Affair With CEO

Affair With CEO
Suami istri



Setelah mengurus beberapa hal terkait data pengajuan pernikahan. Siang itu keduanya sudah dalam perjalanan menuju kantor catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan.


“Jangan publish pernikahan kita dulu, Ken. Aku nggak mau orang berspekulasi buruk tentang hubungan kita.”


“Apa maksudmu?”


“Biarkan orang orang kantor tahu dengan sendirinya. Kita nggak perlu speak up tentang hubungan kita. Lagi pula itu hanya akan merugikanku, mereka pasti berpikir bahwa aku yang menggoda.”


“Memangnya siapa yang berani membicarakanmu? Akan kupecat mereka jika itu sampai terjadi,” balas Kendrick dingin. “Menjadi istriku tak akan kubiarkan kamu menanggung semuanya sendirian, Kiran.”


“Makasih, Sayangku.”


Belum apa-apa, Kendrick justru menyerang Kirana dengan ciuman panas yang membuat sang sopir menelan saliva berkali-kali ketika mendengar suara erangan dan decakan penuh gairah.


“Kamu merusak riasan wajahku, Ken,” gerutu Kirana sambil merapikan pakaian yang berantakan.


“Aku tidak sabar untuk melakukan malam pertama,” bisik Kendrick sensual.


“Jangan mesum.” Memalingkan wajah dan kembali menyapukan riasan di wajah agar tak terlihat berantakan.


Sesampainya di kantor catatan sipil, mereka berdua segera dibimbing menuju ruangan khusus. Tak sampai tiga puluh menit kemudian, mereka berdua sudah keluar dengan membawa akta pernikahan yang telah di sahkan.


“Kita sudah resmi jadi sepasang suami istri. Ini nyata, kan?” tanya Kirana dengan senyum yang semakin lebar.


“No, ini benar-benar nyata. Akhirnya aku tidur akan ada yang menemani,” sahut Kendrick dengan wajah menyebalkan.


“Heran deh, kenapa isi kepalamu nggak jauh-jauh dari itu mulu sih.”


“Stop! Jangan diteruskan,” potong Kirana sebelum pria itu menjawab.


“Besok malam, kita adakan makan malam di rumah baru, ya.”


“Oke.”


Setelah mengantongi akta pernikahan, mereka datang ke kantor seperti biasa. Menjalani hari sebagai atasan dan bawahan, kemudian pulang menjadi pasangan baru menikah yang akan mulai tinggal dalam satu rumah yang sama.


...✿✿✿...


Hari sudah petang ketika keduanya sampai di rumah. Disambut Rina dan Lina yang terkejut melihat Kendrick ikut masuk ke dalam rumah.


Perlahan dan hati-hati, Kirana mulai menjelaskan tentang hubungan mereka. Bahwa dia telah menikah bersama dengan Kendrick, hingga otomatis pria itu sekarang akan tinggal bersama dengan mereka.


Awalnya Kirana mulai was-was melihat ekspresi keduanya, tetapi kemudian senyumnya melebar ketika reaksi keduanya justru tak terduga.


“Berarti aku punya papa baru, ya, Ma?” tanya Rina dengan mata berbinar penuh.


“Iya dong, sekarang Rina sama Lina punya papa baru. Jadi kalian punya dua papa.”


“Boleh panggil papa?” tanya Lina polos.


“Papa Ken!”


“Papa Kendrick!”


Dan pria dewasa itu seketika berkaca-kaca mendengar panggilan baru yang tersemat untuknya. Dari om jadi papa. Dari pria lajang berganti status jadi ayah dari dua orang putri yang cantik. Ini memang tiba-tiba, tetapi dia menyukainya. Tidak ada sikap keberatan yang ditunjukkan pria itu saat kedua anak tirinya justru bergelayut manja di lengan. Justru Kendrick menikmati momen ini, setiap hal dan kejadian yang baru ini akan menjadi memori yang tak akan terlupakan.


Ternyata, menaklukkan dua anak manis itu tak serumit kata Sean dan Alfred. Dasar dua bujangan itu bisanya hanya menakuti saja.


“Oke, papa sama mama mau mandi dulu. Nanti malam kita makan malam di luar, gimana?”


“Oke, aku mau.” Rina dengan penuh semangat mengangguk.


Setelah itu keduanya meninggalkan sang anak untuk masuk ke kamar. Mata Kendrick menjelajah setiap sudut kamar di rumah milik sang istri. Tak terlalu luas, tetapi cukup untuk mereka berdua.


Rapi, tak terlalu banyak barang yang tidak diperlukan, tetapi ketika matanya menoleh ke arah ranjang dia mendengkus pelan.


Sialan, itu ranjang yang sama yang dipakai sang istri bersama dengan mantan suaminya. Membuat suasana hati yang tadinya berbunga-bunga seketika merosot.


“Ada apa, Ken?” tanya Kirana menyadari perubahan suami barunya.


“Aku benci harus membayangkan kamu bercinta di ranjang ini bersama dengan mantan suamimu,” sahut Kendrick kesal.


Kirana hanya tersenyum geli. Dia keluar dari kamar ketika mendengar suara ketukan pintu, ternyata salah satu asisten rumah tangga Kendrick, membawa satu koper besar kebutuhan pria itu.


Saat kembali ternyata pria itu sedang mandi, terdengar suara gemericik air yang mengalir. Dia memutuskan membuka koper pria itu dan merapikan isinya, juga menyiapkan pakaian pria itu.


Ceklek!


Kirana mengalihkan pandangan ketika mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Dia menelan saliva susah payah melihat pria itu berdiri dengan tubuh telanjang yang hanya tertutup handuk di bagian bawah.


“Ini pakaianmu, Ken.”


“Oke.” Kendrick mendekat, bukan pakaian yang diambil, justru pria itu merengkuh tubuh sang istri dan mengendus aroma tubuh wanita itu.


“Ih, geli. Aku mau mandi.” Kirana terkekeh pelan, berusaha lepas dari dekapan pria itu.


“Aku lupa jika sudah janji pada anak-anak mengajak mereka keluar. Nanti malam kita pasti akan menghabiskan malam panjang, Kiran.”


“Yes, itu pasti. Sekarang lepaskan pelukan ini, Ken. Aku perlu mandi.”


“Panggil aku yang benar.”


“Sayangku, aku mencintaimu.” Kirana mengecup lembut pipi sang suami sebelum berlari ke arah kamar mandi.


To Be Continue ....