Affair With CEO

Affair With CEO
Penjelasan



“Aku tidak mengkhianati pernikahan kita!” sahut Kendrick tegas.


“Sampai kapan kamu akan menyembunyikan kebenaran,” sahut Kirana dengan lirih, suaranya bergetar menyayat hati.


Kendrick segera merengkuh sang istri, membawanya ke dalam pelukan untuk menenangkannya. Namun, bukannya tenang Kirana malah berontak. Dia marah saat melihat pria yang memeluknya pernah bercinta dengan wanita lain.


Kirana benci harus mengakui bahwa dia takut kehilangan suaminya. Sekuat tenaga dia menjauhkan tubuhnya dari Kendrick, lalu kepalan tangannya memukuli pria itu dengan kasar.


“Aku benci kamu,” teriak Kirana dengan tubuh yang mulai lelah.


“Benci aku sesukamu, tapi yang harus kamu tahu aku nggak pernah mengkhianati pernikahan kita,” kata Kendrick dengan napas memburu.


“Pembohong!”


“Tatap mataku dan katakan apa yang sebenarnya, Kiran.”


Kendrick menahan bahu istrinya, memaksa wanita itu untuk mendongak menatap matanya. Dia tidak tahan melihat air mata istrinya jatuh karenanya.


“Katakan dan jelaskan agar aku tahu. Jika aku salah hukumlah aku, tapi jangan buang air matamu dengan percuma seperti ini.”


“Seharusnya aku yang bertanya. Aku yang minta penjelasan.”


Kirana tidak langsung menjelaskan. Dia terus berputar-putar dan membuat Kendrick bertanya-tanya tanpa jawaban yang pasti.


“Aku butuh penjelasan!” tekan Kendrick mulai tidak sabar.


“Ambilkan laptop,” ujar Kirana meminta. Dia tidak memiliki laptop sendiri karena benda itu sudah masuk ke tempat sampah karena rusak.


“Untuk apa?” tanya Kendrick bingung.


“Ambil saja dan kamu akan tahu,” sahut Kirana datar, nada suaranya masih terlihat menyimpan kemarahan.


Kendrick segera menuruti perintah sang istri. Sepeninggal pria itu Kirana menarik napas panjang dan mengembuskannya pelan. Tangannya mengusap dada pelan, menetralkan emosi yang memenuhi dadanya.


“Ini,” kata Kendrick memberikan laptopnya pada sang istri yang langsung menyalakan dan mengotak-atik selama beberapa menit.


“Lihat dan jelaskan ini padaku, Aska Kendrick Rusady!” ujar Kirana menghadapkan laptop ke arah sang suami yang mengatupkan bibirnya.


Kendrick memejamkan mata saat video percintaan itu berputar. Dia menggelengkan kepala, bibirnya terbuka ingin mengatakan sesuatu, tetapi kembali bungkam.


“Jelaskan apa maksudnya semua ini,” teriak Kirana penuh amarah dan melemparkan laptop itu hingga menimbulkan bunyi yang nyaring. “Kau pengkhianat!”


“Aku tidak mengkhianatimu!” balas Kendrick tidak terima dengan tuduhan itu.


“Maka jelaskan agar aku bisa mengambil kesimpulan,” ujar Kirana mulai melemah. “Tolong jangan membuatku menjadi wanita yang menyedihkan seperti ini.”


Kendrick menarik napas dalam. Dia tidak tahu harus menjelaskan bagaimana lagi karena dia sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada malam itu.


“Kau tidak pulang semalaman dan ternyata justru tengah sibuk bercinta.”


“Aku tidak melakukannya!”


Kirana menangis. Sejak bersama dengan Kendrick hatinya melemah dan goyah. Tidak seperti saat bersama dengan Zidan saat dia diperlakukan tidak adil dia bisa melawan.


Bersama dengan Kendrick, rasanya lemah sekali. Cinta membuatnya kehilangan kekuatan. Namun, cinta pria itu juga yang telah menyembuhkan lukanya.


“Biarkan aku menjelaskan. Jangan menyela ceritaku, oke?”


Kirana diam tak menjawab. Namun, dia paham dengan ucapan suaminya. Menunggu dengan tidak sabar, dia berharap suaminya tidak mengatakan kebenaran yang menyesakkan dada, menghancurkan hati dan kepercayaannya.


