Affair With CEO

Affair With CEO
Aksi tiga pria



Sebelum Yemima menutup pintu dan menolak kedatangan mereka, Alfred menggunakan kakinya untuk mencekal pintu dan Sean langsung menyeret wanita itu masuk. Sama sekali tak memberikan celah untuk wanita itu menolak kedatangan mereka.


Yemima menggerutu dalam hati. Dia pikir Kendrick datang untuk memperbaiki keadaan dan mungkin saja berniat menghabiskan waktu bersamanya. Namun, semua bayangan liar itu buyar saat melihat dua sosok pria bajingan yang juga sangat dikenal.


Sesuatu yang membuatnya heran adalah bagaimana tiga pria tampan itu bisa menemukannya. Hampir tidak ada yang tahu kedatangannya ke Jakarta selain Sisil. Bahkan Rajendra saja tidak tahu dengan keberadaannya.


“Apa yang kalian lakukan di sini sebenarnya? Kedatangan kalian benar-benar mengejutkan,” ucap Yemima berpura-pura terkejut. Satu pergelangan tangannya masih dipegang oleh Sean, membuatnya hanya bisa pasrah saat pria itu menyeretnya ke ruang tamu dan mendudukkannya di sana. “Kenapa tidak berkabar jika ingin datang, aku pasti akan menyiapkan banyak makanan dan minuman.” Melemparkan senyum ramah di wajah cantiknya.


Alfred dan Sean menatapnya tajam, bibirnya menyeringai sinis seperti mencibir dirinya yang masih berpura-pura tidak mengetahui apa pun.


“Sudahlah Yemi, berhenti berpura-pura bodoh. Kami sudah mengetahui semuanya,” jawab Alfred yang memang tidak menyukai wanita itu.


“Aku sama sekali tidak mengetahui apa yang kau maksud, Alfred.” Yemima menatap Kendrick yang masih diam dan belum mengatakan apa pun.


“Tentu saja kau tidak tahu maksudnya, karena kau selalu menghindar Yemi. Kau bahkan tidak memberikanku kesempatan untuk bicara. Kau terkejut, kan kami bisa menemukanmu di sini?” ujar Kendrick dingin. “Apa yang sebenarnya sedang kau rencanakan?” tanyanya semakin mengintimidasi.


“Aku baru seminggu di sini, Ken,” dusta Yemima. “Setelah bertemu denganmu di hotel kala itu, keesokan paginya aku kembali ke Jerman karena daddy membutuhkanku,” jawabnya lagi menambahkan kebohongan.


Yemima menatap Kendrick penuh harap, wajahnya tampak tertekan karena intimidasi yang dilakukan tiga pria sekaligus.


“Aku sudah menghubungi Tuan Sandrez dan dia mengatakan kau tidak pernah kembali ke Jerman sebulan belakangan ini. Bahkan mereka saja tidak tahu di mana kau berada,” sentak Kendrick keras membuat Yemima melonjak kaget.


Yemima tampak ketakutan saat melihat kilat kemarahan dari manik hitam milik Kendrick. Wanita itu mencengkeram ujung pakaian yang dipakai, ada perasaan takut yang tiba-tiba hinggap di hatinya.


Dia belum pernah melihat Kendrick marah. Biasanya pria itu hanya kesal atau memang sikapnya tampak dingin. Namun, kali ini dia benar-benar melihatnya. Melihat marahnya orang yang tidak banyak bicara.


“Apa sebenarnya yang mau kau katakan? Aku sudah mengatakan yang sejujurnya,” ucap Yemima dengan kepala menunduk pura-pura lemah.


“Kau jelas tahu tujuanku datang ke sini, Yemi,” sahut Kendrick datar.


“Aku tidak tahu apa pun,” ujar Yemima dengan kepala menggeleng. Masih tetap mempertahankan sikap bodohnya di hadapan tiga pria itu. Dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.


“Flashdisk itu dicuri,” kata Yemima dengan perasaan was-was. “Apa kau pikir aku gila dengan membocorkan adegan panas kita?” Yemima terkekeh pelan. “Itu sama saja menghancurkan nama baikku, Ken. Aku tidak bodoh dengan melakukan itu,” tambahnya penuh keyakinan. Namun, dalam hatinya sangat berbeda dengan ucapan yang terlontar.


Yemima bahkan berniat menyebarkan video itu pada media karena tak bisa mempengaruhi Kirana. Namun, Sisil melarangnya karena itu menyangkut nama baik keluarganya juga. Jika Rajendra tahu, pria itu pasti akan melakukan sesuatu yang bisa mengancam rencana.


Kendrick terkekeh pelan. Ternyata membuat Yemima mengungkapkan semuanya tidak semudah itu. Jika cara yang halus tak bisa dilakukan, maka jangan salahkan dirinya jika harus melakukan cara yang bajingan.


“Katakan saja dan semuanya beres. Tidak perlu kau melindungi siapa pun yang ada di belakangmu. Sampai kapan pun kau tidak akan bisa mendapatkan Kendrick,” ujar Alfred sinis.


“Tidak kusangka kau serendah ini,” timpal Sean.


“Diam kau,” bentak Yemima kesal karena kedua pria itu ikut menyudutkannya.


Yemima berada di persimpangan dilema, dia seperti makan buah simalakama. Maju ketabrak, mundur terlindas. Air mukanya sudah pucat dengan tubuh yang mulai gemetar ketakutan.


Kendrick yang mulai habis kesabaran, menatap kedua sahabat baiknya dengan wajah licik. Dia memberikan kode pada kedua pria itu untuk memegang kedua tangan Yemima.


Wanita itu berontak tidak terima, bibirnya mengumpat beberapa kali dengan penuh amarah. Namun, ketiga pria itu seolah menutup telinga rapat dan membisu.


Kendrick mendekat dan mencengkeram kedua pipi Yemima dengan kasar dan berkata, “Maka kau akan buka mulut dengan caraku!” katanya tegas.


Yemima semakin ketakutan, perasaannya mengatakan ini tidak akan baik-baik saja. Hatinya dilanda cemas, air mukanya sudah berubah pucat.


“Apa yang kalian lakukan!” teriak Yemima terus memberontak.


Kendrick menyeringai melihat ketakutan di mata cantik itu. Dia memilih duduk dengan kaki terangkat, jari telunjuknya memberikan kode pada Alfred untuk menyeret wanita itu ke tempat yang tak terhalang sofa atau meja.


Mata tajamnya menatap Yemima dengan sinis, lalu berkata, “Telanjangi dia!”


To Be Continue ....