
Happy Reading,,! π
##
Ba'da Maghrib ustadz Afnan kembali ke rumah Abighail utk membicarakan hal yg sangat penting mengenai Lidya.
Abighail, ustadz Afnan, pak Adam, bu 'Ainun dan kak Firman sedang duduk di ruang tamu dgn pembicaraan yg serius.
" Beni pak saya datang ke sini dgn tujuan utk membecarakan em,, hukuman apa yg akan diberikan pada Lidya" ucap ustadz Afnan to the poin.
Semuanya terdiam, tampak dari raut wajah mereka sedang berfikir.
" Em,, menurut saya kita serahkan keputusan itu pada Abighail" ucap pak Adam sambil melihat ke arah putrinya itu.
Abighail menolehkan kepalanya ke arah ayahnya " Kenapa aku,,?" tanya Abighail heran.
" Em,, ya,, karna kamu adalah korbannya,, " jwb ayahnya simple.
" Huh,, " Abighail menarik nafas dan mengeluarkannya. " Kalo keputusannya ada pada Abighail,, maka Abighail memutuskan utk,, " Abighail mengambil nafasnya lagi.
" Memaafkan nya" lanjut Abighail.
Hening,,
Setelah semua org mendengar jawaban dari Abighail mereka terdiam selama beberapa detik.
Ustadz Afnan tersenyum mendengar jwban dari Abighail begitupun dgn ayah dan ibunya serta kakak nya.
Abighail juga ikut tersenyum. Tapi dia bingung kenapa dia tersenyum.
" Kenapa kalian tersenyum,,?" tanya Abighail yg mulai tdk mengerti.
Ustadz Afnan, pak Adam, bu 'Ainun dan kak Firman tertawa kecil.
" Hahah Abighail,, kami tersenyum itu karna kami bangga dgn keputusan kamu sayang,, " jwb bu 'Ainun.
" Iya,, kami bangga sama kamu karna kamu memilih utk memaafkan Lidya dan tdk memberikan hukuman padanya,, " sambung pak Adam.
" Oh,, kirain senyum itu karna apa,, " ucap Abighail sambil tersenyum .
" Ustadz,, mohon di maklumi,, adik saya memang seperti ini,, " ejek kak Firman sambil mencubit pipi Abighail.
" Aw,, sakit kak,, " ucap Abighail " Huh kakak mh kebiasaan,, " rajuk Abighail.
Semua org tertawa melihat kakak dan adik itu.
Setelah itu mereka berbincang bincang sambil meminum teh yg sudah di buatkan oleh kak Shella.
Allahu Akbar Allahu Akbar,,
Suara adzan berkumandang.
" Alhamdulillah,, " ucap semua org.
Ustadz Afnan, Abighail, pak Adam, bu 'Ainun dan kak Firman menunaikan ibadah shalat Isya di mushola yg ada di rumah Abighail yang di imammi oleh pak Adam.
Setelah menunaikan shalat mereka kembali melanjutkan pembicaraan mereka. Hanya saja sekarang lawan bicara mereka berkurang 2 org yaitu bu 'Ainun dan Abighail.
Sebelum ke kamar utk menyimpan alat shalatnya Abighail di panggil oleh ustadz Afnan.
" Abighail,, " panggil ustadz Afnan.
Abighail menghentikan langkah kakinya dan bertanya " Iya ustadz ada apa,,?".
" Em,, ini,, " ustadz Afnan memberikan amplop yg berisi surat.
Abighail menerima amplop itu " Apa ini ustadz,,?" tanya Abighail.
" Itu surat dari Latipah, Azri dan Sipa. Mereka menitipkannya pada saya,, " jwb ustadz Afnan.
" Ooo,, terimakasih ustadz,, " ucap Abighail.
" Iya sama sama,, " balas ustadz Afnan.
Ustadz Afnan hendak pergi namun di cegah oleh Abighail.
" Em,, ustadz,,!" panggil Abighail.
" Iya,,?" tanya ustadz Afnan.
" Boleh saya bertanya,,?" Abighail balik bertanya.
" Boleh silahkan,, " ucap ustadz Afnan memberi izin.
" Em,, memangnya Latipah, Azri dan Sipa tdk pulang,,?" tanya Abighail.
" Tdk,, mereka memilih menghabiskan waktu libur mereka di pesantren,," jwb ustadz Afnan.
