Aina

Aina
Ep 40



Angel langsung menangis dipelukan ku begitu kami tiba di kamarnya.


"Gue kali ini beneran putus sama Daniel Aina, dia benar-benar brengsek gue benci dia" ungkap Angel diiringi isak tangisnya.


Angel melepas pelukan nya lalu aku membantunya mengusap air matanya itu dengan tisu.


Bukan kali pertama Angel seperti ini karena cowok, dia kalau sudah cinta cowok akan sangat cinta dan memberikan segalanya pada cowok tersebut hingga kalau sakit hati dia akan sangat sakit sekali.


"Sudahlah jangan menangis lagi, ya?"


Angel juga mengambil tisu mengusap ingusnya yang ikut keluar.


"Lo tahu? Daniel ternyata selingkuh Ai" Angel kemudian menangis lagi bahkan semakin kencang dan meratap sesenggukan.


Daniel dan antek-anteknya memang tidak bisa dipercaya mereka cuma kumpulan cowok brengsek.


"Kok lo tahu? "


"Tadi gue diem-diem buntuti dia dan gue memergoki dia bersama cewek lain. " cerita Angel masih dengan tangisnya.


"Terus lo nggak ngajakin gue? kalau ada apa-apa gimana? "


"Kalau lo ikut, gue pasti bakalan dicegah agar tidak memukul itu cewek lo kan selalu gitu terlalu sabar dan baik" Angel agak tenang sekarang.


Aku memang tidak suka kekerasan semua bisa dibicarakan dengan baik tanpa adanya kekerasan.


"Jadi lo pukul itu selingkuhan Daniel? "


"Iya bahkan gue juga pukul tu Daniel dan junior dia hingga kesakitan. Rasanya belum puas karena setelah itu Jeno datang misahin kami. Duh gue juga pukul si Jeno brengsek itu buat lo. Hah seharusnya tadi lo juga ikut hah" tutur Angel.


Gimana sih tadi katanya aku nggak boleh ikut sekarang aku seharusnya ikut, dasar Angel.


"Lo ketemu Jeno? "


"Hem, tenang saja dia nggak sempet nanya-nanya tentang lo kok jadi aman. " Angel membuatku sedikit lega.


Aku yakin dia segera mencariku karena sadar kalau uangnya aku kembalikan.


Dalam sebulan ini mungkin dia sibuk mengurus pekerjaannya karena dia baru saja jadi PNS. Entahlah aku juga tidak tahu karena nomernya aku blokir. Mungkin juga dia masih berpikir kalau aku berada di Malang. Jadi bagus lah tadi aku nggak ikut Angel jadinya aku tidak perlu bertemu dengan Jeno.


Angel membaringkan tubuhnya setelah mengganti bajunya dengan baju rumahan.


"Sekarang jelaskan ada apa lo dengan Marsel? " tanya Angel yang membuatku terkejut. Sepertinya Angel sudah baik-baik saja hingga menanyakan itu.


"Kami jadian, lo setuju kan gue sama abang lo itu? "


Angel menghela nafas, " lo diancam ya sama Marsel karena dia tahu rahasia lo? "tebak Angel.


"Nggak, dia baik kok. Dari dulu dia sudah bilang kalau dia tahu tentang kejadian itu tapi tidak pernah memanfaatkannya. " padahal memang pernah Marsel mengancam ku tapi aku tidak takut.


"Masa lo tiba-tiba suka Marsel? " Angel mendesak ku.


"Iya, gue suka dia. " bohong nggak mungkin aku suka Marsel.


"Lo bakalan nyesel pacaran sama Marsel, dia itu bukan cowok yang baik buat lo pacarin Ai, dia suka bermain perempuan. " tutur Angel.


"Mungkin dia akan berubah, gue percaya dia. "


Aku tidak peduli mau seperti apa Marsel itu. Aku juga sama hanya wanita yang dibayar olehnya bedanya aku tidak tidur dengannya itu saja.


Angel kemudian ketiduran setelah menangis lagi.


Aku sudah lama tidak merasakan seperti yang dialami Angel. Pacaran pun hanya dengan satu orang yang sama. Tapi sakit hati yang sangat ketika dulu SMA pas Kalvin tiba-tiba pergi. Untuk yang kedua ketika balikan dan putus lagi aku tidak merasakan patah hati padahal masalahnya sama dengan Angel adanya wanita lain.


Tapi aku juga merasakan sakit ketika Jeno menhianati ku perihal lain, dia membuatku kecewa atas sikapnya saja.


Aku benci Jeno sekaligus merindukannya. Bagaimana nanti kalau kami bertemu, aku harus apa? apa aku harus bertanya soal kebodohannya itu?.


Mulutnya terlalu besar hingga merugikan orang lain.