
Hari ini jadwal Gresia datang ke kedai untuk menjadi model iklan kedai kami. Aku menunggunya sejak pagi tadi tapi belum terlihat batang hidungnya si model itu.
"Mana mbak Ai model nya? " tanya salah satu pegawai kedai yang sudah menyiapkan perlengkapan untuk Gresia juga.
"Entahlah"
Lalu aku mendapat telepon dari pak Doni katanya "Ai, kamu bisa jemput Gresia di apartemennya? ternyata menegernya sedang cuti dadakan jadi dia kualahan untuk pergi. "
Kualahan untuk pergi katanya? pergi tinggal pergi juga aneh.
"Baik Pak"
Aku segera menuju alamat yang diberikan oleh pak Doni menggunakan taksi.
Tiba ditempat tujuan aku langsung mencari unit Gresia seperti apa yang tertulis.
Aku memencet bel, langsung dibuka Gresia itu sendiri.
"Oh, lo udah datang,masuk! " Gresia dengan tampang bangun tidur dan gaun tidur melekat ditubuhnya.
Aku masuk,
Apa yang aku dapat didalam apartemen ini berantakan sekali. Terlihat sisa-sisa minuman dan makanan berserakan di mana-mana terutama di area ruang duduk.
"Lo udah dikasih tahu kan kalau maneger gue libur? dan gue mau lo gantiin dia hari ini. " perintah Gresia.
"Baik mbak" yah mungkin tugasnya cuma nemenin dia disini kalau sudah siapa kita akan berangkat.
"Jangan panggil gue mbak! gue bukan mbak lo ya! " bentak Gresia
Terus aku harus panggil dia mas gitu?dia lebih tua dari aku nggak sopan kan kalau panggil nama.
"Biasanya maneger gue manggil gue nona. " dia memberi jawaban.
Kaya majikan aku dong kalau nona. Yah terserah pokoknya hari ini harus selesai pekerjaan ini.
"Baik nona"
"Gue mau mandi, daripada lo diem lo beresin kek ruangan ini nanti gue bayar. Maneger gue biasanya juga gitu. " Gresia berkata seperti itu sambil berlalu menuju kamar mandi dengan gaya mak tiri ngasih perintah anak tirinya.
Yah baiklah, aku juga nggak bisa kalau harus duduk aja ngelihat sampah berserakan seperti ini.
Dengan sigap aku langsung membersihan seluruh ruangan ini. Dan membuang sampah yang ada. Bahkan aku juga harus mengepel lantai juga, karena sisa minuman yang lengket.
Jam sudah menunjukkan pukul 11,itu artinya kedai sudah mulai ramai sedangkan sang model masih disini. Padahal kita mau ambil gambar dimakan siang tepat ketika kedai lagi ramai agar pada lihat kalau kedai kita ramai.
Gresia sudah keluar dari kamar mandi, dia menghabiskan satu jam disana tapi belum ganti baju masih pakai kimono mandi.
"Baik nona"
Aku mengikutinya menuju ruang ganti. Didalamnya penuh dengan pakaian menggantung, ada tas , sepatu dan asesoris juga. Pokoknya kaya toko pakaian pribadi.
Gresia malah duduk di sofa yang ada di tengah ruangan.
"Kenapa? di kampung lo nggak ada yang lemari pakaian gede kaya gini? " tanyanya sinis lagi.
Entah kenapa dia tidak pernah bicara baik padaku. Padahal sebelum ini aku mencari artikel di internet dan media sosialnya dia terkenal model yang ramah. Apa mungkin hanya dijadikan image nya saja dimata dunia agar tahunya kalau orang Indonesia ramah-ramah. Entahlah.
"Pilihin baju gue! " suaranya kali ini terdengar lebih menyebalkan.
Aku mengangguk saja, kemudian mulai mencari apa yang cocok untuk hari ini.
Pakaiannya semua merek luar negri, pasti sangat mahal. Semua yang ada di sini bermerek brand terkenal semuanya.
Lalu aku memilihkan tiga baju santai yang cocok untuk datang ke kedai.
"Ini kayanya cocok, nona coba saja mana yang lebih cocok. "
Gresia menyeringai. Apa coba kenapa dia kaya gitu.
"Itu terlalu biasa, gue pakai itu kalau lagi dirumah, heh masa kaos yang bener aja" sinisnya.
"Masa makan di kedai pakai gaun? "
Gresia diam sejenak,
"Enggak usah ngajarin gue cara berpakaian yang pas,gue lebih tahu. Lo cuma gadis kampung jadi mana tahu begituan! " sarkas nya.
Ya Tuhan, ada dendam apa ini orang ke aku?
"Kedai yang akan kita datangi yang berlokasi di dekat kampus jadi kebanyakan yang datang pasti para mahasiswa. Jadi jangan terlihat mencolok " jelasku setenang mungkin, mengendalikan emosi juga.
"Ok" Gresia mengambil pakaian itu lalu dipakainya.
Setelah itu dia memakai make-up sendiri karena aku bilang kalau aku nggak bisa make-up.
Dia lalu melihat wajahku yang lebih ke make-up natural yang biasa saja.
"Gue mau make-up kaya lo gini" katanya bikin aku sebel lagi, aku tadi bohong kalau nggak bisa make-up biar nggak disuruh lagi.
Hah baiklah demi kerjaan.