“Malam itu ....”


Kendrick mulai menceritakan pada hari saat dirinya tidak pulang ke rumah. Sore itu dia mendapatkan undangan dari salah satu perusahaan yang ingin membeli beberapa mobil untuk kepentingan transportasi. Dia menyanggupinya untuk datang ke restoran hotel yang telah ditentukan bersama dengan Indra.


Sesampainya di sana dia tak sengaja bertemu dengan Yemima Sandrez, mantan tunangannya. Mereka memasuki hotel bersama, tetapi tidak benar-benar hanya berdua seperti yang terekam di CCTV. Ada Indra yang berjalan tepat di belakangnya.


“Aku tidak menyangka bertemu denganmu di sini,” ucap Yemima ingin memeluknya. Namun, dia menghindar dan menolak wanita itu.


“Hanya kebetulan.”


“Apa kabarmu, Ken? Kau benar-benar tidak berharap ada hubungan di antara kita, ya.”


“Kau sudah tahu jawabannya.”


Sikap Kendrick saat itu bahkan benar-benar sangat dingin. Tidak memberikan cela wanita itu untuk mendapatkan perhatiannya.


Mereka berpisah saat Kendrick lebih dulu keluar dari lift menuju restoran. Dia bertemu dengan klien yang ingin mengajaknya bekerja sama. Seorang pria paruh baya yang pernah bertemu dengannya satu tahun yang lalu saat menghadiri perjamuan pesta di kalangan pejabat pemerintahan.


Hampir dua jam lamanya Kendrick berada di sana. Ponselnya dalam keadaan mati karena baterainya habis sejak sore dan lupa mengisi daya. Itu sebabnya dia tidak bisa menghubungi sang istri untuk memberikan kabar.


Setelah makan, sejenak mereka minum. Kendrick tak mungkin menolaknya sebagai bentuk kesopanan. Pria paruh baya itu pamit pergi duluan karena mendapatkan panggilan mendesak dari keluarganya.


Kendrick berniat menghabiskan wine di gelasnya saat tiba-tiba pandangannya terasa buram. Kepalanya menggeleng beberapa kali untuk menghilangkan rasa pusing itu.


“Angkat,” jawab Kendrick mencoba mengembalikan kesadaran.


Baru sepatah kata yang keluar dari bibir Indra, tiba-tiba pria itu mengatakan bahwa ponselnya mati kehabisan baterai.


“Sial,” ujar Kendrick merasa ada yang tidak beres. “Ayo pulang!” ajaknya pada Indra.


Indra setuju, tetapi dia izin ke toilet lebih dulu. Namun, hampir sepuluh menit lamanya pria itu tak juga kembali. Kendrick yang mulai tidak sabar berniat mencari sang asisten, tetapi tiba-tiba pengelihatannya mengabur dan entah apa yang terjadi.


Kendrick terbangun di kamar hotel. Sendirian. Saat mencoba mengingat apa yang terjadi, dia tetap tidak bisa mengingat apa pun selain terakhir kali dia ada di restoran menunggu Indra.


Kendrick menghubungi resepsionis dan menanyakan apa yang terjadi kenapa dia bisa ada di kamar. Namun, sang manager yang menjelaskan. Bahwa dia terlalu mabuk dan tak sadarkan diri hingga membuat mereka berinisiatif membawanya ke kamar hotel.


Manajer itu juga menjelaskan bahwa ada seorang pria yang tidak sadarkan diri di toilet. Saat dia bertanya, pria itu mengatakan nama Indra yang diketahui dari identitas yang ada di dompetnya.


Tak lama Indra datang menemuinya dan tampak linglung. Pria itu bertanya apa yang terjadi, tetapi Kendrick pun tidak mengetahui apa pun.


Mereka berdua bertanya-tanya mengapa bisa berada di kamar hotel sampai tak sadarkan diri. Sementara mereka tahu bahwa toleransi alkohol tubuhnya sangat baik.


Kendrick menolak penjelasan sang manager yang mengatakan bahwa mereka berdua mabuk.


Itu pernyataan yang konyol. Kendrick dan Indra sudah sering meminum beberapa jenis alkohol dengan kadar tinggi, tetapi tak pernah sampai tidak mengingat apa pun seperti ini.


