
Mungkin sudah lebih dari tiga bulan setelah pertemuan ku dengan Jeno yang membuatku kecewa dengan diriku sendiri. Karena tidak mempercayai Jeno.
Sudahlah lagian biarkan dia tahunya kalau aku pacarnya Marsel, mungkin baik untuknya agar bisa melupakan aku dan menemukan wanita yang lebih baik dari aku juga seiman.
Ketika sabtu sore Marsel meminta ku menemaninya di acara klub motor nya. Jadi aku harus nurut,memang ini adalah pekerjaanku.
Berhubung aku nggak punya outfit yang cocok untuk motor-motoran aku pinjam Angel.
Dengan menggunakan jaket kulit dan celana jean sepaha bikin aku jadi orang lain. Aku memang suka hotpant tapi ini jaket kulit? oh baiklah kita sesuaikan saja.
Marsel juga menggunakan jaket kulit senada sama punya Angel katanya emang dulu belinya jaket pasangan gitu. Mungkin niatnya buat ceweknya kali terus nggak mau dikasih Angel deh.
"Udah siap? " tanya Marsel yang duduk di jok motor gedenya.
"Hem, ayo"
,,,,,
Ketika di jalan, Marsel menarik tanganku agar aku melingkarkan tanganku ke tubuhnya.
Aku ragu, apa tidak terlalu inten?
"Udah deket tempatnya, kamu kan pacar aku masa nggak pegangan dikatain aku tukang ojek nanti. " katanya.
Ok, baiklah aku nurut saja.
Setibanya dilokasi, betapa mengagumkan motor-motor mahal sudah berjejer rapi.
Orang -orangnya juga terlihat berduit semuanya. Mereka emang membawa pasangan semuanya, kata Marsel ini ajang pamer pasangan.
Lalu aku merasa kecil disini, siapakah aku? aku nggak bisa dipamerin Marsel?
"Weih Marsel akhirnya bawa ceweknya juga. " salah satu dari mereka menyapa Marsel.
Mereka melakukan tos ala-ala cowok gitu.
"Kenalin dong kan cuma elo yang nggak pernah bawa cewek. " ucap yang lain lagi.
"Ok, ini Aina cewek gue." Marsel memperkenalkan aku dan aku hanya tersenyum ramah tidak mengalami mereka bisa pegal ini tangan.
"Yang model itu ini? " ada yang bilang gitu.
Hah model? katanya ada pacar Marsel yang jadi model deh.
"Bukan, kalau yang model udah putus. " jawab Marsel.
"Kalau ini cocok nya model ditempat tidur kamar lo bang" suara yang aku kenal tiba-tiba muncul. Bagaimana ini kok bisa ada suara itu?
Kalvin?
Hah aku lupa dia emang kalangan atas jadi tidak bisa dipungkiri bakalan ketemu dia disini. Dia juga suka motor, sudah lah aku akan hadapi.
"Enak aja lo vin, Aina spesial bro" Marsel menanggapi dengan bercanda.
Kemudian mereka saling berjabat tangan ala cowok.
"Apa kabar Aina? " tanya Kalvin yang dengan nada genit.
"Lo kenal Aina? " Marsel pasti heran.
"Mantan gue, jadi lo cuma bekas gue bang. Hah akhirnya gue bisa ngalahin lo juga. " Kalvin terdengar meledek.
Marsel hilang kendali dia hendak memukul Kalvin.
"Udah mas biarin, lagian dia cuma manta aku. "
Kalvin mendekat lagi, "Mantan yang nggak akan bikin Aina move on, karena gue yang pertama mencicipi tubuhnya. " pria brengsek ini malah memprovokasi kami.
Dan akhirnya Marsel memukul Kalvin tepat di mulutnya yang langsung mengeluarkan sedikit darah.
Ricuh lah jadinya suasana. Orang -orang yang tadinya menikmati acara kini berkerumun melihat kami.
Apalagi Kalvin hendak membalasnya. Namun aku tahan dia.
"Mas Kalvin! " teriakku.
Marsel menarik ku, "Kamu jangan belain brengsek itu! "
"Iya, bukan gitu"
Bug
Kalvin hendak maju tapi ditahan oleh temannya.
"Biarin gue hajar bang Marsel! biar dia tahu cewek seperti apa ceweknya itu! " teriak Kalvin.
"Udah "
Kalvin dibawa pergi menepi entah kemana oleh teman-temannya.
Aku masih menahan Marsel agar tidak mengejar Kalvin.
"Jadi dia orangnya yang bayar lo waktu itu? " tanya Marsel.
yang bikin aku menundukkan kepalaku lalu mengangguk.
"Ahhhhh sialan! " Marsel berteriak ke udara.
Lalu ketua klub datang dia ingin mendamaikan Marsel dan Kalvin karena memang di dalam klub ini tidak boleh ada yang bermusuhan.
Dengan bujuk rayuku Marsel mau bertemu dengan Kalvin untuk berdamai.
"Sekarang jelaskan pada gue apa masalah kalian" tanya pria dewasa berumur 40an sebagai ketua klub ini. Yang bernama om Gio.
"Masalah pribadi om" jawab Kalvin.
"Dia yang salah memprovokasi gue" kata Marsel.
Om Gio melihat keduanya yang masih mengeluarkan ekpresi marah.
"Marsel, bukannya lo ini lebih tua dari Kalvin kenapa malah kaya anak abg? main pukul aja. " tanya Om Gio memojokkan Marsel.
"Baiklah, gue nggak terima bocah ini menjelekkan cewek gue. " Marsel akhirnya ngaku
"Oh, jadi lo Kalvin minta maaf sama ceweknya Marsel sekarang" Om Gio menyuruh Kalvin minta maaf ke aku.
"Dia memang cewek seperti itu om, gue ingin bang Marsel tahu kalau Aina nggak pantes buat dia. " celoteh Kalvin.
Marsel entah kenapa malah emosi.
"Terus yang pantes itu elo gitu hah? lo belum bisa move on dari Aina heh bocah? " Marsel menunjuk-nunjuk ke wajah Kalvin yang juga merah.
Kalvin berdiri, "Tentu saja gue cinta pertama dia dan gue yang pertama buat dia jadi gue yang paling pantas. " jawaban ngawur yang keluar dari mulut brengsek ini bikin aku emosi juga.
"Udah, udah berarti ini cuma rebutan cewek. Ok, kalian selesaikan ini diluar karena gue nggak bisa ngatasi kalau masalah percintaan anak muda. " putus asa om Gio.