Aina

Aina
Ep 58



Malam ini aku memakai gaun abu-abu muda selutut model kerah sabrina yang mengekspos bahu ku. Ini pilihan tante Mery, aku sudah menolak karena harganya mahal. Kado ku saja tidak seberapa harganya malah aku dibayarin baju mahal.


Tentu saja aku dijemput Marsel, dia nampak tampan dan menawan. Mungkin kalau aku tetap bersama ini orang hatiku pasti akan goyah.


Semua orang yang datang dari kalangan elit, semuanya terlihat mewah. Aku merasa sangat kecil disini, gugup rasanya berada dikalangan ini.


"Mas, nanti jangan bilang kalau aku pacar kamu ya. Aku disini cuma sebagai teman Angel aja. " pintaku saat kami sudah sampai, dan aku melepaskan tanganku dari lengannya.


Marsel menariknya kembali, "udah ayo nggak apa-apa Aina"


Aku terpaksa menautkan kembali tanganku.


Marsel dengan santainya menuju tempat keberadaan kedua orang tuanya yang sedang berbincang dengan rekannya kayaknya.


Dan beberapa orang menatap kami, tentu saja pasti mereka mengenal Marsel dan pasti penasaran siapa wanita yang bersama dia. Hah bikin aku tambah tidak percaya diri saja.


Lalu aku melihat Angel sedang bahagia bersama teman-teman elitnya yang tidak sama sekali aku kenal.


Dia hanya melambaikan tangannya dan tersenyum mengatakan Hai tapi dalam bahasa isyarat ketika melihatku.


Angel pasti nggak bakalan menghiraukan aku disini nantinya.


"Papa mama selamat ya" suara Marsel membuatku sadar kalau kami sudah sampai didepan kedua orang tuanya.


Marsel mencium kedua orang tuanya lalu disusul oleh aku. Tapi aku hanya cium pipi tante Mery saja. Dan memberi selamat juga dengan full senyum.


"Siapa ini? " tanya seorang pria paruh baya yang ada disamping papanya Marsel.


"Pacar Marsel" jawab tante Mery cepat.


Aku kalah cepat, padahal mau bilang teman Angel gitu.


"Oh,hebat Marsel pacar kamu cantik banget." puji orang itu yang tidak bikin aku bahagia sama sekali tapi aku tetap tersenyum.


"Lalu kapan? jangan lama-lama loh Marsel kan sudah waktunya menikah. " kali ini yang bicara wanita paruh baya yang ada disampingnya.


Marsel nampak ingin menjawab tapi dari arah samping datanglah Mas Martin dia kakaknya Angel yang pertama. Dia datang bersama istrinya kak Dea yang menggandeng putrinya yang masih sekitar empat tahunan.


"Kalian telat" tante Mery memeluk anaknya dan menantunya itu lalu anak kecil itu digendong om Dewa.


Lalu setelah selesai dengan urusan orang tuanya kini mereka menyapa pasangan tua tadi. Ternyata mereka rekan kerja perusahan om Dewa yang sudah diwariskan kepada mas Martin.


Setelahnya mereka baru sadar kalau ada aku.


"Bukanya kamu teman Angel ya? " tanya Martin menyapaku.


"Iya mas, saya kira nggak ingat saya."


Kemudian Martin tertawa renyah. " Ya gue ingat lah, ketika lo pertama kerumah kan pas nikahan gue terus Marsel penasaran tu sama lo, dia bilang gini. "eh temen Angel cantiknya kelewatan bang" ya kan Sel lo bilang gitu, nggak sah malu lo"


Marsel salah tingkah.


"Mama baru tahu ternyata sudah dari dulu Marsel naksir Aina" kini tante Mery mengada-ngada.


"Taikkkkk" Marsel meledek adiknya itu.


Mereka tertawa, aku hanya bisa senyum saja.


"Eh tunggu, jadi sekarang Aina sudah jadi pacar lo gitu maksudnya ini? " Martin mengakhiri tertawanya.


"Ya iyalah" jawab Marsel enteng.


Mereka nampak akrab sekali.


"Jangan disia-siakan loh Sel, Aina cantik banget soalnya. " sekarang kak Dea yang ikut bicara sambil menepuk lenganku sedikit.


Aku cuma senyum.


"Mudah-mudahan Aina nggak kabur."Marsel membuatku menahan amarah


Dia kayanya mendalami peran banget, aku jadi bingung harus bagaimana setelah ini.


Disela interaksi ku bersama keluarga Marsel aku melihat Jeno yang berada di pojok dekat makanan. Dia menatapku dengan pandangan sendu,matanya sedih.


Maaf Jeno,


Marsel menyadari kalau aku menatap arah bagian makanan.


"Mau makan dulu? ayo" ajak Marsel ternyata dia mikirnya aku ingin makan.


"Oh iya ayo ajak Aina makan" tante Mery mempersilahkan.


Lalu aku dan Marsel ketempat makanan.


Tentu saja ada Jeno yang masih asik menikmati makanan bersama Daniel yang ternyata juga ada.


"Hai Ai, lama nggak ketemu? " sapa Daniel.


"Hai, iya yah"


Marsel ternyata malah menyapa tamu yang lainnya yang aku tidak kenal, meninggalkan aku disini.


Jadi aku menikmati makanan bersama Jeno dan Daniel.


Aku perhatikan Jeno kebanyakan minum ketimbang makan kuenya. Dan yang dia minum itu anggur entah apa aku nggak ngerti.


"Angel nggak niatan mau balikan sama gue gitu Ai? " tanya Daniel yang sambil melahap batagor.


"Lo kan selingkuh, ya nggak akan bisa dapet maaf. " jawabku sambil mengambil salad buah.


"Itu cuma salah paham, dia aja nggak mau ngerti. " Daniel mengelak tuduhanku.


"Lagian sudah lama juga, pasti sekarang lo nyesel karena telah menyia-nyiakan Angel. "


Aku perhatikan Jeno tidak memperhatikan interaksi kami dia nggak peduli sama sekali. Lama kelamaan dia bahkan pergi keluar gedung.