Aina

Aina
Ep 73



Ternyata yang datang Marsel, aku pikir Jeno.


"Siapa juga yang ngomongin lo! " sinis Angel.


Marsel tidak mengindahkan perkataan Angel, dia mendekati aku.


"Aina, tolong maafkan Gres, dia barusan ditahan. Kasihan dia kalau media tahu soal ini. Tolong segera cabut tuntutan kamu. " suara Marsel terdengar putus asa.


"Maaf mas, bukan aku yang melaporkan dia. Jadi aku enggak bisa berbuat apa-apa. "


"Udah telat, lihat di medsos sudah ada beritanya. " Angel ngasih tunjuk layar HP nya.


Marsel seketika merebut HP Angel. Wajahnya kini berkerut, menatap layar HP tersebut.


"Ai, kamu lihat kan dampaknya! kamu nggak kasihan Gres? " suara Marsel meninggi.


"Heh, lo kok malah marah sama Aina!" Angel yang membalas emosinya Marsel.


"Biarin itu cewek dapat pelajaran dulu, lo bilang suka Aina tapi ngebelain cewek itu terus! " tambahnya lagi.


Marsel menunduk, dia sangat terlihat putus asa.


"Iya mas, kalaupun aku maafin Gres tapi hukum harus tetap berjalan. Kalau tidak dia tidak akan kapok. Maaf mas aku nggak bisa berbuat apa-apa. " aku berusaha memberi pengertian padanya.


Lalu Marsel memelukku, dia bahkan menangis. Aku jadi bingung kenapa jadi berlebihan gini.


"Aku minta maaf, karena nggak bisa melindungi kamu. Aku malah membela Gres,maafin aku Aina. " kata Marsel ketika melepas pelukannya.


"Alay" sinis Angel.


Marsel menenangkan diri, emosinya kini berangsur reda.


"Nanti kalau Gres minta maaf, tolong maafin dia ya Ai. " pintanya lagi.


"Enak aja, udah deh lo mending pergi aja nggak usah ngedrama disini. Lo nggak pantes buat Aina." yang jawab Angel.


"Cowok plin plan! "


"Gue nggak ada waktu debat sama lo! " Marsel tidak mau kalah.


"Ya udah pergi lo, urus tu cewek lo nggak usah memelas gitu! " usir Angel.


Marsel cuma menatap Angel dengan tatapan membunuh.


Lalu Marsel pergi begitu saja tanpa pamit.


"Sinting! " umpat Angel.


"Apa gue maafin Gres aja ya? " tanyaku.


"Jangan gila lo! " Angel tidak akan setuju.


"Gue pikir kasian juga dia, mungkin waktu itu karena dia lagi emosional aja. "


Angel menatapku, "gue pernah diposisi Gres diselingkuhin cowok tapi gue nggak senekat dia, gue masih waras. Yah mungkin dia emang beneran gila jadi kaya gitu. "


"Ya udah kita yang waras harus bisa maafin. "


Angel mengambil camilan, dia ambil keripik kentang. Jadi ruangan ini lengkap, dia bawa berbagai snack ringan ke ruangan ini.


"Serah lo deh, lo mah terlalu baik jadi orang. Jadi ya gitu kadang lo dimanfaatin orang, contohnya Marsel tuh. " Angel mengunyah sambil ngomel.


"Marsel nggak manfaatin gue kok. "


"Apa lo juga suka sama Marsel? " tanyanya menghentikan makanan.


"Enggak lah"


"Habisnya lo gitu sama Marsel, lo sama kaya orang tua gue manjain tu anak. " Angel kayanya mulai curhat nih.


"Selama gue jadi pacar bohongan Marsel, dia sopan nggak manfaatin gue, nggak nyentuh gue yang berlebihan hanya wajar saja. Kami menarik garis diantara kami, jadi buat gue Marsel baik orang nya. "


"Seriusan lo nggak diapain gitu sama dia? " Angel malah penasaran.


Aku menggeleng.


"Kalau buat gue dia itu kakak yang buruk, apapun kemauan dia dituruti sama papa mama, dia nggak kerja di perusahaan dibolehin, dia maunya jadi PNS dibolehin, dia maunya barang ini barang itu dikasih tuh sama mereka sejak dulu. Sedangkan gue selalu harus nurut, banyak aturan yang harus gue anut." Itu kan curhat si Angel.


"Tapi Marsel bilang orang tua lo nuntut dia untuk punya istri itu yang sederhana dan bukan gadis glamor. Jadi lo salah kalau dia nggak punya aturan. "


"Iya sih papa nggak suka gadis kalangan atas, papa suka menantu kaya mama yang sederhana tapi lo tahukan mama gue udah nggak sederhana padahal. Dia bahkan hobi ngumpulin berlian dan emas. " Angel kali ini menyeruput minuman kaleng yang terlihat segar.


"Gue boleh minta minuman lo? "


"Lo kan lagi sakit. " Angel menjauh.