Aina

Aina
Ep 38



Gila, rasanya ini gila aku menerima tawaran Marsel untuk jadi pacar bohongan dia.


Aku memandangi langit-langit kamar ini dengan perasaan tidak percaya dengan apa yang aku lakukan tadi.


Tadi aku diajak kekamar Marsel, kamar itu nampak elegan kaya kamar-kamar hotel berbintang tidak banyak ornamen dan barang didalamnya. Memang kamar pria dewasa mungkin seperti itu.


"Sekarang katakan kamu mau apa dari saya sebagai imbalannya? " tanya Marsel yang langsung ke intinya.


aku ragu mengatakannya, "aku akan melakukan ini seperti aku bekerja jadi bayar aku berapapun yang aku mau. Jadi aku akan jadi pacar 'bohongan' mas Marsel selama setahun ini atau sampai Gres datang. "


"Baiklah aku setuju, berapa yang kamu minta? " Marsel dengan mudah menyetujuinya.


"220 juta, langsung transfer sekarang. "


Marsel diam, sepertinya dia berpikir.


"Ok, mana nomer rekening kamu. "


Aku segera memberikannya.


"Dan peraturannya kita tidak boleh saling jatuh cinta dan melakukan kontak fisik" pintaku.


"Kalau tidak boleh jatuh cinta aku setuju karena aku juga sangat cinta Gres dan kalau masalah kontak fisik aku nggak bisa janji karena kadang dibutuhkan itu saat kita berakting nanti didepan orang tua ku. " kata Marsel yang bikin aku sebel, dan aku malah salah fokus dengan aku-kamu biasanya saya gitu.


"Bagaimana? " tanya Marsel.


"Baiklah tapi kalau diperlukan saja, aku nggak mau dirugikan jadi jangan pernah mengambil kesempatan dalam kesempitan ya mas. " aku terpaksa menyetujuinya.


"Ok, kita bikin surat perjanjian aja kalau gitu. Lagi pula saya juga nggak akan sembarangan menyentuh atau mencium wanita yang tidak saya suka. Jadi tenang saja. " jelasnya nampak serius.


Aku menyetujui itu.


_ _ _ _


Keesokan harinya kami menanda tangani perjanjian kami dikamar Marsel.


Setelah itu kami turun kebawah secara bersamaan. Dan bertemu dengan Angel yang sudah rapi sepertinya akan pergi karena memang hari ini hari minggu.


"Gue cariin lo dari tadi emang dari mana? " tanya Angel ke aku.


"Sama gue tadi dikamar, mau kemana lo? " Marsel yang jawab.


Angel mengerutkan dahinya memandang aku dan Marsel bergantian.


Marsel menarik tanganku duduk disofa ruang keluarga.


"Tunggu kalian aneh, ada apa dengan kalian? " tanya Angel mengekori kami, dia juga duduk disebalah ku.


"Jelasin! " teriak Angel.


"Kami pacaran, semalam baru jadian. " jelas Marsel dengan tengilnya.


Angel kaget, matanya seolah ingin keluar.


"Ai, seriusan? lo jadian sama Marsel? " tanyanya


aku hanya mengangguk.


Angel menarik tanganku, " Aina, jangan bohong ke gue. Pasti lo dipaksa kan sama Marsel? "


"Enggak Angel, kami sama-sama suka jadi pacaran deh"


"Lo itu terlalu baik buat Marsel, dan kenapa lo nggak bilang dulu sebelum lo nerima dia? "


Marsel tidak terima " heh maksud lo gue nggak pantes buat Aina apa? "


"Iya lo terlalu brengsek buat Aina yang baik ini. Lagian Ai, Marsel ini dia punya pacar namanya Gres tapi dia tinggal di Amerika. Lo jadi yang kedua gitu maksudnya? " jelas Angel yang ternyata juga tahu tentang Gres.


"Gue udah putus sama Gres, biasalah karena jauh, gue pilih yang deket-deket aja. " Marsel memeluk pinggang ku lagi.


Duh ini orang kaya nyuri kesempatan gitu gak sih.


Aku berdiri, "Ya maaf Angel gue nggak bilang ke elo soal mas Marsel dan gue. Sebenarnya kami dalam beberapa bulan terakhir ini sudah dekat dan ya gitu deh"


"Terus Jeno gimana? bukankah lo bilang udah mulai suka Jeno waktu itu? " haduh aku lupa Angel sudah tak kasih tahu tentang itu.


Kini Marsel yang nampak kebingungan. "Kamu ada apa-apa sama Jeno Ai? "


"Enggak, kami cuma teman tanya aja Angel. "


"Tapi saling cinta mereka cuma nggak jadian gitu. " tambah Angel.


"Gue rasa kalian pasti cuma bohongan? ngapain sih mesti bohong sama gue? "


Marsel ikut berdiri, "Ngapain gue bohong, gue dan Aina beneran pacaran. "


"Ah sudah lah terserah kalian gue mau jalan-jalan" Angel pergi.


Aku jadi ingat kalau tujuanku menerima pekerjaan jadi pacar bohongan Marsel adalah agar bisa membayar hutang ku pada Jeno si kadal menyebalkan itu.


Langsung aku transfer deh uangnya.