
Dimitri langsung menangkap tubuh Silas yang melimbung sebelum jatuh ke lantai dan menggendong. Entah apa perasaan ini ketika Dimitri menggendong putera nya untuk pertama kalinya ada perasaan hangat dan juga penyesalan karena tidak pernah melihat tumbuh kembangnya dari bayi.
Reymond yang melihatnya tersenyum karena meskipun wajah datar Raja nya terlihat ada setitik ketenangan ketika menggendong anak kandungnya setelah sekian lama tidak pernah di lihatnya ataupun di ketahui nya.
" Jadi apa rencana anda, Yang Mulia. apa anda akan membawanya kembali atau tidak?" tanya Reymond yang penasaran langkah Raja nya selanjutnya.
Dimitri terdiam sambil melirik sejenak Silas yang tertidur di pelukannya sebelum kemudian menjawab.
" Saya akan menemui ibunya karena saya yakin dia ada di sini." ucap Dimitri sambil tersenyum misterius.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Aresta merasa gelisah karena sampai sekarang Silas belum kembali. Karena tidak biasanya anaknya begitu lama berada di supermarket. Memang ini bukannya puteranya berada sendiri di tempat umum mengingat usianya yang lebih tua daripada tubuhnya jadi Aresta tidak perlu khawatir bahwa anaknya akan di tipu untuk di culik.
Tapi Aresta sekarang tidak bisa menyembunyikan perasaan takutnya kalau saja Silas di culik dan kemungkinan dia tidak akan bertemu dengan anaknya lagi. Jadi Aresta memutuskan untuk turun dari mobilnya dan menyusul anaknya.
Saat Aresta ingin sampai di dekat pintu supermarket tiba-tiba saja ada beberapa orang yang berpakaian jas mengepung jalannya.
" Buat apa kalian menghalangi jalanku minggir aku harus menemui puteraku." ucap Aresta dengan kasar mendorong salah satu tubuh orang itu.
Aresta terus berusaha masuk sebelum tiba-tiba saja ada suara seseorang yang membuat sekujur tubuhnya menggigil.
" Sudah bermain petak umpet nya Aresta Key Arendelle."
Sedangkan orang yang ternyata Dimitri tersenyum tipis melihat bahwa Aresta wanitanya menatap takut pada nya. Tiba-tiba saja dia mengingat pada malam dimana mereka melakukan malam yang paling menyenangkan bersama.
" Jadi sampai kapan kau menatap takut pada ku?" tanya Dimitri sambil memasang wajah polos palsu.
Aresta yang mendengarnya seketika tersadar dan mendorong kasar Dimitri hingga terjatuh membuat orang-orang itu menondonkan pistol ke arahnya. Aresta langsung panik melihat semua orang ingin menembak nya dan melihat sekeliling tidak ada orang lain selain mereka membuat nya takut.
Dimitri yang melihatnya langsung berdiri dan mengangkat tangannya menyuruh anak buahnya untuk menurunkan pistol mereka. Tentu saja orang-orang itu menuruti perintah Dimitri.
" Jadi bagaimana kalau kita bicara bersama berdua sambil bernostalgia dengan masa lalu." ucap Dimitri menawarkan Aresta.
Aresta langsung menatap tajam Dimitri dan menamparnya dengan kasar.
" TIDAK AKAN BUKANNYA HUBUNGAN KITA HANYA SATU MALAM SAJA DAN SEKARANG PERGI DARI SINI KITA TIDAK ADA HUBUNGAN LAGI. AKU INGIN MENEMUI ANAK KU." ucap Aresta sambil mengeluarkan semua emosi yang belum ia keluarkan.
Dimitri sama sekali tidak terpengaruh dengan sikap kurang sopan Aresta sebelum kemudian dia mencondongkan tubuhnya ke arahnya untuk melihat manik matanya yang membuatnya hanyut.
" Sayangnya saya tidak akan menerima penolakan. Jadi kau terima atau tidak akan menemui puteramu ralat putera ku yang kau sembunyikan Aresta key arendelle." ucap Dimitri sambil menatap tajam Aresta.
Countine....