I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Perdebatan David dan Dimitri



" Akhirnya kita bertemu David de devinci sudah lama sekali saya ingin bertemu dengan anda." ucap Dimitri dengan aura gelap melingkupi seluruh tubuhnya.


Membuat David sedikit gemetar berada di dekat Raja. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa pria yang di sebut Raja nya bukan orang yang sembarangan.


" Silahkan duduk, Yang Mulia." ucap David mempersilahkan Dimitri untuk duduk di seberangnya.


Dimitri duduk sambil memandang meneliti David dari atas ke bawah. Pria yang membuat wanitanya jatuh cinta kepadanya.


" Saya tidak perlu membuang waktu lagi tujuan saya ingin bertemu dengan anda adalah ceraikan Aresta." ucap Dimitri yang memberitahu tujuan nya datang.


David yang mendengarnya terkejut dan langsung menggebrak meja di depannya dengan kuat.


" ANDA TIDAK BISA MELAKUKAN HAL SEPERTI ITU KEPADA SAYA. SAYA TIDAK AKAN PERNAH MENCERAIKAN NYA KAMI SALING MENCINTAI." ucap David dengan teriak di depan Dimitri.


Membuat beberapa orang yang berdiri di belakang Dimitri langsung menondonkan pistol ke arahnya. Tapi itu di hentikan oleh Dimitri dengan mengangkat satu tangannya.


" Kalian hanya perlu diam jangan bertindak gegabah." ucap Dimitri dengan nada suara perintah.


Membuat para Bodyguard langsung menurunkan senjatanya dan membungkuk hormat. David yang melihatnya berdecih melihat bertapa mereka sangat menghormati Raja di depannya.


Dimitri mengambil segelas vodka dengan meminum nya dengan tenang sambil memperhatikan lawannya yang terbakar emosi.


" Sepertinya ini tidak akan mudah." batin Dimitri.


David yang masih berdiri mengepalkan tangannya ia tahu bertapa ambisinya ibunya untuk mendapatkan posisi tertinggi di samping sang raja menteri. Meski sekarang dia belum mendapatkan nya pasti nya ibunya akan melakukan nya walaupun resiko nya adalah keluarga nya sendiri. Di situlah awal permasalahan rumah tangga yang terjadi kepada kedua orang tuanya sampai akhirnya ayahnya merasa lelah dan menerima tawaran penceraian ibunya.


" Saya tidak akan melakukan meski kau mengancam ibuku. Aku sama sekali tidak peduli." ucap David dengan tegas.


Dimitri yang mendengarnya langsung melemparkan kepalanya ke belakang dan tertawa terbahak-bahak. Membuat para bodyguard yang berada di belakang meneteskan keringat dingin mengingat bahwa tawa sang raja bisa berdampak buruk bagi lawan nya. Sang Raja tidak akan pernah melepaskan musuhnya dengan mudah sampai membuat mereka menderita terlebih dahulu.


Dimitri menghentikan tawanya sebelum kembali berbicara.


" Sayangnya kau tidak bisa menolak tuan David. Karena Aresta akan menjadi milikku dan akan menjadi Ratu. Jadi segera ceraikan dia atau saya akan melakukan sesuatu yang buruk kepada keluarga mu." ucap Dimitri sambil menyeringai melihat raut wajah pucat David.


David yang mendengarnya menegang dirinya tidak ingin menceraikan Aresta wanita yang sangat di cintai nya. Tapi jika tidak melakukannya keluarga nya pikir David.


" Saya tahu rahasia mu yang selama ini kau sembunyikan dari Aresta dan keluarga mu. Pasti mereka kalau tahu semuanya akan membencimu. Jadi pikirkan keputusan mu atau saya akan bergerak supaya Aresta tahu kebusukan mu. Selamat siang." ucap Dimitri yang berdiri pergi bersama bawahannya.


Meninggalkan David yang berdiri masih dengan raut wajah pucat nya.


" Tidak mungkin dia mengetahuinya bukan....


Countine...