
Hari berlalu begitu saja kemarin, hari ini aku boleh pulang. Aku sangat berterima kasih sekali sama sahabatku Angel. Dia selalu menemaniku dan merawat ku selama aku di rumah sakit. Yah, karena tidak ada keluargaku yang datang, tentu saja karena aku tidak memberitahu bapak atau bulek ku.
"Barang lo nggak banyak sih, udah gue kemas. Lo tinggal ganti baju aja, admin sudah gue urus habis itu kita berangkat pulang. " kata Angel saat dia selesai memasukkan semua barang yang kebanyakan emang barang dia.
Aku menanggapi dengan mengangguk, lalu segera ganti baju dikamar mandi.
Ketika ganti baju dikamar mandi aku dengar suara ramai di luar. Entah siapa yang datang.
Begitu selesai aku keluar.
Ternyata empat serangkai itu, Jeno, Daniel, Alex dan Ken yang datang. Pantesan ramai, apalagi ada Angel yang bawel.
"Hai Ai, sudah sembuh? " yang pertama nyapa Daniel sok ramah, aku tahu dia salah tingkah karena ada si mantan.
"Iya,ini udah mau pulang kalian mau ngapain kesini? "
"Niatnya mau nengokin lo lah" yang jawab Ken, bukannya dia belajar ke Jepang kenapa bisa disini?
"Hai Ken, bukannya lo S2 di Jepang?"
"Weih inget juga lo, ini lagi liburan gitu. Plus kangen sama lo" Ken diakhir kalimat sambil melirik Jeno.
Yang aku herankan adalah Jeno itu nggak peduli, dia asik sama HP nya sambil duduk di sofa sama Angel.
"Terus lo nggak lupakan sama gue? " kini giliran Alex yang bertanya.
"Enggak lah lo kan paling ganteng-" aku belum selesai padahal.
Tapi sudah pada ber wah ria kompak, bahkan Jeno kini menghentikan aktifitasnya.
"paling ganteng menurut Sonya" tambah ku biar tidak pada ngegosip.
"Duh siapa Sonya? " Alex pura-pura lupa sama mantannya itu. "padahal gue udah seneng lo bilang gitu, itu artinya gue yang bisa ngalahin Jeno" ketawa deh dia disusul yang lainnya.
"Udah kan, lo nggak bakalan bisa ngalahin gue. " kini Jeno akhirnya berdiri, dan nyamperin gue yang berdiri di samping tempat tidur.
Jeno lalu menenteng tas berisi barang ku.
"Ayo lo pulang sekarang kan? " tanya Jeno.
"Tapi diluar banyak wartawan tadi gimana dong? " Daniel memberi info.
Aku lupa kalau aku sedang berurusan dengan selebritis. Jadi aku bakalan ribet habis ini.
"Gimana kalau lo pulang sama Jeno aja, gue yang bakalan menghadapi wartawannya. " akhirnya Angel angkat bicara setelah tadi cuma diam aja.
"Iya ide bagus, gue sama Alex bakalan nemenin Angel. Biar Ken sama kalian aja. " Daniel setuju.
"Mobil gue cuma muat dua orang, Ken ikut kalian aja. " Jeno mengusulkan.
"Ya udah kita keluar duluan setelah itu kalian berdua lewat belakang aja" Angel menenteng tas barangnya.
"Ok, lo jangan pansos ya depan wartawan. " Jeno memperingatkan dengan bercanda.
Angel cuma menjulurkan lidah.
"Yang akur sama mantan. " kini aku menggoda Angel.
Dia malah mencibir kan bibirnya.
***
Aku kini berhasil masuk mobil Jeno dengan lancar berkat teman-temanku.
"Mau pulang ke mana? " tanya Jeno begitu dia duduk di kursi kemudi dan menjalankan mobilnya.
Aku lupa kalau Jeno belum tahu kos ku yang sekarang.
"Kos gue di Cengkareng barat. Nanti gue kasih tahu jalannya. "
"Ok"
Jeno melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Aku hanya sesekali melihat dan memperhatikan dia yang konsentrasi mengemudi dengan santainya. Pakaiannya santai, hanya menggunakan kaos dan celana pendek. Apa dia nggak kerja? bukankah ini masih hari jumat?