
Aku meninggalkan hotel dengan perasaan kecewa dan sedih setelah tadi mendengar fakta tentang Kalvin yang sesungguhnya dari Rika. Bahkan setelah aku bertanya padanya dia tidak menyangkalnya.
Jadi selama ini Kalvin mempunyai hobi tidur dengan wanita berganti setiap harinya. Dia mau pacaran denganku cuma karena ingin bermain saja. Yah dia selalu saja mengajakku tidur tapi tidak pernah aku sanggupin kami cuma melakukan itu sekali waktu itu saja. Mungkin karena ini juga Kalvin tidak merasa menyesal saat aku meninggalkannya.
'Dia cuma mainan gue,sebentar lagi juga dia itu sama kaya wanita murahan lainnya. Karena aku yang sudah pertama kali menjebol nya. ' itu suara rekaman yang ditunjukan Rika padaku, katanya dia secara tidak sengaja merekam saat Kalvin ditanyain sama temannya tentangku.
Aku tidak bilang kalau aku mendengar itu dari Rika agar Rika tidak kena imbasnya, kasian dia kalau harus dipecat.
Seperti kata Jeno, mungkin memang aku hanya mengenang masa lalu saja, perasaanku hanya sebatas kecewa tidak terlalu sedih.
"Makanya jangan sok suci padahal sudah tidak suci lagi, aku ini laki-laki butuh itu Aina. Jadi terserah kamu mau lepasin aku atau menerima kebiasaanku, lagi pula aku cintanya sama kamu walau aku tidur dengan wanita lain. " kata Kalvin yang membuatku sangat ingin menampar nya, tapi aku mikir dua tiga kali karena aku hanya orang biasa nanti bakalan panjang kalau berurusan dengan orang kaya raya.
"Semoga kamu menerima karma dari perbuatanmu tuan Kalvin. Aku akan mengembalikan semua uangmu tenang saja. Selamat tinggal"
Sebenarnya aku juga tidak tahu dengan cara apa aku bisa mengembalikan uangnya,masih ada sisa sekitar 80 jutaan langsung aku transfer ketika aku minta rekeningnya lewat Rika.
***
Besoknya aku ke kampus, mungkin mukaku pucat apalagi dibarengi aku sedang datang bulan.
Perutku seperti biasa nyeri, apalagi kalau sedang stres begini tambah parah, aku terpaksa karena masih ada kelas walau aku sudah mengajukan skripsi lebih awal.
"Kenapa lo?" Angel datang seketika duduk disampingku.
"Biasa tamu bulanan"
Angel terkekeh.
Si peka datang dengan rambut masih basah terburu-buru langsung duduk sebelah Angel
"Aina lo ada masalah? " tanya Sonya.
"Lagi m dia" Angel yang menjawab santai dengan memperbaiki riasan nya lewat cermin kecil ditangannya.
Sonya mendekatkan tubuhnya ke aku.
"Habis nangis? muka pucet, jantung mata gede, dan lemes. Habis putus?" Sonya emang paling ngerti aku juga heran kenapa dia nggak ambil psikologi saja.
Aku diam.
Angel menghentikan kegiatannya.
Aku tetap diam memandangi mereka.
"Dia Sultan brengsek pasti" Sonya mengeluarkan bukunya karena ternyata dosen sudah datang.
Selesai kelas aku dipanggil karena aku masuk daftar yang ikutan sidang minggu depan.
Setelah itu aku mencari Angel karena hanya dia yang bisa menyelesaikan masalahku sepertinya.
Angel sedang bersama Jeno duduk di gazebo tempat tongkrongan kita biasanya. Ngapain mereka? terlihat dekat, padahal Angel tidak benci Jeno. Apa mereka main belakang? haduh kok mikir gitu?
Angel menyadari keberadaan ku, lalu melambaikan tangan. Jeno menoleh, lalu dia pergi tanpa menyapaku.
"Bukannya Jeno sudah lulus? " tanyaku
"Iya, dia cuma mampir aja ketemu gue terus lihat jadwal wisuda. " jelas Angel.
Aku duduk.
"Ada yang bisa gue bantu? "
"Uang-uang lo udah kembali belum? gue pinjam dong buat bayar uang Kalvin yang 200jutan dulu itu. " semelas mungkin aku meminta tolong biar Angel luluh.
"Jadi lo mau kembaliin uang itu? bukannya itu sudah jadi bayaran lo saat itu? "
"Itu dia masalahnya, aku dihantui akan hal itu Angel, aku menjual diriku dan itu sangat tidak bisa aku terima. " rengek ku.
"Ok, berapa nomer rekeningnya. Gue langsung transfer ke dia apa lo dulu?"
Hah? segampang itu? yah aku yakin Angel sudah mendapatkan fasilitasnya kembali.
"Tapi totalnya 220juta Angel" aku memastikannya lagi. " Dan gue bayarnya nyicil entah kapan lunasnya. "
"Enggak papa, santai aja. Ayo sini nomernya" Angel terlihat tulus.
Aku sangat senang berulang kali aku memeluk Angel setelah Angel benar-benar mentransfer uang ke Kalvin.
Masalahku sudah kelar dengan Kalvin, sekarang aku bisa fokus ke sidang kelulusan ku.