
Sabtu akhirnya tiba, Angel janji bakalan jemput aku untuk ke acaranya.
Tapi yang datang malah honda Brio hitam, siapa lagi kalau bukan Jeno si kadal.
Aku mendengus kesal saat Jeno turun dan membukakan pintu mobil mempersilahkan aku masuk tentu saja dengan gigi gingsulnya yang nampak.
Terpaksa aku ikut Jeno.
"Lama nggak ketemu ya Ai, wah gue kangen banget sama lo makannya gue jemput lo dan karena emang Angel udah berada disana sama Daniel. " cerocos Jeno.
"Perasaan dua hari yang lalu kita barusan ketemu"
Jeno diam, kayanya dia berpikir mau jawab apa.
"Gue lagi ngerjain tugas sama Yolanda. "
Aku tidak peduli hanya diam hingga tempat tujuan.
***
Tiba
Aku langsung berbaur dengan Angel dengan wajah manyun.
"Dih nggak usah manyun kali, kan ada oppa Jeno yang jemput juga. " Angel tidak merasa bersalah.
"Sejak kapan gue suka dijemput Jeno? " bisikku agar Jeno nggak tersinggung.
Ternyata ini acara ulang tahun Daniel jadi sangat meriah dan banyak teman-temannya yang datang.
Aku melihat ada punggung yang aku kenal dimeja bartender, dia menggunakan outfit kemeja kerja. Seperti punggung Kalvin, entahlah karena aku ragu.
Angel mengajakku ke lantai dance, tapi aku nggak minum miras sama sekali karena emang aku nggak bisa. Beda dengan yang lainnya sudah pada teler berjoget tidak jelas. Apalagi Jeno sudah nggak karuan bentuknya.
"Lo deket Jeno aja Ai, soalnya makin malam makin ramai ni, jadi berbahaya. " saran Angel lalu mendorongku kehadapan Jeno.
Aku lihat sepertinya Jeno sangat kacau, kalau kaya gini yang ada aku yang harus jagain ini anak.
Tapi ketika ada yang menyenggol ku tidak sengaja karena memang ramai jadi aku tidak tahu. Jeno menangkapku memegangi kedua pundakku hingga jarak diantara kami sangat dekat.
Cup
Sedetik kemudian ada tangan kekar memukul wajah Jeno . Seketika dia tumbang. Orang yang memukulnya ternyata Kalvin?
Wao kenapa bisa dia ada disini? jadi orang yang tadi duduk benar dia.
"Jangan pernah lo berani nyentuh milik gue! apalagi nyium! bangsat! " Kalvin menarik baju Jeno.
Jeno bangkit melepaskan cengkraman itu.
"Siapa lo? " Jeno berteriak dan menantang Kalvin.
"Gue milik Aina dan Aina milik gue kita saling cinta dan bercinta. " teriak Kalvin yang sepertinya juga mabok.
Terjadilah berkelahian yang menghebohkan.
Aku malu, apalagi Kalvin berkata seperti itu apa harus dunia tahu kalau kita pernah melakukan itu.
Aku keluar dari sana, tapi ternyata Kalvin mengejarku. Tentu saja aku dengan mudah ditangkap karena aku berjalan pun pelan sambil menangis. Angel dan Daniel juga mendapati aku.
"Aina ayo aku antar pulang" Kalvin menarik tanganku.
Angel menghempaskan nya, "siapa lo? "
Angel melihatku bertanya siapa dia.
Sepertinya memang aku harus berbicara dengan Kalvin.
"Ini mas Kalvin, gue nggak papa" Aku mengikuti Kalvin.
"Aina kalau ada apa-apa segera hubungi kita. " Daniel memperingatkan, aku mengangguk.
Ketika aku digandeng Kalvin sudah dekat dengan sebuah mobil yang aku rasa mobil Kalvin,ada Jeno mengejar. Aduh apalagi ini kenapa kaya drama gini.
"Ai, siapa dia? " tanya Jeno dengan menahan sakit, karena ternyata Jeno kalah sudah terlihat jelas wajahnya babak belur.
"Lo nggak jelas tadi? heh? belum puas? mau cari mati lo? " teriak Kalvin.
Jeno malah tertawa aneh, "jadi selera lo yang kaya gini? oh ok, gue udah tahu alasan lo selalu nolak gue. Lo sama aja! " Jeno meludahi mobil Kalvin.