I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Ancaman Dimitri Kepada Countess Vicon



Karena tiba-tiba saja Dimitri mencekik leher Countess Vicon dengan kuat. Membuat sekitarnya panik terutama Aresta yang memegang tangan Dimitri.


" Lepaskan Dimitri kau tidak bisa melakukan itu." ucap Aresta berusaha melepaskan tangan yang mencengkram leher Countess Vicon.


Sayangnya Dimitri sama sekali tidak mempedulikan ucapan Aresta karena amarahnya sudah menguasainya. Dia sama sekali tidak menyukai seseorang yang menghina wanitanya terutama ibu dari Puteranya.


Silas yang baru saja datang bersama Reymond terkejut melihat Dimitri mencengkram leher Countess Vicon dengan ekspresi amarahnya. Terutama Reymond yang wajahnya sudah pucat dia sudah tahu ekspresi murka sama sekali tidak baik bagi orang itu.


" Ingat satu hal anda hanya bawahan saya jika saya mendengar lagi bahwa anda menghina calon ratumu dan adalah isteriku.Jangan harap nyawa anak mu yang berada di istana hidup ingat itu." ucap Dimitri mengancam Countess Vicon dengan suara rendah hampir berbisik. Jadi tidak ada yang mendengarnya selain Aresta dan Countess Vicon.


Countess Vicon yang mengetahui bahwa ancaman Raja Dimitri tidak main-main hanya bisa mengangguk kepalanya sebab lehernya merasa sakit tidak bisa mengeluarkan suaranya.


Dimitri yang melihat Countess Vicon sudah lemah langsung menjatuhkannya hingga tersungkur. Tanpa mempedulikan sekiranya Dimitri ia menyeringai.


" Rey urus mereka jangan sampai ada yang membicarakan nya atau mereka kehilangan nyawanya." ucap Dimitri kepada Reymond dengan matanya melihat kerumunan yang memperhatikannya sejak tadi.


Setelah itu Dimitri mengangkat Silas ke dalam gendongannya dan menarik tangan Aresta untuk keluar dari mall. Melihat itu Aresta hanya bisa diam tanpa melakukan apapun sebab ia terlalu takut melihat ekspresi kemarahan Dimitri barusan.


Sampai ke dalam mobil Aresta dan Silas di duduk kursi belakang Dimitri juga masuk ke dalam dan duduk di samping Aresta yang terlihat terkejut.


Dimitri hanya mendiamkannya karena ia tahu Aresta butuh waktu untuk merenung. Sampai hotel Aresta langsung keluar mobil tanpa mempedulikan Dimitri dan Silas yang masih di dalam mobil.


" Sepertinya begitu, tapi aku melakukannya untuk membuatnya tidak tertindas oleh wanita sihir itu. Aku sama sekali tidak menyukainya." ucap Dimitri dengan ekspresi jijik mengingat Countess Vicon yang menghancurkan harinya bersama keluarga kecilnya.


Mendengar perkataan Dimitri tidak mungkin Silas tidak setuju. Ia tahu sejak menikah dengan David Mothernya selalu mendapat tekanan dari keluarga ibu dari David yang sama sekali tidak menyukai Mother nya. Mengingat dia terlahir dari keluarga biasa dan merupakan single parent membuat keluarga besar Countess memandangnya jijik. Membuat Silas mengingat nya merasa muak dan ingin memberikan pelajaran.


" Dad jika kau ingin membalas keluarga mereka ajak aku. Aku ingin ikut karena tidak akan ku biarkan mereka menginjak Mother lagi." ucap Silas dengan geram tanpa menyadari bahwa barusan dia memanggil Dad kepada Dimitri.


Dimitri yang mendengarnya terperangah mengetahui Silas memanggil nya Dad. Membuat perasaannya senang karena perlahan-lahan Silas mulai menerimanya.


" Baiklah. kalau begitu kita keluar menyusul Mother mu dan urusan Countess Vicon biar aku yang urus." ucap Dimitri menjawab keinginan Silas.


...****************...


Sedangkan di sisi lain David baru saja mengendarai mobilnya ke sebuah hutan yang jauh dari pusat kota Kopenhagen. Selama hampir 3 jam David akhirnya memakirkan mobilnya ke sebuah rumah minimalis.


David menghela nafasnya sebelum keluar dari mobilnya dan senyumannya terbit ketika melihat....


Countine...