Aina

Aina
Ep 81



Di loteng cuma ada sepasang pelanggan jadi lebih nyaman berbicara disini.


Jeno sepertinya pusing perihal masalah kafe ini.


"Sekarang gue tanya lo disini tugasnya apa di kafe ini? "


"Owner lah" jawabnya tegas.


"Terus ngapain lo tadi melayani pelanggan terus bikin minuman juga . Terus karyawan tadi siapa namanya tugasnya apa? "


"Namanya Tio. Jadi gini kami selama ini kerja bareng-bareng. Jadi mereka bisa jadi bartender, bisa juga jadi pelayan. Kalau untuk pastry chef cuma si Bayu saja yang bisa karena kami belajar nggak ada yang bisa bikin pancake bahkan yang sederhana sekalipun. " jelasnya.


"Itu bagian pastry sudah benar cuma satu orang nah ini pelayan ngapain lo jadikan barista juga? "


"Ya biar semua bisa dong Na" jawabnya enteng.


"Jadi selama empat tahun ini sistemnya kaya gitu No? " aku geregetan sendiri.


"Hem" dia mengangguk.


"Lo nggak aneh gitu? nggak ada masalah juga? "


"Palingan cuma gonta-ganti karyawan gitu dan ada sih pas gue dinas di surabaya ada karyawan yang nyuri ketika dia jadi kasir. Tapi gue maafin, karena yang diambil nggak seberapa" Jeno menceritakan permasalahan kafe nya


"Kayanya management lo harus diperbaiki deh. Tapi lo nya malah mau pergi. "


"Makanya gue butuh elo" Jeno menatap ku.


"Bantu gue Aina. Gue belum percaya kafe ini ke mereka karena yang karyawan lama cuma Bayu. Dia sudah dua tahun ikut gue. Dia juga yang gue percaya kalau gue dinas keluar kota. Tapi dia nggak begitu ngerti kalau masalah keuangan jadi walaupun gue di surabaya gue mesti ngecek kesini hampir sebulan sekali."


"Ya Iyah dia bisanya masak masa harus ngurusin uang lo juga? " kesal mendengarnya.


Ternyata dibalik suksesnya kafe Jeno ada yang aneh dalam sistem kerjanya.


"Please bantu gue, lo satu-satunya harapan gue Na. Gue udah minta Alex dan Daniel tapi nggak ada yang mau lebih tepatnya mereka nggak minat dan nggak bisa dipercaya juga. Padahal mereka juga ikut investasi tapi mereka nggak peduli mau berkembang atau nggak. " Jeno memohon lagi.


Wajahnya memelas.


Aku jadi merasa kasihan dan gemas sendiri.


"Tapi gue juga nggak bisa ngatur waktu gue. Gue nggak yakin bisa kerja di dua tempat. "


"Berapa gaji lo? " tanyanya spontan.


"Gue bisa bayar lebih dari gaji lo. "


Wah tawaran yang bagus. Tapi tidak karena ini menjadi manager kafe. Bukan keahlian aku. Apa aku bisa menerima pekerjaan ini?.


"Ya mau ya jadi manager kafe gue? gue kasih bonus deh" bujuknya ke kanak-kanakan.


"Jangan lama-lama mikirnya gue udah lapar ini. " apa hubungannya coba.


Lalu Jeno mengajak ku turun kebawah.


Dia membawaku ke tempat tadi. Tapi disana sudah ada karyawan yang sedang membuat minum dan jadi kasir.


Ketika melihat kami mereka ingin pergi tapi dicegah Jeno.


Kami duduk di kursi bar malahan.


Jeno nampak menggunakan HP nya entah ngapain.


Aku hanya menikmati minuman coklat ku yang tadi yang sudah meleleh dinginnya dan manisnya berkurang.


"Ini namanya Tio dan yang ini Abi" Jeno memperkenalkan aku dengan dua karyawan yang ada didepanku.


"Hai gue Aina" aku memperkenalkan diri dan menjabat satu persatu mereka.


"Jadi ini pacar nya bos beneran nih" tanya Abi yang tempo hari kepo perihal hubungan ku dan Jeno.


"Bukan"


"Cepat amat jawabnya, padahal gue mau bilang calon istri. Wah gue ditolak lagi kayanya" Jeno mulai nih.


Tio dan Abi tertawa.


Lalu datang dari ruangan belakang, ada dapur didalam sana khusus buat tukang masaknya.


"Heboh banget ada apa ini? " tanya pria tambun itu.


"Ada cewek cantik lo ketinggalan" yang jawab Abi.


"Itu Bayu" kata Jeno pelan.


"Jadi ini yang namanya Aina bos? " tanya Bayu mengejutkan.


Gimana bisa dia tahu namaku, pasti dia teman gibah Jeno.


"Yoi, cakep kan? " jawab Jeno.


"Seperti yang gue bayangin, cantik banget malah." Bayu ternyata se frekuensi sama Jeno. " Hai mbak Ai, kenalin gue Bayu yang ahli bikin yang manis-manis tapi tidak bisa lebih manis dari dirimu. " dia ngakak.


"Heh jangan berani lo sama yang satu ini" kata Jeno malah bikin aku kesel.


Yah, sudah dipastikan nggak cuma aku yang dia ajak kesini dan dikenalin sama mereka.


Kapan dia berubah ya?