I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Pembalasan Dendam Seorang Adik



Ketika Emily sedang berpikir tiba-tiba saja terdengar suara letusan keras di dekatnya.


Dor...


" Apa yang terjadi sopir?" tanya Emily dengan panik kepada sopir yang mengendarai mobilnya menuju ke pedesaan.


" Sepertinya ban depan mobil pecah, Yang Mulia. Saya akan memeriksanya terlebih dahulu." ucap Sopir itu bukannya berniat untuk keluar dari mobilnya tapi malah tiba-tiba saja mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkannya kepada Emily.


Emily yang melihat pistol di arahkan kepadanya ekspresi wajahnya sudah panik sambil menatap sopir tampaknya sedang menyeringai pada nya.


" Apa mau mu?" tanya Emily berusaha menutupi wajah paniknya.


Sopir itu langsung tertawa terbahak-bahak melihat ketakutan wanita paruh baya pada nya.


" Ini adalah pembalasan dendam." jawab sopir itu membuka topi yang menutupi identitasnya.


" Siapa kau?" tanya Emily lagi yang merasa asing dengan pria paruh baya yang terlihat seusianya.


Sopir itu memiringkan kepalanya sebelum kemudian tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.


" Hahahaha....ibu ratu yang sok polos, apa kau sama sekali tidak tahu kesalahanmu. Sungguh menyedihkan melihat isteri selingkuhan kakak ku ketakutan." ucap Sopir itu.


Langsung saja seketika ekspresi wajah Emily pucat pasi.


" Apa kau adik dari Ariana?" tanya Emily dengan terbata-bata.


" iya tapi sekarang aku harus membalas dendam atas kematian yang kau rencanakan. Pastinya putera mu akan bersyukur akan kematian mu karena telah menyingkirkan seseorang yang berniat membunuh calon isterinya. Jadi selamat tinggal Ibu Ratu." ucap sopir itu yang tanpa berniat memberikan kesempatan Emily dan langsung menembakan pistolnya ke arah dahi serta dada Emily.


Hingga seketika Emily sekarat dengan darah bercucuran di jok tempat duduknya.


" Maafkan ibumu Dimitri karena telah memberikan mu beban yang berat dan berniat membunuh wanita yang kau cintai. Semoga saja kau akan bahagia bersama isteri dan cucuku." batin Emily yang sekarat sebelum kemudian menutup matanya selamanya.


Sopir itu tersenyum puas melihat orang yang sangat di bencinya mati setelah itu ia keluar dari mobil. Keluar dari mobil sopir itu langsung menuangkan bensin di sekitar dan menyalakan api menggunakan korek.


Duarrr...


...****************...


" TIDAK."


Dimitri yang tiba-tiba saja berteriak ketika terbangun dengan nafas memburu. Dimitri memimpikan buruk tentang ibunya dan sekarang perasaannya merasa tidak enak.


Aresta yang kebetulan tidur di samping Dimitri ikut terbangun dan memegang tangannya.


" Apa yang terjadi Dimitri, Mengapa kau bangun?" tanya Aresta dengan suara lembut setelah melihat Dimitri yang terbangun dengan keringat bercucuran di dahinya.


Dimitri terdiam sebelum kemudian memeluk erat Aresta berusaha menenangkan diri dari mimpi buruknya barusan.


Aresta hanya mengelus punggung Dimitri yang bergetar dengan masih kebingungan dengan apa yang terjadi pada calon suaminya.


Tidak lama setelah itu Dimitri membuka suaranya.


" Apa aku salah telah membuat ibu pergi dari istana, Aresta?" tanya Dimitri tiba-tiba saja bertanya.


" Aku tidak tahu itu semua keputusan mu, Tapi aku yakin suatu hari nanti ibumu akan berubah menjadi lebih baik. Sekarang lupakan buruk dan segera tidur. Besok kita telepon untuk mencari keberadaan ibumu." ucap Aresta memberikan solusi.


Dimitri berpikir karena tidak mungkin dirinya menelepon ibunya sekarang mengingat sekarang sudah dini hari pastinya ibunya sudah tidur.


" Semoga saja ibu baik-baik aku akan menghubungi nya besok." batin Dimitri.


Dimitri sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi pada Emily dan besok pasti akan ada berita gempar mengenai hal itu.


Countine...