
Happy Reading,,! π
Ustadz Afnan terus menemani Abighail, sampai Abighail sadar dari pingsannya. Cukup lama Abighail tak sadarkan diri, hingga akhirnya Abighail pun sadar.
"Em,," Abighail mulai sadar.
"Mai, kamu udar bangun mai,,?" tanya ustadz Afnan yang senang bercampur dengan khawatir.
"Bib,," Abighail mengangkat tubuhnya.
Ustadz Afnan membantu Abighail untuk mendudukkan tubuhnya dan bersandar pada kepala tempat tidur.
"Mai gimana keadaan kamu,,?" tanya ustadz Afnan sambil memegang wajah Abighail.
"Alhamdulillah bib,," jawab Abighail lemah.
"Hem,," ustadz Afnan menghembuskan nafas pelan. "Sebenernya apa yang terjadi sama kamu mai,,? Tadi bu Susi nemuin kamu pingsan di depan gerbang,,!" tanya ustadz Afnan.
Seketika Abighail teringat dengan apa yang dia temukan tadi siang. Dia menjadi gugup dan ketakutan.
"Em,, aku gak nemu apa-apa kok bib,," jawab Abighail.
Ustadz Afnan mengerutkan keningnya pertanda tidak mengerti .
"Bener kok bib,, aku gak nemu apa-apa. Mungkin tadi aku cuma kecapean aja,," jelas Abighail.
"Hem,, yaudah. Lain kali kamu jangan maksain mai,, kalo udah capek istirahat aja,," ustadz Afnan memberikan Abighail nasihat.
"Em,, bib aku laper,,!" ucap Abighail mengalihkan topik pembicaraan.
"Kamu mau makan apa,,?" tanya ustadz Afnan penuh perhatian.
"Em,, aku mau makan soto,,!" jawab Abighail manja.
"Ok. Kalo gitu aku beli dulu, kamu gak papa kan ditinggal sebentar,,?" tanya ustadz Afnan.
"Gak papa kok bib,," jawab Abighail sembari tersenyum manis.
"Yaudah aku tinggal dulu, Assalamu'alaikum,," pamit ustadz Afnan.
"Wa'alaikumsalam,," jawab Abighail sembari menyalami tangan suaminya.
Ustadz Afnan pergi membeli soto untuk Abighail. Sementara Abighail menunggu di rumah dengan perasaan bingung dan sedikit takut. Di perjalanan, ustadz Afnan terus berpikir kenapa istrinya bisa jatuh pingsan di depan gerbang rumahnya. Dan juga kenapa Abighail menjawab dia tidak menemukan apa-apa. Padahal ustadz Afnan bertanya kenapa Abighail bisa pingsan di depan gerbang.
"Apa jangan-jangan Abighail menemukan sesuatu yang membuatnya pingsan,,? Tapi apa itu,,?" gumam ustadz Afnan. "Setelah kondisi Abighail membaik, aku akan bertanya lagi padanya,," lanjut ustadz Afnan.
Sepulangnya ustadz Afnan, dia langsung memberikan soto yang dibelinya pada Abighail. Abighail yang mendapat soto pun langsung senang. Dia menyantapnya dengan khidmat dan nikmat. Sebenarnya Abighail tidak terlalu ingin makan soto, hanya saja dia mencoba mengalihkan pembicaraan dengan alasan dia ingin makan soto.
Abighail tampak lahap memakan soto itu. Meski Abighail tidak terlalu menginginkan soto, namun dirinya tak memungkiri kalau soto yang diberikan oleh suaminya itu sangat enak. Ditambah lagi perutnya yang sedang lapar. Ustadz Afnan senang melihat Abighail makan dengan lahap. Meskipun dirinya tau kalau istrinya itu, sedang menyembunyikan sesuatu.
"Bib kamu yakin gak mau,,?" tanya Abighail pada ustadz Afnan. Karna sedari tadi ustadz Afnan hanya melihat Abighail makan saja.
"Kamu kan belum makan dari tadi,," ucap Abighail.
"Nanti aja,," tolak ustadz Afnan lagi.
"Ayo makan bib,, sedikiittt aja,," bujuk Abighail.
"Nanti aja sayang,," tolak ustadz Afnan dengan halus.
"Yah,, padahal debay nya mau saja abinya makan. Tapi, abinya nggak mau,," rajuk Abighail sambil mengelus-elus perutnya.
Abighail pun berhenti makan dengan wajah yang murung. Ustadz Afnan tidak tega melihat Abighail bersedih.
"Baiklah,, kalo gitu abi mau makan sama debay,," setuju ustadz Afnan sambil tersenyum.
Abighail pun senang dan melanjutkan makannya.
"Yey,, sekarang debay ditemenin abi makannya,," ucap Abighail senang.
Selesai makan Abighail memilih untuk duduk di halaman belakang rumahnya, ditemani dengan ustadz Afnan.
"Bib,," panggil Abighail.
"Apa sayang,," jawab ustadz Afnan.
"Maaf ya, gara-gara aku,, kamu jadi khawatir,," sesal Abighail.
"Gak papa mai,, bagi aku keselamatan kamu dan calon anak kita itu yang paling penting,," ucap ustadz Afnan sambil mengelus-elus perut Abighail.
"Makasih,," Abighail memeluk lengan ustadz Afnan.
"Mai sebenernya apa yang kamu temui di depan pagar rumah kita,,?" ustadz Afnan mulai bertanya perihal kejadian tadi.
"Enggak kok bib,," sangkal Abighail. "Mungkin aku tadi saat aku buang sampah, aku kecapean. Jadi pingsan bib,," ucap Abighail berbohong.
Ustadz Afnan mengangguk anggukan kepalanya pertanda mengerti. "Kenapa Abighail setiap ditanya jawabannya selalu berbalik,,? Apa jangan-jangan ada yang disembunyiin dari aku,,?" tanya ustadz Afnan dalam hati.
Ustadz Afnan menepis semua pikiran negatif mengenai Abighail. Dia mencoba mempercayai apa yang dikatakan oleh istrinya itu.
Bersambung...
Terima kasih sudah mampir,, π
Maaf ya up nya lama,, π soalnya author baru sembuh nih,, π
Terus dukung author ya,, π
Dan juga jangan lupa jaga kesehatan kalian ya,, π·