
Aina ini sangat sulit dirayu dan digombalin dia itu cewek tercuek yang gue kenal. Padahal gue selalu iseng menyatakan perasaan gue padanya tapi selalu ditolak. Mungkin sudah lebih lima kali gue nembak itu perempuan, gue sih nggak sakit hati karena gue emang cuma iseng doang.
Dia beda sama cewek yang lain, kalau cewek yang lain bakalan kesenengan tuh kalau gue panggil 'sayang' kalau Aina langsung marah.
Apalagi kalau disentuh, biuhhhh berasa gue ini najis mugholadoh. Dia anti bersentuhan dengan lawan jenis, gue pikir dia muslimah yang taat. Namun ternyata dia non muslim, ya berarti itu prinsip hidup dia aja dong.
Padahal cewek-cewek yang lain itu gue *****-***** aja mau. Bahkan gue cium aja nggak masalah, lah dia boro-boro gue cium yang ada gue ditendang duluan.
Gue pernah curiga saat gue nggak sengaja satu kereta sama dia pas gue mau mudik. Gue lihat jalannya itu agak ngangkang, otak gue langsung traveling. Tapi langsung gue tepis, cewek cuek tapi manis gini nggak mungkin dong habis diperawanin. Karena gue udah pernah dan pernah juga memperhatikan cewek yang habis gituan sama temen gue.
Gue abaikan pikiran kotor gue saat itu.
Ada satu yang selalu bikin gue malu setiap gue mau ciuman atau habis ciuman sama cewek gue kadang ketahuan Aina. Heh rasanya gue juga pingin banget nyium Aina tapi sulit.
Pernah sih gue coba nyium dia ketika di klub,hasilnya cuma nempel doang. Tapi ada seorang cowok yang marah saat itu,gue dihajar habis-habisan sama dia.
Dan ternyata dia itu pacarnya.
Gue penasaran dong gimana bisa cowok itu dengan mudah mendapatkan hati Aina. Gue desak Angel agar ngaku siapa itu orang. Berhubung Angel ini tipe cewek yang mudah didesak gue berhasil mendapatkan informasi darinya.
Ternyata Aina menjual kesuciannya sama ini cowok. Gila!
Gue kecewa kenapa cewek naif dan polos juga manis dan cuek seperti itu bisa-bisanya jual diri. Jadi jalanya yang aneh saat itu gara-gara ini beneran.
Ternyata dia butuh uang untuk pengobatan bapaknya dikampung. Bodoh sekali dia, kalau tahu bapaknya mungkin bapaknya milih mati dari pada tahu anaknya mendapatkan uang dari jual diri.
Untungnya cowok itu bertanggung jawab, dia jadikan Aina pacar dan membuat kehidupan Aina lebih baik karena cowok itu orang kaya.
Gue nyerah saat itu buat ngedeketin Aina, lalu gue konsentrasi buat lulus kuliah. Alhasil gue lulus dengan IPK tinggi woi hingga bisa masuk ke kantor Bea cukai.
Itu juga hasil desakan Eomma gue yang pingin anaknya jadi PNS. Kalau gue sih pilih jadi pengusaha kaya. Tapi ya sudahlah mudah-mudah gue bisa lolos PNS.
Lalu gue denger kabar kalau Aina butuh uang buat mengembalikan uang yang ia dapat dari menjual diri. Gue juga bingung sama konsepnya kan udah dijual ya udah dia kan dapet uang terus ngapain dibalikin?
Jadi katanya dia menyesal. Lalu karena gue ini juga peduli sama dia, gue jual mobil gue yang pernah gue dapat dari appa gue. Gue ngasih uangnya lewat Angel biar dia mau menerima, dan Angel sudah gue larang buat bilang kalau uang itu dari gue.
Ketika kelulusannya Aina gue juga hadir, lagian banyak teman-teman yang lain saat itu juga lulus.
Gue bertemu dengan bapaknya, gue lihat sudah sangat sehat.
Ternyata obrolan kita nyambung bapak nya Aina ini petani kopi. Sedangkan gue pecinta kopi dan punya bisnis kafe.
Yah sebenarnya gue mulai merintis kafe gue sejak masih kuliah. Dananya dari nyokap gue yang katanya lebih baik punya sendiri aja kalau suka kerja di kafe. Lalu beberapa temen gue juga investasi. Gue tinggal yang menjalankannya.
Gue nggak nyangka juga ternyata Aina kerja di perpajakan dekat kantor gue. Apa Aina didekatkan lagi sama gue oleh Tuhan?
Lalu suatu hari gue kecelakaan, saat gue hendak nyebrang saat mau bertemu Aina.
Disini gue merasakan Aina menjadi hangat sama gue, dia setiap hari menjenguk gue saat di rumah sakit. Terus banyak ngobrol juga dan nggak kaya dulu, kami menjadi lebih dekat.
Dia sudah tahu kalau uang yang dipinjamkan Angel adalah uang gue. Dia ngotot ingin mengembalikannya padahal gue udah ikhlas memberikannya.
Hubungan kami semakin hari semakin dekat, hingga gue ajak bareng dia untuk mudik. Kebetulan dia juga mau mudik ke Malang dan gue ke Solo jadi barengan gitu.
Waktu itu gue habis lolos PNS dan gue dibeliin mobil lagi sama orang tua gue. Tapi Aina tidak lolos dia mungkin kecewa sekali.
Dengan mobil baru gue, Aina dan gue mudik bareng duh berasa kaya pasangan gitu nggak sih.
Hingga gue kecapean saat tiba di solo alhasil Aina nggak bisa gue antar ke Malang.
Dia pun ikut lebaran di rumah nenek.
Banyak pertanyaan yang muncul, keluarga kira Aina pacar gue. Gue tetap bilang kalau cuma teman, lagian gue juga nggak mau pacaran. Padahal kalau dilihat Aina ini kayanya sudah mulai tertarik sama gue, kalau gue ajak pacaran pasti bakalan mau.
Tidak ternyata, dia menolaknya lagi dengan alasan kita ini beda keyakinan. Dia baru tahu saat itu kalau kita emang beda agama.
Diakhir pertemuan gue dan Aina di Solo berakhir dengan bahagia, gue yakin bisa mendapatkan happy ending bersama Aina suatu saat nanti. Gue bahkan berhasil mencium bibir Aina, dia pun membalasnya.