
Kami mengadakan acara perayaan tanpa orang tua. Tapi cuma kami bertiga tanpa orang lain karena setelah ini pasti kami akan jarang bertemu.
Sonya akan kembali ke palembang dan Angel akan bekerja di perusahaan ayahnya.
Kami merayakan di privat room sebuah kafe agar enak tidak ada yang mengganggu.
"Lalu bagaimana om lo Sonya? " tanyakku saat kami makan bersama sambil ngobrol ngalor ngidul.
"Gue dibebasin karena emang gue mau balik kan, jadi dia baik banget. " Sonya ternyata mulai mabok, dia melemas meletakkan kepalanya dimeja.
Hanya aku saja yang tidak minum dan nggak ada niatan juga aku bakalan nyentuh minuman laknat itu.
"Aina, sekarang bagaimana hubungan lo dengan Jeno? " tumben Angel membahas Jeno,dia juga sedikit mabok.
"Nggak ada"
"Jadi dia itu kemarin-kemarin dia ke Korea menemui appa nya gue nggak tahu kenapa juga. Mamanya sekarang ada di sini, dan entahlah gue juga nggak tahu. " Angel cerita nggak jelas. Jadi sebenarnya mungkin cuma aku saja yang tahu kalau orang tua Jeno kemungkinan akan bercerai, aku yakin Jeno ingin menyatukan meraka lagi nampaknya.
"Lalu kalian kenapa bisa dekat sekarang bukannya lo paling nggak suka Jeno? " yah Angel paling nggak suka playboy.
"Itu karena Jeno serius sama elo Aina" Angel meneguk minuman lagi hingga tambah nggak jelas.
"Heh, jadi gini Jeno deketin Angel cuma pingin tahu tentang lo aja" kini Sonya yang menjelaskan.
"Dan uang yang lo pakai buat bayar itu Sultan brengsek ya uangnya Jeno Aina begok" Sonya menambahkan lagi, yang bikin aku terkejut.
Aku menggoncang tubuh Angel meminta penjelasan darinya. Bagaimana bisa uang Jeno yang aku pakai? duh tambah gila aku.
"Sorry Aina, sebelum gue lulus papa nggak memberiku uang banyak jadi gue sebenarnya nggak bisa bantuin lo. Tapi Jeno berpesan kalau lo butuh bantuan dia yang akan bantu, jadi katanya itu urusan dia setelahnya. Maaf ya Aina, gue nggak bermaksud bohong, tapi Jeno tulus cinta sama lo. Dan kita percaya itu kok. "
"Bukannya kita sepakat nggak suka sama yang namanya playboy?" tanyaku berharap ada jawaban dari mereka.
"Jeno itu ternyata nggak pernah mau pacaran dia cuma menganggap cewek-cewek yang dekat itu teman." jelas Angel. "Jadi pertimbangkan kali ini kalau Jeno nembak lo lagi. "
Yang pertama dia ciuman dengan adik tingkat diperpus. Yang kedua dia ciuman ditangga darurat dengan anak kesenian yang ketiga aku melihat bekas lipstik dibibir Jeno pas di warnet bersama Yolanda. Aku selalu melihat itu, bagaimana aku bisa mempertimbangkan Jeno coba?
Aku diam, menyilangkan kedua tanganku diatas dada, menyenderkan tubuhku disandaran sofa.
Sejam kemudian, aku menghubungi Daniel agar menjemput Angel. Pikirku, aku yang akan mengurus Sonya nantinya.
Tapi Daniel malah datang bersama Jeno.
"Loh lo masih waras? " Daniel heran karena hanya aku saja yang masih bugar.
"Makanya gue nggak salah pilih Aina" itu suara Jeno yang dari tadi aku tatap, karena aku perlu menanyakan perihal tadi.
"Terus ngapain lo ikut kesini? " tanyaku kayanya terdengar sengit.
"Emm, tadi gue masih nongkrong sama Daniel jadi ya sudah gue ikut, lagian gue juga nggak bawa mobil juga. " serius cuma itu.
"Dan mengkhawatirkan elo" halah.
Daniel sudah membawa Angel pulang. Aku memapah Sonya keluar, aku tidak membiarkan Jeno menyentuh Sonya, aku sudah tahu jenis manusia apa seorang Jeno.
Setelah aku pikir, aku rasa dia memang tukang PHP kaya Yolanda bilang. Dia cuma mau tubuh si cewek lalu ditinggalin, tidak beda jauh dengan Kalvin, bedanya Jeno seperti mengencani cewek tersebut.
Dengan terpaksa aku ikut Jeno karena ternyata tadi Daniel membawa mobil Angel.
Aku duduk dibelakang bersama Sonya nyender dibahuku.
"Jadi gue kaya sopir gitu nih ceritanya? " Jeno nyengir sebelum akhirnya dia menjalankan mobilnya.
Aku diam,masih tidak percaya dengan kedua sahabatku yang akhirnya menyukai Jeno.