I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Firasat



Kalau begitu silahkan keluar dari rumah aku tidak mempersilahkan kau datang lagi sebelum mengubah pikiran mu untuk menerima Aresta." ucap David yang mengusir Countess dengan kasar.


Countess mengepalkan tangannya mendengar ucapan David yang tidak sopan. Pandangannya mengarah ke Aresta orang yang telah membuat anaknya berubah melawannya.


" Suatu hari nanti akan aku pastikan kalian akan berpisah dan kau akan dibuang untuk kedua kalinya seperti ayah anak haram mu itu." ucap Countess mengutuk Aresta.


Setelah mengatakan itu Countess berjalan keluar tapi pandangannya tanpa sengaja melihat ke arah tangga dan ada seorang anak laki-laki sedang menatap nya dingin. Entah kenapa Countess sedikit takut dengan tatapan itu tapi ia mengacuhkannya.


Catherine melihat ke arah David dan Aresta yang saling bergandengan tangan. Ia merasa cemburu dan tidak terima melihat David bersama wanita lain.


" Aku jamin bahwa hubungan kalian tidak akan lama." ucap Catherine sebelum melangkahkan kakinya pergi.


Melihat kepergian Catherine dan Countess membuat tubuh Aresta seketika lemas jika tidak David memegang pinggang.


" Apa kita tidak berhak bahagia, aku tidak mau berakhir buruk untuk kedua kalinya." ucap Aresta dengan pelan sambil air matanya menetes.


David yang mendengarnya merasa sakit hatinya melihat keadaan isterinya tercintanya. Memang David sangat tidak menyukai ibu kandungnya yang melantarkan nya demi seorang pria yang lebih kaya dari pada ayahnya dulu.


" Tenang saja sayang aku tidak akan membiarkan mereka menghancurkan meski lawan ku adalah seorang Raja." ucap David bagaimana mereka melarikan diri menghindari seorang Raja yang ingin mengambil wanita tercintanya.


Sedangkan Silas yang masih berdiri di dekat tangga mendengar semua percakapan Mother nya dan Father nya.


" Aku tidak tahu apa kalian bisa mempertahankan hubungan ini lebih lama. Mengingat dia tidak akan melepaskan yang menjadi miliknya." ucap Silas sambil melihat kedua orangtuanya berciuman mesra di ruang tamu tanpa mengetahui keberadaannya.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Emily yang baru saja sampai di tempat istana peristirahatan bersandar di dekat jendela termenung.


Sampai sekarang dia belum mempercayai bahwa ia di buang oleh anak kandungnya sendiri.


Padahal anaknya merupakan salah satu anak yang selalu menuruti perintahnya setelah kematian suaminya. Dia berubah dan selalu bekerja keras untuk mempertahankan tahta anaknya sebelum di ambil oleh paman nya yang haus tahta.


Sampai membuat para pelayan yang berdiri di depan pintu tubuhnya bergetar.


" Apa ibu ratu sudah gila karena di kirim oleh Raja Dimitri ke sini?" tanya salah satu dari mereka.


" Mungkin ini adalah hukuman yang pantas setelah kejahatannya selama ini." jawab nya sambil mengepalkan tangannya.


Pelayan yang sedari tadi mengajaknya berbicara hanya menghela nafasnya.


" Semoga saja." ucap nya.


...****************...


Dimitri yang baru saja mencapai Denmark langsung menyuruh orang untuk memantau Aresta.


Dia harus melakukannya supaya wanitanya beserta anaknya tidak kabur lagi untuk kedua kalinya.


Melihat ada sebuah minimarket Dimitri menyuruh sang sopir untuk berhenti sebentar.


" Yang Mulia, apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya Sopir sambil menundukkan kepalanya tanpa berani melihat sang Raja.


" Tidak usah biar aku sendiri jangan memanggilku begitu di negara asing. Saya tidak ingin ada seorangpun yang tahu." ucap Dimitri sebelum keluar dari mobil.


Dimitri yang masuk ke minimarket berjalan ke arah stan minuman dan ketika tangan nya Ingin meraih sesuatu ada sepasang tangan kecil yang mendahuluinya. Dimitri melirik ke arah samping nya dan terkejut.


Begitu juga orang yang ada di sampingnya melihat ke arah Dimitri dengan pandangan yang sama.


" Tidak mungkin...firasatku benar....


Countine...