Aina

Aina
Ep 50



Ketika sudah beres semua kami berangkat dengan mobil Gresia lengkap dengan sopir pribadinya.


Aku duduk didepan, dia sang nona duduk dibelakang.


"Manager baru ya mbak? " tanya sopir.


"Bukan, saya karyawan yang ada di kedai yang kita tuju" jawabku seadanya.


"Kalian nggak usah ngobrol! berisik!" suara kerasa dari belakang mendegungkan telingaku


Setelah sampai di kedai,


Zen si ketua marketing sudah menunggu diparkiran.


"Selamat datang mbak Gresia dikedai kami. " dia menyalami Gresia.


"Oh iya, makasih" Gresia menyambut dengan ramahnya.


Aneh banget, dia sama aku nggak pernah ramah


Lalu Zen minta ijin untuk masuk kedalam mobil. Dan menjelaskan bagaimana nantinya. Karena kali ini bakalan dibikin konten gitu di youtube. Jadi Zen memberi pengarahan ulang pada Gresia, sejauh yang aku amati Gresia mendengarkan dengan baik entahlah nanti bagaimana.


Kedai masih ramai karena masih jam setengah satu siang, lagian kalau kedai yang disini kapanpun pasti ramai.


Lalu tim kamera juga datang ada dua orang.


"Gue minta satu kamera dipegang Aina. " permintaan yang aneh dikeluarkan oleh Gresia.


Apa lagi ini? aku nggak tahu begituan.


"Tapi nona, saya nggak tahu caranya. "


"Baiklah, lo yang pegang HP gue. Gue juga mau bikin story pribadi dong. " Gresia lebih terdengar masuk akal.


Lalu kami mulai acaranya.


Aku memegang HP dia yang keluaran terbaru ini. Merekam segala aktifitasnya.


Dia memang terlihat cantik dan ramah di kamera. Ditengah ramainya pengunjung kedai yang sudah kami intruksikan agar bersikap biasa saja terhadap kehadiran model Gresia.


Ketika sudah duduk kemudian aku disuruh menyiapkan makananya.


"Terus ini gimana? aku megang HP " aku keceplosan suaraku pasti terekam kamera utama.


"Cut! "


"Duh Aina" gerutu Zen. " Mbak Gresia, bisa diulang dari duduknya. "


Aku merasa bersalah, jangan tanya muka Gresia sudah menunjukkan seolah akan memakanku.


Kemudian HP Gresia aku berikan pada Vino yang kebetulan mendekat. Tanpa suara aku segera berlari menyiapkan hidangan yang akan disajikan.


Aku membawanya dengan nampan.


Tiba didepan meja, entah kenapa kakiku seperti ada yang menjegal yang mengakibatkan makanan dan minuman tumpah. Untungnya tidak mengenai Gresia.


"Aina, lo ceroboh sekali! " Zen bicara keras.


"Maaf"


Aku membersihkan meja dengan segera karena ada pegawai kebersihan yang sudah siap siaga segera datang dengan lap.


Apa coba?


Setelah itu aku mengambil lagi makanannya. Dan konten dilanjutkan lagi.


Kemudian masalah datang lagi.


"Duh ini pedes gue nggak mau! " Gresia merengek.


Apa dia nggak tahu kalau mie di kedai ini memang pedas semua.


"Gimana biar saya ganti yang level 1? " saranku.


"Level 1 nggak merah Aina, nanti dikamera jadinya jelek. Kan menu andalannya yang pedes level dewa. " Zen tidak setuju.


"Pokoknya gue nggak mau makan pedes. " kata Gresia datar.


Alhasil membuat seluruh kru merasa kesal pada model cantik ini. Tadi aja memuja, sekarang lihat deh aslinya.


"Oh, iya kami mengerti memang makan pedas tidak baik untuk kesehatan apalagi di tengah kesibukan mbak Gresia. " kata Zen yang seakan menjilat.


duh aku kira dia kesal tapi ternyata tidak.


"Ya sudah Aina, cepat siapkan mie yang nggak pedas tapi nampak pedas. " perintah Zen menyebalkan.


Lalu aku harus cari dimana?


Aku bilang ke bagian yang masak, mereka malah bingung.


Lalu entah bagaimana cara mereka menyiasati nya bisa juga membuat mie yang nampak merah menyala tapi rasanya tidak pedas sama sekali.


Gresia malah membulatkan matanya karena melihat mie yang aku sajikan.


"Ini pasti pedas? lo mau ngeracun gue? " Gresia tidak percaya ternyata.


"Itu tidak pedas sama sekali nona, silahkan dicoba" aku memberikan sendok garpu padanya.


Gresia memakanya


"Ini aneh, ekpresi kepedesan nya nggka ada. " komentar Zen si bawel juga ini cowok.


"Coba diulang, Mbak Gresia coba akting seolah kepedesan ya? "


Gresia lalu menurut, tapi aku harus memberikan perona pipi pada pipinya agar terlihat kepedesan beneran.


Akhirnya shooting berakhir.


Semua kru marketing menjabat tangan Gresia yang sok ramah. Aku juga berusaha menutupi kekesalan ku dan mengucap 'Terima kasih'


Setelah itu kami makan bersama hingga menjelang sore.


"Mau pulang bareng gue? pacar gue mau jemput entar gue kenalin ke dia. " tawar Gresia ketika dia pamit pulang.


"Tidak usah nona, sekali lagi saya Terima kasih. Saya rasa cukup sampai disini pertemuan kita. " tolak ku seramah mungkin.


"Heh, lo kesal sama gue? " sinisnya sambil menyeringai iblis.


"Enggak kok" jawabku bohong.


"Ya sudah ayo bareng gue, pacar gue udah ada diparkiran" ajak nya