Aina

Aina
Ep. 88 Sekarang Jeno



Sampai pagi pun gue masih kepikiran tentang tadi malam, bisa-bisanya gue hampir tidak bisa mengontrol diri gue. Padahal selama ini gue bisa loh nahan nafsu gue terhadap cewek.


Apa emang gue makin dewasa dan butuh itu ya? atau apa karena cewek yang di hadapan gue Aina?


Selama ini gue ragu akan perasaan gue terhadap cewek yang satu ini. Tapi setelah melihat reaksi tubuh dan jiwa gue terhadap Aina gue yakin gue suka sama ini cewek.


Tapi sekali lagi gue nggak mungkin suka sama cewek kalau bukan karena Tuhan gue. Eh tapi ini bisa loh gue jadi bingung sendiri.


Gue bilang juga sama dia semalam tapi agak sulit dimengerti karena emang gue selalu gitu begitu sulit diri gue untuk dipahami. Meskipun semua orang bilang gue orang yang sangat menyenangkan apalagi orang itu berjenis kelamin perempuan. heh


Gue percaya sama Aina, gue ajak dia join kafe gue. Karena gue nggak tahu lagi mau minta bantuan sama siapa lagi. Teman-teman gue kaya nggak ada yang bisa gue andalkan. Gue sempet mau mengandalkan Bayu, chef pastry di kafe gue tapi dia nolak karena dia nggak ngerti soal management dan lain sebagainya, yang dia ngerti cuma bikin masakan udah.


Akhirnya gue ajak Aina, dia masuk kategori gue. Dia ngerti management dan persoalan uang dia jagonya. Dia juga anaknya jujur, dan bisa dipercaya walau kadang polos. Tapi bukan masalah itu kan emang sifatnya aja.


Sempet juga dia nolak tapi gue maksa. Dia pun bisa dipaksa kalau soal dimintai tolong temanya, beda kalau diajak pacaran walau dipaksa selama 6 tahun lebih nggak mau dianya. Yah habisnya yang ngajak nggak serius, hehehe.


Lalu gue juga menyerahkan rumah dan mobil gue buat dia pakai. Entahlah gue percaya aja sama ini cewek, lagian kasihan juga dia masih ngekos dan naik angkutan umum kalau ke mana-mana. Dan supaya kamar gue ada yang menempati juga, kan serem kalau ditinggal-tinggal gitu.


***


Sebelum jalan-jalan Aina minta diantarkan ke kosannya buat mandi dan ganti baju.


"Lo boleh masuk kok, kosannya bebas. Dari pada lo lama nunggu disini" saran dia sebelum dia masuk kosan.


"Enggak papa gue nunggu sini aja" gue tolak karena gue aneh aja nungguin cewek yang lagi mandi di kamarnya entar pikiran gue malah traveling dan nge dobrak pintu kamar mandi kan berabe.


Saat menunggu di mobil gue buka postingan gue semalam. Gue diam-diam mengambil gambar Aina yang lagi tidur terbungkus selimut cuma nampak hidung ke atas doang.


Dengan caption 'selamat tidur' gitu. Tapi apa yang gue dapat banyak banget komentarnya. Kebanyakan mereka nanya siapa dia? pacarnya?pokoknya pada penasaran siapa dalam foto itu.


Gue emang nggak pernah posting foto cewek kebanyakan foto gue dan aktifitas gue. Gua bukan selebgram tapi pengikut gue lumayan sekitar 50ribuan.


Banyak juga yang kirim pesan pribadi, waduh kok gini ya? gue nggak nyangka padahal gue bukan selebritis loh, kenapa penasaran banget tentang hidup gue.


Gue juga jadi keinget lagi tentang kenapa bisa gue posting foto ini cewek karena tadi malam gue nggak bisa tidur. Gue kepanasan lagi, sampai gue buka baju juga. Kalau mandi gue nggak mau lagi karena gue habis mandi karena menyelesaikan urusan gue sendiri. Gila aja di samping gue ada ikan asin yang menggoda gue sebagai kucing kan meraung-raung. Hanya saja karena gue kucing yang beriman dan bertaqwa gue harus bisa nahan lagi. Ya imbasnya gue jadi nggak bisa tidur, gue gabut deh. Baru bisa tidur udah jam 3an, itupun nggak nyenyak sama sekali.


Kok gue nyebut diri gue kucing ya?