Aina

Aina
Ep 57



Hari ini aku bakalan dijemput Marsel untuk diajak ke butik untuk membeli gaun buat pesta. Disana nanti juga ada Angel dan mamanya.


Aku barusan menyelesaikan shooting iklan di kedai. Yang membuatku gugup nggak karuan seharian ini. Bagaimana tidak semua adegan yang aku ambil diulang berulang-ulang. Adegan makan aja harus diulang terus sampai aku kenyang.


"Untung lo cakep jadi walau agak kaku lumayan lah, Mudah-mudahan banyak yang suka dan menarik perhatian netizen. " komentar Zen saat sudah selesai sambil memutar ulang hasilnya.


Aku merasa bersalah loh, karena nggak bisa maksimal dan memuaskan.


"Maaf ya, kan gue udah bilang kalau gue nggak jago. " penyesalanku yang aku sampaikan pada mereka berempat.


"Apaan santai aja kali, ini mah bagus, lihat aja banyak yang nge like habis ini. Setelah gue posting. " hibur Rama.


Lalu kami hendak pulang, barengan ke parkiran.


Sudah ada Marsel yang nungguin didekat mobilnya.


"Katanya bukan pacarnya? kok dijemput ? " tanya Zen kepo.


"Emang bukan, ada urusan aja. Sudah ya gue duluan. " aku pamit.


Ketika tahu aku mendekat, Marsel dengan senyum mengembang seketika membukakan pintu mobil untukku.


Hah, aku yakin anak-anak itu pasti bakalan bergosip lagi.


Sudah lah biarin aja. Aku masuk dengan tenang ke mobil Marsel, lalu disusul olehnya dari sebelah.


"Mau makan dulu atau langsung? " pertanyaan Marsel bikin aku teringat berapa banyaknya tadi aku makan mie di kedai.


"Sudah kenyang aku mas"


"Oh, ya sudah. " katanya santai sambil melajukan mobilnya.


Suasana hening, agak ada kecanggungan.


"Bagaimana dengan Gres mas? kalau dia siap kamu ajak ke pesta mungkin dia aja yang datang" tanyaku memecah keheningan sekaligus aku memang penasaran.


Rasanya sudah tidak tahan lagi untuk terlepas dari hubungan bohongan dengan Marsel ini.


"Entahlah, lagian kalaupun dia mau kamu tetap datang Ai. Kamu sudah seperti keluarga kami." Marsel melihatku singkat.


"Dan aku minta maaf ya Gres bikin kegaduhan di kantor kamu. "suara Marsel lembut.


Kemarin aku langsung menceritakan bagaimana Gres yang secara sengaja bikin marah dan bikin gosip yang murahan agar aku dibenci dan dipecat. Untung saja pak Doni baik hanya marah-marah tidak sampai memecat ku.


" Iya sudahlah, lagian ini salah Gres bukan kamu."


"Tetap aja ini gara-gara aku Ai"


Lalu setelah itu kami diam hingga tempat tujuan.


"Sebenarnya aku pingin nya milih kamu yang aku kenalin ke keluarga besar besok malam. Aku kayanya sudah tidak ada perasaan apapun pada Gres. Sebenarnya aku nggak pernah mengajaknya untuk ke pesta besok, jadi kamu harus tetap menjadi pendampingku Aina. " tutur kata Marsel saat tiba di parkiran deretan ruko depan butik yang dimaksud tadi.


Aku merasa bingung dengan ucapannya, aku nggak bisa meresapi dengan baik apa maksudnya.


"Maksud mas Marsel apa? "


"Kan baru kayanya mas, sudahlah mungkin itu efek pura-pura pacaran jadi kebawa suasana aja mas, bukannya Gres itu cinta sejati mas Marsel dari dulu? "


Marsel menggeleng, matanya sendu terlihat serius.


Aku abaikan orang aneh ini, aku buka pintu mobil dan turun.


Melangkahkan kaki, baru selangkah lebih jauh dari mobil tubuhku diraih Marsel dari belakang. Dia memelukku erat, sialan ini orang. Nggak tahu apa ini ditempat ramai.


"Ai, aku serius. Pikirkan lagi tentang hubungan kita. Kita mulai dari sungguhan bukan bohongan." kayanya lalu melepaskan pelukannya.


Kini tangannya yang meraih jariku dan menautkan jarinya, lalu menarik ku masuk kedalam.


Didalam ternyata ada Angel dan tante Mery yang melihat adegan menyebalkan tadi.


"Ehmm, mesra-mesraan di pinggir jalan. Nggak lihat apa banyak yang jomblo" Angel menggoda kami.


Aku hanya diam malas, karena masih sebel dengan Marsel.


"Iya biasa Aina lagi ngambek jadi tadi gue bujuk gitu" Marsel bicara seenaknya saja.


Padahal perlakuan dia tadi yang bikin aku kesel.


Lalu aku diajak tante Mery kedalam memilih baju.


"Bikin kesalahan apa Marsel Aina? " tanya tante Mery saat memilih baju.


Apa ini kesempatanku buat menjelaskan kalau aku dan Marsel ingin putus. Tapi aku dan Marsel belum sepakat alasannya apa. Apa tidak apa-apa kalau aku punya ide sendiri.


"Bukan apa-apa kok tante, biasalah dalam hubungan."


"Tante harap Marsel tidak menyakiti kamu sayang, kalau sampai begitu bilang ke tante biar tante sendiri yang menghukumnya. " Tante Mery baik banget.


Aku jadi merasa bersalah telah membohonginya.


Lalu datanglah Angel sendirian. Aku rasa Marsel berada dibagian pakaian pria.


"Gue denger Gres balik, nggak ada guncangan kan dalam hubungan kalian? " tanya Angel tiba-tiba.


Aku yakin dia tadi denger apa yang aku dan mamanya omongin.


Aku memasang muka sedih, kayanya ini bisa jadi alasan biar aku dan Marsel putus.


"Mas Marsel dan Gres kayanya masih berhubungan tapi ketika ditanya katanya sudah berakhir. Entahlah. "


Angel terlihat marah, "biar gue habisin Marsel kalau dia berani ngeduain lo"


Tante Mery yang agak jauh lalu mendekat.


"Kenapa? Kak Marsel selingkuh? " tanyanya.


"Kayanya dia nggak bisa lupain mantan ma" jelas Angel menggebu-gebu.