
Kali ini aku bingung karena aku dipanggil ke ruang pak Doni tanpa sebab.
Perasaan laporan sudah aku kasihkan minggu lalu apa ada yang salah? kalau salah pasti bakalan ditegor langsung.
Sebelum aku masuk aku mengetuk pintu dulu, setelah dipersilakan baru deh aku masuk.
Didalam ada yang duduk menghadap pak Doni. Entah siapa pokoknya cewek gitu.
"Siang pak, ada apa ya? " tanyaku ramah.
"Ini dia orangnya mbak" pak Doni menunjukku dengan tangannya.
Loh kok gitu emang siapa ini orang?
Wanita itu lalu memutar kursi yang ia duduki hingga bisa melihatku dan aku bisa melihatnya juga.
Dia sangat cantik, kulitnya putih bersih, rambutnya agak coklat dan tubuhnya langsing. Terus siapa dia?
Aku tersenyum.
Dia juga tersenyum, semakin cantik. Duh aku aja yang cewek kagum sama kecantikan dia seperti model gitu.
Wanita itu mengamati ku dari atas sampai bawah. Aku jadi merasa kecil walau kayanya tinggi kita juga nggak beda jauh.
"Cantik sih, cuma agak kurang perawatan aja. Lo juga seksi cuma agak tidak berisi aja terus penampilan pakaian cuma seperti wanita pada umumnya. " kata wanita itu menilai diriku.
Emang pakaian ke kantor harus beda gitu mbak?
"Mbak nya ini-"
"Ini Gresia super model yang akan mereview restoran kita. Dia akan mengiklankan lewat media sosialnya." jelas pak Doni sebelum aku bertanya.
Terus apa hubungan dia sama aku? aku bukan tim marketing. Kalau dia butuh bayaran baru deh ke aku. Oh tunggu apa dia butuh uang sekarang? masa kaya gitu?
"Baiklah pak Doni saya akan menerima kontrak kerja sama ini tapi harus wanita ini yang mengurusi semuanya. " tutur wanita yang bernama Gresia itu.
Membuatku terkejut, apa maksudnya dia?
"Baik mbak, kami setuju. Kontraknya akan kami bahas dengan maneger anda. " pak Doni setuju.
Gresia pergi meninggalkan ruangan itu yang sebelumnya menenteng tas branded nya yang tadinya diletakkan diatas meja.
"Duduk Aina, mari saya jelaskan. " Pak Doni menyuruhku duduk.
Aku menurut saja, lagian aku juga butuh penjelasan dari kata-kata mereka tadi.
Pak Doni menarik nafas dulu sebelum bicara.
"Begini, Gresia ingin kamu yang mengurusi iklan ini. Dari menyiapkan mie yang ada di kedai sampai mengatur acaranya dan semuanya kamu harus terlibat minimal. " jelas Pak Doni.
"Itu kan bukan tugas saya pak? saya cuma staf keuangan disini mana ngerti tentang begituan. " yang benar saja aku harus mengurusi kerjaan ini yang tidak pernah aku mengerti sama sekali.
"Yah kalau kamu pura-pura kerja di kedai dan melayani Gresia masa nggak bisa? " tanya pak Doni.
"Kalau itu saya bisa pak, tapi kalau bikin videonya sampai hal pengeditan ya tim marketing pak saya nggak tahu tentang itu entar malah nggak masuk kriteria dan nggak menarik alhasil kita rugi. Bapak mau kaya gitu? "
Pak Doni menggaruk kepalanya, aku yakin tidak gatal. Atau emang gatal?
"Saya juga heran Ai. Apa kamu nggak kenal sama dia? mungkin dia teman lama kamu atau senior kamu lalu dendam gitu sama kamu? " Paka Doni menerka-nerka.
Aku berusaha mengingat, tapi tidak aku temukan di dalam memori otakku siapa dia.
"Kalau saya menolak emang boleh pak? "
"Enggak boleh, kamu harus melakukan ini. Dia model yang sedang naik daun dan baru pulang dari Amerika. Dia itu mendapatkan banyak penghargaan jadi followers nya banyak. Ini sangat menguntungkan kita yang rencananya bakalan buka cabang di luar negri. " pak Doni menjelaskan kalau aku tidak boleh menolak.
Yah baiklah, emang nasib kacung ya gini.
"Baiklah bapak, tapi saya harus bekerja dengan tim marketing juga. Daripada nanti hancur? "
"Ok baiklah, nanti saya akan atur. "
Kemudian aku pamit untuk balik keruangan ku.
Aku duduk dan langsung membuka komputer ku. Membuka situs pencarian aku ketik nama Gresia Deswita. Dan memang benar ada, foto-foto nya berbagai pose muncul. Dia super model yang go internasional sejak lama. Umurnya sudah 30 tapi masih awet muda. Memang kalau punya uang bisa melakukan perawatan menolak tua kali ya.
Lalu kenapa dia seolah kenal aku?