cepat dari perkiraan.


" Mom, aku harap kau berhati-hati mereka mengincar nyawamu." ucap Silas memperingatkan Aresta.


Aresta langsung menggangguk kepalanya memang sekarang situasi semakin memburuk dirinya harus berhati-hati. Ia tidak apa yang akan dilakukan orang itu untuk mendapatkan nya.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Julius sedang duduk di kursi kerjanya sambil matanya menatap ke arah foto dirinya dengan seorang wanita berambut cokelat sedang menggendong gadis kecil dengan senyum cerahnya.


Sesuatu yang sudah ia simpan selama lebih 26 tahun terakhir. Rahasianya yang membuatnya hidupnya hancur akibat kehilangan mereka. Membuat nya menjadi pria ambisius untuk mendapat kekuasaan.


" Maafkan aku yang telah mengecewakan kalian." ucap Julius dengan tatapan sendu menatap foto itu sebelum kemudian mengambil nya dan menaruhnya di laci serta menguncinya hingga rapat.


Seperti rahasia nya yang membuat hidup nya berubah.


Countine....