Aina

Aina
Ep 11



Besoknya aku ada kelas pagi jadi harus segera ke kampus.


"Na tunggu! " itu suara Jeno saat aku tiba dikampus, kebetulan aku lewat parkiran mobil biar cepat.


Aku mengabaikannya,karena masih kesal perihal dia peristiwa diklup. Tapi tanganku berhasil ia raih, alhasil aku diseret olehnya masuk kedalam mobilnya bagian kursi belakang.


"Jelasin ke gue siapa dia? " matanya penuh amarah, aku belum pernah melihat dia seserius ini sebelumnya.


"Bukan urusan lo! " jawabku dingin.


"Kenapa lo nggak bilang kalau waktu itu lo butuh uang? heh? gue bisa usahain kalau cuma 200 juta aja. Aina gue kecewa sama lo, lo cewek yang selama ini gue cinta dan gue kagumi kenapa bisa kaya gini? " kalimat Jeno perlahan memelan bahkan nyaris berbisik.


Air mataku menetes. Jeno pasti tahu dari Angel tentang ini.


"Sorry gue bukan cewek suci lagi. " Aku segera keluar dari mobil itu sebelum air mataku banjir.


Setiba di kelas, untung belum mulai karena ternyata kelasnya mundur 15 menit. Aku duduk disamping Angel yang terlihat bersalah, aku yakin karena dia kemarin mombocorkan rahasiku pada Jeno. Apalagi Jeno ternyata ada dibelakangku, dia duduk dibarisan depan melawati kami begitu saja tidak biasanya dia disitu.


"Muka Jeno kenapa bisa ancur gitu? " itu suara Ken karena dia tidak ikut jadi tidak tahu masalahnya.


"Namanya juga pahlawan ya harus bonyok" Daniel sedikit meledek.


Aku yakin Jeno mendengar, dia menoleh dengan mata yang seolah mengeluarkan laser tidak biasanya.


Setelah selesai kelas kami berkumpul digazebo sambil membahas tugas yang kebanyakan ngobrolnya juga adegan bucin Angel dan Daniel. Jeno masih banyak diam dan dingin sampai nggak mau ada yang ganggu.


Sonya datang dia terlihat bahagia, tentu saja kemarin dia habis berlibur ke Lombok.


"Hai semuanya? " sapa Sonya. "Hai Aina, wah yang balikan sama mantan jadi kelihatan cerah. " apaan coba ni anak harus bahas itu.


Tentu saja pada heboh nggak jelas.


"Siapa? Aina punya pacar? "


"Loh bukannya kalian ketemu di klup kemarin? " Sonya tahu semuanya karena semalam aku ceritakan.


"Yang kemarin pakai pajero itu? "Daniel heboh.


" Ya gue udah cari tahu ternyata dia itu Kalvin Mahesa pemilik hotel king yang didunia bisnis dia terkenal tampan dan sukses diumur yang masih muda. " Angel pasti tahu dari keluarganya.


"Wah kaya cinderela dong lo"


" Diam! bisa nggak usah bahas privasi gue. " aku segera menghentikan kehebohan ini, entah kenapa aku nggak enak sama Jeno walaupun dia nampak cuek dengan bermain HP nya.


Lalu kami kembali ke diskusi tugas lagi, kali ini kalau masalah tugas yang mendominasi adalah Jeno. Dia lama kelamaan sudah ceria lagi dan kembali ke aslinya.


"Gue mau ke Profesor Mira mau bareng? " saat kami semua sudah pada buyar dan Jeno tiba-tiba ngajakin aku buat bimbingan bareng.


Aduh aku kok malah bingung ya sama sikap Jeno seolah tidak ada yang terjadi tadi dan kemarin lusa.


"Oh gue belum selesai bab 4 nya, jadi duluan aja. " aku sebenarnya senang Jeno tidak marah lagi tapi aku nggak mau kena marah prof. Mira juga kalau tiba-tiba nongol.


"Bukannya harusnya udah selesai? "


Yah seharusnya karena sudah hampir dua bulan.


"Bulan depan ada jadwal sidang nggak mau ikut sidang bareng? "


Ya aku pingin banget tapi apa bisa?


"Dia cuma mantan, dan mantan pernah bikin salah, gue rasa biasanya mantan seharusnya dibuang. Lo cuma sesaat terlena karena sisa masa lalu, jadi nikmatin aja dulu baru kita lihat berapa lama lo akan bertahan. " celoteh Jeno yang bikin aku melongo.


"Dia nggak jauh beda dari pada gue"


"Jeno lo ngomong apa? "