
Aku menyarankan kalau aku saja yang mengemudi. Aku memang tidak punya mobil tapi Angel mengajariku dan aku juga punya SIM.
Kalvin setuju lagi pula dia sangat mabok tidak kuat kalau harus mengemudi.
"Rumah kamu dimana? aku akan mengantarkan kamu baru aku pulang sendiri." tanyaku tapi yang aku tanyain sudah tidur, meringkuk dikursi penumpang sampingku. Gemes lihat Kalvin tidur.
Aku bawa mobil pajero ini ke kosanku, entahlah palingan penduduk kos bakalan heboh.
Dan benar masih ada yang nongkrong didepan kos saat aku sampai dengan Kalvin yang aku papah, karena dia mabok berat.
"Cowok lo Ai? wao? " itu suara Lisa tetangga kamarku.
Aku tidak menghiraukan langsung aku bawa masuk Kalvin kekamarku.
Kalvin aku taruh kasur, aku mandi dan langsung tidur dibawah dengan beralaskan badcover. Kasur ku cuma berukuran 120 jadi akan sempit tidur bareng Kalvin yang sekarang lebih berisi daripada dulu.
Pagi harinya aku ketika aku membuka mata dikejutkan Kalvin yang menatapku dengan penuh kehangatan. Dia tersenyum merekah dan wajahnya sangat tampan.
"Pagi Aina" sapanya lalu duduk.
"Pagi" Aku berdiri melipat slimut.
"Kenapa aku dibawa kesini? ini pasti kosan kamu ya? "
"Maaf aku tidak tahu alamatmu jadi aku bawa pulang aja, semalam kamu nggak sadarkan diri. "
"Aku ingat, setiap aku mabok aku ingat kok Ai. Bagus kamu bawa aku kesini, jadi kamu nggak kabur lagi dariku. " Kalvin memeluk pinggangku.
"Aku mau mandi, kalau mas Kalvin mau mandi disini boleh tapi kamar mandinya diluar jadi aku pikir tidak akan nyaman. " aku melepaskan diri.
Setelah aku selesai mandi Kalvin tiduran lagi dikasur. Mungkin perutnya sakit seperti Angel kalau sedang mabok.
Aku menyisir rambutku lalu Kalvin memelukku lagi, kali ini dari belakang dan kepalanya ditaruh dipundak ku.
Kalvin mencium tulang selangka ku, membuat aku geli dan senam jantung.
"Aku malu mas kalau bertemu. "
Dia membalikan tubuhku menghadapnya.
"Aku malu kedapatan menjual diri demi uang. "
Kalvin mengambil alih sisir ku lalu menyisiri rambut panjangku, " Seharusnya kamu bersyukur karena dengan itu kita bisa bertemu kembali. "
"Ya tapi bagaimana kalau saat itu bukan kamu mas? aku bakalan merasa jijik dengan diriku sendiri. "Aku menangis terasa perih mengingat itu.
" Hai, sudah ya" Kalvin memelukku lagi, berada di dekapannya membuatku nyaman.
Kalvin mencium kening ku dan kemudian turun ke bibir. Aku menikmati ciumannya kali ini, aku sangat merindukannya.
"Maafin aku, aku dulu nggak percaya sama kamu. Seharusnya kita tidak berpisah lama, aku sangat menyesal Aina. "
Kemudian Kalvin menceritakan tentang dirinya kalau dia dulu kabur dari rumah karena papanya berselingkuh dengan cewek Kalvin dan sekolah di Malang. Dia akhirnya kembali karena merasa dikhianati olehku juga. Dan juga karena papanya meninggal dunia juga makannya dia harus kembali mengurus perusahaannya. Dia memimpin perusahaan sambil kuliah di London. Dia juga bisa menyelesaikan hingga S2 nya hanya dalam 3 tahun kemudian dia menetap di Jakarta fokus ke perusahaan.
Kalau mamanya memang sudah meninggal saat masih SMP dia dulu pernah cerita.
"Lalu apa mas itu tipe orang kaya yang selalu bermain wanita? " tanyaku penasaran.
Kalvin menatapku dan tersenyum, "Kalau aku menjawab iya apa kamu percaya? "
Aku mengangguk ragu.
"Waktu itu aku taruhan sama teman-temanku kalau aku menang tender aku akan melepas perjaka. Dan aku dicarikan juga yang perawan dan aku senang banget ternyata kamu" Kalvin mencubit hidungku gemas.
Kami memadu kasih bercanda ria dan saling bercerita tentang kehidupan masing-masing seharian ini. Makan pun kami deleveri order biar tidak usah keluar karena melepas rasa rindu kami.
Kalvin hanya cuci muka dan sikat gigi dia bilang akan sangat aneh mandi tapi nggak ganti ****** *****. Dia hanya menyemprotkan parfum yang ada di mobil. Aromanya wangi sekali walau dia tidak mandi, aku suka.