Aina

Aina
Ep 12



Hubunganku dan Kalvin makin lama makin dekat kami memutuskan memulainya lagi. Tapi kendalanya adalah waktu, dia sangat sibuk dengan pekerjaannya. Selain hotel sebenarnya dia juga punya anak perusahaan lainnya yang bergerak dibidang investasi yang biasanya itu tidak terlihat seperti pendanaan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan. Aku juga belajar tentang itu karena sesuai dengan jurusanku.


Terkadang aku datang ke kantornya kalau merindukannya, asal tidak mengganggu kerjaannya dia akan sangat senang kalau aku kesana.


"Mau aku bantu bikin skripsinya? " Kalvin selalu menawari ku bantuan tapi aku tolak.


"Biar cepat lulus sayang, bukannya kemarin seharusnya sidang?dan kamu nggak bisa ikut? " emang kemarin ada sidang dan aku jadi ingat Jeno yang ikut apa dia lulus?


"Tiga bulan lagi ada lagi kok. " jawabku sebenarnya merasa sedih, karena melewatkan jadwal sidang kemarin.


Lalu setelah itu Kalvin kalau ada waktu dia membantuku.


***


Kalvin memaksaku agar aku pindah kosan yang lebih aman dan ada kamar mandi dalam biar nyaman katanya. Kalau tidak nurut aku disuruh pindah ke apartemennya atau rumah dia sekalian.


Kalvin tinggal sendiri, katanya hanya tinggal paman keluarganya yang saat ini juga membantunya di perusahaan. Ditinggal orang tua sejak usia muda dan menjadi pemimpin diusia muda juga membuatnya harus mandiri.


Saat ini aku sedang berada dilobi hotel menunggu Kalvin yang sedang bekerja entah apa yang dia kerjakan karena aku sudah menunggu sejam lebih disini.


Kemudian ada sekertaris Kalvin tiba-tiba datang dari luar, dia tersenyum ramah padaku tidak seperti saat pertama kami bertemu dulu.


"Aina? kok disini? kenapa tidak masuk saja ke kamarnya?" Dia bertanya seperti heran.


"Aku tidak bisa menghubunginya mungkin dia lagi sibuk."


"Oh" Rika mengeluarkan HP dari tas nya. Ya namanya Rika begitu aku tahunya kita tidak pernah kenalan hanya aku pernah mendengar saat Kalvin memanggilnya. "HP nya ada disaya soalnya, maaf ya"


"Kamu naik saja mungkin dia menunggu, soalnya tadi habis pertemuan bos langsung pergi katanya ada janji, saya pikir sama kamu. "


Aku nggak janjian sama dia hanya menerka-nerka kalau jam 5an dia sudah selesai kerja maka aku langsung kesini.


"Aina, kalau ada waktu nanti boleh kita bicara? nanti saja tapi" Rika terlihat serius mukanya.


"Apa mbak? mau bicara apa kok aku jadi penasaran? "


Rika diam nampak berpikir,


Aku segera naik ke kamar Kalvin setelah pamitan.


Tiba didepan pintu kamar aku menekan bel, tidak lama Kalvin membukakan pintu. Dia menggunakan kimono mandi terlihat kaget segera keluar menutup kembali pintu kamarnya. hah kok gini?


"Sayang? kok nggak bilang mau kesini? " ucapnya menyentuh pipiku dengan tangannya yang dingin karena habis mandi mungkin.


Aku hanya tersenyum.


"Mau makan aja dibawah? aku pakai baju dulu, kamu tunggu dibawah. ok? " dia menyuruhku dengan lembut dan aku nurut aja.


Tapi agak curiga,lalu dia janjian sama siapa tadi?.


Aku turun ke arah restoran tapi aku melihat Rika berjalan kearah karyawan yang sedang bekerja. Karena penasaran katanya dia mau ngomong tadi jadinya ku berbelok menuju ke arahnya.


"Mbak Rika" panggil ku, dia langsung berhenti.


"Mbak, tadi mau ngomong apa? "


"Mana tuan Kalvin? " Rika clingukan mencari Kalvin.


"Dia lagi mau pakai baju" aku mendengus.


Rika menarikku tepat saat aku tidak sengaja melihat Kalvin di ikuti wanita tidak aku kenal, bahkan wanita itu sesekali bergelayut manja pada lengan Kalvin.


"Dia siapa? "


Rika berusaha menutupi dengan badannya agar aku tidak bisa melihat mereka.


"Itu pasti wanitanya hari ini" suara itu terdengar dari salah satu pegawai. Aku menoleh ke arah mbak cantik itu.


"Wanita hari ini? " aku terkejut.


Rika menarik ku ke salah satu kamar, dia memang dengan mudah membuka kamar atau ruangan manapun karena dia kaki tangan bos.


"Saya ragu mau ngomong Aina, tapi setelah bergaul dengan kamu dan kamu baik aku jadi kasihan sama kamu kalau harus terus bersama si bos. Aku pikir kamu harus tahu ini" Rika memberiku HP nya, lalu menyalakannya.