Aina

Aina
Ep. 87 Kepanasan



Jeno ternyata masuk kamar mandi, dia mungkin mandi atau menyelesaikan urusannya yang nggak bisa diselesaikan denganku.


Antara lega dan malu, karena nggak jadi dan karena aku tadi begitu gampangnya mau menyerahkan diriku padanya.


Sebenarnya mungkin kalaupun terjadi aku kayanya nggak akan menyesal deh. heh


Aku memakai celanaku kembali dan merebahkan diriku dengan menyelimuti seluruh tubuhku dari kepala hingga kaki.


Lebih dari setengah jam pintu kamar baru terdengar terbuka, tandanya Jeno keluar.


Aku mengintip, dari selimut tebal itu.


Rambut Jeno basah, dia hanya memakai handuk saja dibagian bawahnya. Waduh, kok malah terlihat seksi begitu ya. Dia nampaknya sedang mencari pakaian ganti. Begitu dapat ia balik lagi ke kamar mandi.


Lima menit kemudian dia keluar. Aku sudah membuka selimut ini, tapi cuma nampak wajahku doang sih.


Jeno tidak menghiraukan aku, dia ternyata memakai pakaian koko hitam dan sarung hitam. Lalu aku lihat dia membeber karpet kecil yang sudah aku ketahui namanya sajadah.


Dia sholat, entah sholat apa. Sekarang jam 8 an tadi dia sudah sholat jam 6. Kok sholat lagi?


Gerakan Jeno menarik perhatianku, dia begitu tenang. Mulutnya nampak bergerak tapi pelan banget, aku nggak dengar apa yang ia baca.


Yang bikin aku takjub saat ia sedang bersujud yang ke delapan, sedikit lama.


Setelah itu dia duduk menengadahkan tangannya, mungkin berdoa.


Lalu setelah selesai, dia menoleh padaku dan tersenyum. Waduh kenapa ganteng banget dia. Bagaimana ini? apa kabar jantung?


Dia berdiri menghampiriku.


"Tidur aja, atau gue antar pulang? " tanyanya.


Tidak aku masih mau disini, entah kenapa aku nggak mau pulang.


"Hem, gue tidur" aku menenggelamkan diriku kedalam selimut.


"Enggak papakan gue tidur disebelah lo? enggak akan gue apa-apain kok" dia sepertinya menempatkan dirinya disebelah ku.


"Em"


"Maaf, gue minta maaf lagi. Gue nggak nyangka ternyata gue beneran suka sama lo Aina. " dia minta maaf lagi. Dan kalimat yang terakhir membuat aku bingung.


Apa dia selama ini nggak beneran suka sama aku? jadi cuma aku yang dia bikin baper terus jatuh cinta beneran.


Terus sekarang dia kena batunya hingga beneran suka sama aku? aku kok jadi bingung.


"Jadi selama ini lo nggak beneran suka sama gue, heh? " aku keluar dari selimut.


Entah apa yang dia tertawakan, dia mungkin menertawai aku yang bodoh kemakan rayuannya selama ini.


"Tidak,maaf gue ketawa karena lihat lo yang ternyata beneran jatuh cinta sama gue. Padahal udah bertahun-tahun gue ngejar lo, sekarang lo menyerah. Tapi gue juga ngaku kalah."


nggak bener ini bocah.


"Gue pikir nggak akan bisa jatuh cinta lagi, ternyata gue sekarang sadar sudah lama gue jatuh cinta hanya selalu gue abaikan. Gue nggak sadar kalau ini cinta. "


Aku duduk, ingin meresapi apa yang dia bilang, apa sih intinya. Dia ini sekarang lagi menyatakan cintanya gitu kah?


"Udah tidur sana, nggak usah mikir macam-macam. Atau gue tidurin ya? " dia bikin aku balik lagi membungkus diriku dengan selimut.


Kayanya Jeno ikut merebahkan diri,


"Na, jangan gampang ngasih tubuh lo ke cowok lagi. Kasih tubuh lo ke suami lo nantinya, apa lagi cowok kaya gue. Gue nggak pantas buat lo yang baik. " dia berbicara lagi.


Aku nggak menanggapi, dia memang benar. Mungkin tadi aku kesurupan setan jadi hilang akal sehatku.


"Tidur aja, gue nggak akan ganggu. Anggep gue ngga ada. Tenang aja" dia ngomong terus gimana mau tidur.


***


Pagi hari, sebenarnya belum pagi. Aku mendengar suara adzan subuh. Aku melirik Jeno masih tidur, dia budeg kali ya? suara adzan keras banget padahal.


Lalu aku miring ke arah Jeno niatnya mau membangunkannya. Tapi apa yang aku lihat? Jeno tidak memakai baju, dia telanjang dada.


Waduh, kenapa dia tidur telanjang gini? aku jadi berpikir kotor jangan-jangan tadi pas aku tidur dia apa-apain aku lagi. Aku tengok pakaianku, tapi masih lengkap. Dan nggak mungkin Jeno melakukan itu dan aku nggak sadar.


Jeno menggeliat, dia bangun.


"Hai, kenapa? kok sepertinya panik?" dia bisa baca pikir kali ya.


Aku cuma menggeleng.


"Lo kok tidur nggak pakai baju? "


"Oh, iya tadi malam kepanasan.Kenapa emang? " jelasnya.


Memang sih bahan baju Jeno selama kalau buat tidur tidak akan nyaman. Tapi kalau panas, sepertinya tidak. Aku saja tetap selimutan. Apa yang panas coba? kamar Jeno juga ber AC. Anak ini mungkin kemasukan setan, jadi kepanasan deh.


Aku diam.


Dia duduk, lalu memukul kepalaku pelan bahkan lembut.


"Otak mesum " lalu kabur ke kamar mandi.