
Semuanya berusaha mengerti, mereka pikir ini musibah buat gue. Dan pelajaran dalam hidup gue.
Semenjak itu gue nggak mau pacaran, gue menutup hati ini. Hingga gue habiskan waktu gue hanya untuk belajar dan bekerja. Saat semester akhir orang tua gue ngelarang gue untuk bekerja, mereka juga akan mengirimi uang lebih. Jadi gue konsentrasi belajar saja.
Hasilnya gue lulus jadi lulusan terbaik di SMA gue. Semua kaget gue yang nggak pernah juara berhasil mendapatkan nilai hampir sempurna di ujian akhir.
Mungkin, otak gue kalau konsentrasi penuh gue bisa berhasil.
Gue jadi nggak percaya yang namanya cewek cantik, kalau ada yang mendekat gue sih welcome emang gue tipe cowok menyenangkan gitu. Jadi para cewek bakalan nyaman sama gue.
Hingga gue masuk kuliah pun tidak ada satu cewek yang bisa nyangkut di hati gue, karena semuanya cewek cantik bagi gue itu murahan. Pasti mereka akan memanfaatkan kecantikannya untuk merayu para cowok.
Gue di kampus mempunyai banyak teman, bahkan gue punya geng-gengan nggak jelas. Ada Daniel, Alex dan Ken. Mereka bertiga sahabat gue yang gila.
Daniel dan Alex anak orang kaya yah semacam tuan muda gitu. Kalau gue dan Ken masih di kalangan bawah tapi kami tidak pernah membeda-bedakan satu sama lain.
Gue pindah kos bareng Ken, kami tinggal satu kamar biar irit. Yah walaupun orang tua gue memberikan uang yang cukup lebih buat sewa sendiri gue sih lebih baik buat yang lain. Alias buat ke klub dan hura-hura.
Kehidupan gue saat kuliah lebih nakal, karena circle gue mungkin ya, ketularan anak orang kaya gitu. Bahkan gue pernah nyoba barang terlarang yang dibawa Daniel. Tapi nggak sampai ketagihan, cuma coba-coba aja kalau iseng. Nggak kaya Daniel pemakai parah.
Kami berempat juga selalu kompak dalam berbagai hal.
Tapi kalau urusan tugas gue yang jadi budak mereka, sialan emang mereka tuh.
Ken itu orang padang dia dulu dari pondok pesantren kasian sekali dia bergaul sama kami jadi ikut berbuat maksiat. Lupa deh kalau dia santri.
Alex nantangin gue buat pacaran. Karena selama kami berteman cuma gue aja yang nggak pernah pacaran.
Lalu gue hanya berusaha mendekati cewek-cewek cantik tanpa niat macarin paling gue phpin doang, brengsek nggak sih gue. Enggak lah gue cuma iseng aja kok.
Lalu Alex punya kenalan cewek namanya Sonya,katanya dia cewek yang bisa dipakai dan dibayar, hah najis.
Sonya punya teman cantik yang selalu dia ajak kemanapun, kalau ada Sonya ya ada itu cewek.
"Gue tantangin lo buat jadiin Aina pacar,dia cantik Jeno. Tipe lo gitu polos dan manis. " kata Alex ketika melihat Sonya dan temannya yang ternyata namanya Aina.
Namanya kaya orang kampung, lugu dan manis gitu. Sesuai dengan orangnya bahkan dia cantik banget kalau dilihat dari dekat.
Saat ini Sonya dan Aina sudah berada tepat dihadapan gue dan Alex.
"Kenalin nih Ai, temen gue namanya oppa Jeno yang ganteng dia idol k-pop. hahahahah" Daniel si gila memperkenalkan kami.
"Hai" sialan gue pakai acara salah tingkah segala lagi.
"Hai, gue Aina. Salam kenal ya" akhirnya suaranya keluar.
Aduh, kenapa suaranya bisa serenyah gitu ya.
Tapi gue mesti hati-hati nih sama tu cewek, dia temennya Sonya cewek yang bisa dipakai. Jadi gue rasa Aina sama kaya Sonya. Gue nggak boleh tertipu dengan cewek model kaya gini.