Kendrick meminta Indra untuk melihat CCTV hotel. Namun, salah satu petugas keamanan di sana mengatakan bahwa di jam yang diminta ternyata CCTV dalam keadaan eror dan menunjukkannya.


Aneh, itu yang dirasakan keduanya.


Saat meminta konfirmasi pada resepsionis pun, petugas di sana mengatakan bahwa kamar mereka di reservasi menurut identitas yang mereka temukan dalam dompet. Sebelum pergi petugas itu menyerahkan tagihan dan memintanya mengecek dompet untuk memastikan tidak ada yang hilang.


Sejak malam itu Kendrick terus meminta Indra mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


“Kenapa kamu nggak jujur?”


Kendrick menghela napas mendapati pertanyaan istrinya. Dia hanya tidak mau membuat wanita itu banyak berpikir dan mempengaruhi kesehatannya.


“Tapi video dengan Yemima,” ucap Kirana sangsi. Itu bukan video editan atau sekadar rekayasa. Itu asli dan pria itu benar-benar Kendrick dilihat dari postur tubuhnya yang sama.


“Itu video lama, Kiran. Saat aku bahkan belum kembali ke Indonesia,” jawab Kendrick. Pria itu juga tak habis pikir bahwa Yemima merekam kejadian itu.


Saat itu Kendrick dalam pengaruh obat perangsang dan Yemima yang terus menggodanya untuk menjamah tubuh itu. Kendrick sudah menekankan bahwa percintaan itu hanya atas dasar hubungan sesaat dan Yemima menyetujuinya.


Itu adalah percintaan pertama dan terakhir mereka.


Kendrick memang pria brengsek yang telah meniduri banyak wanita. Pria itu sudah mengatakannya sejak awal bahwa masa lalunya bahkan sangat buruk.


Namun, sejak kembali ke Indonesia. Pria itu berhenti bermain-main wanita dan hanya fokus dengan pekerjaan sampai bertemu dengan istri orang yang membuatnya terpesona.


“Apa aku bisa mempercayaimu?”


Kendrick mengangguk yakin. “Aku bersumpah. Demi Tuhan aku nggak mengkhianati pernikahan kita. Itu video lama, jika kamu nggak percaya, coba perhatikan punggungku yang belum memiliki bekas luka.”


Kirana ingat bahwa suaminya memiliki bekas luka di punggung yang sampai saat ini masih ada. Dia pernah bertanya darimana bekas luka itu didapatkan. Pria itu menjawab dengan lugas, itu didapatkan saat dia dan Andrean berkelahi karena suatu masalah.


“Aku mencintaimu dan nggak mungkin mengkhianatimu. Bahkan niatnya saja nggak pernah terlintas di pikiran,” ujar Kendrick lagi meyakinkan.


Kendrick akhirnya tahu apa yang membuat istrinya itu menjadi sosok yang dingin beberapa waktu ini. Dia terus meyakinkan sang istri tentang dirinya yang tak bersalah. Ini jelas konspirasi yang telah direncanakan. Mengirimkan video lama dan foto terbaru kepada Kirana untuk membuat mereka salah paham.


Ini jelas bukan hanya dilakukan oleh satu orang saja.


Kendrick tertuju pada satu nama, tetapi dari laporan orangnya, Rajendra tidak melakukan pergerakan apa pun.


“Jadi maksudmu ini jebakan?” tanya Kirana.


“Ya semacam itu.”


“Siapa yang melakukannya?”


“Masih dicari tahu.”


Kirana mengangguk dan mengalihkan pandangan ke arah lain. Meskipun telah mengetahui fakta itu adalah video lama, tetap saja hatinya sakit mengingat banyak wanita yang pernah merasakan kenikmatan bersama suaminya.


Namun, sakitnya memang tak perih seperti pertama kali.


Ada perasaan lega yang dirasakan. Namun, dia tetap tak bisa membiarkan orang yang telah berniat menghancurkan hubungannya bebas begitu saja.


Yemima Sandrez.


Kirana justru curiga kepada wanita itu. Wanita yang berkali-kali telah ditolak oleh suaminya.


“Trust me, Kiran.”


To Be Continue ....