" Oh,, terimakasih ustadz,, " ucap Abighail dan mendapat anggukan dari ustadz Afnan
Dari sisi lain ada yg melihat pembicaraan antara ustadz Afnan dan Abighail.
" Hm,, mencurigakan,," gumam org itu.
Abighail masuk ke kamarnya. Dia menaruh alat shalat nya dan duduk di atas tempat tidurnya.
Abighail membuka amplop yg berisi surat pemberian dan Latipah, Azri dan Sipa.
Assalamu'alaikum,,
Abighail bagaimana kabar mu,,? Sehat kah,,?
Semoga lekas sembuh ya,,! :)
Abighail kami rindu kau lah,, :(
Terakhir kita bertemu saat kau di Rumah Sakit,, setelah itu kau langsung pulang,, :(
Kau tak rindu kami kah,,?
Hem,, kapan kita bertemu lagi,,
Kami tak pulang,, karna kami pikir kau mau ke pesantren dulu,,
Jadi saat kami tau lebih tepatnya Latipah tau ustadz Afnan akan ke rumah kamu kami tulislah surat ini utk kau,,
Sekianlah dari kami,,
Salam Rindu dari kami,,
Wassalamu'alaikum,, :)
AbAzSiLa ( Abighail, Azri, Sipa Latipah )
" Hem,, aku jadi terharu,, " gumam Abighail.
" Aha " Abighail memdapatkan ide.
Abighail menulis kata kata di lembaran kertas. Cukup lama Abighail menulis dlm lembaran kertas itu.
" Dan,, siap,," ujar Abighail.
Abighail melipat lembaran kertas itu lalu memasukannya ke dlm amplop. Lalu dia meletakkannya di dalam kantong bajunya. Setelah itu dia turun ke bawah.
Saat sampai di bawah Abighail melihat ustadz Afnan, pak Adam dan kak Firman sedang mengobrol. Semetara bu 'Ainun dan kak Shella sedang memasak. Sedangkan Arsya dan Arsyi sudah tidur di kamar mereka.
Abighail menghampiri ibu dan kakak iparnya itu utk membantu memasak.
" Bu,, ada yg bisa Abighail bantu,,?" tanya Abighail sambil melihat lihat apakan ada pekerjaan yg harus ia lakukan.
" Tdk nak,, semuanya sudah hampir selesai,, " jwb bu 'Ainun.
" Yah,, padahal Abighail mau bantu ibu,, " sesal Abighail.
" Emang nya kamu dari mana aja,,? " tanya bu 'Ainun.
" Abighail habis dari kamar bu,, Abighail habis,," kata kata Abighail di potong oleh kak Shella.
" Habis baca surat dari seseorang yg spesial" ucap kak Shella.
Bu 'Ainun mengerutkan keningnya dan melihat ke arah Abighail.
" Surat,,?" tanya bu 'Ainun.
" Iya bu,, surat yg di berikan oleh calon mantu ibu,, " jwb kak Shella sambil melihat ke arah Abighail.
" Calon mantu,,?" bu 'Ainun masih belum mengerti.
" Tuh tuh,, " ucap kak Shella sambil menggerakkan kepalanya ke arah ustadz Afnan.
" Oh,, benarkah,,?" tanya bu 'Ainun menggoda Abighail.
" Ihh,, apaan sih bu,, kakak,, π‘ " ucap Abighail kesal dan wajahnya me merah.
" Heheh,, " bu 'Ainun dan kak Shella tertawa.
" Ih,, surat itu bukan dari ustadz Afnan,, surat itu dari Azri, Latipah dan Sipa,, " jelas Abighail.
" Em,, Abighail tapi kami tdk menyebutkan nama ustadz Afnan loh,, kok kamu jadi menyebutkannya,," ujar kak Shella.
" Ihh,, kak Shella,," geram Abighail.
" Udah udah,, Abighail katanya kamu mau bantu ibu,," ucap bu 'Ainun mengalihkan pembicaraan .
" Ah iya bu,, Abighail mau bantu ibu,, mana yg harus di bantu,,?" ucap Abighail.
" Ni,, kamu bawa makanan makanan ini ke atas meja makan,, " balas bu 'Ainun sambil menunjukan makanan makanan yg harus Abighail hidangkan.
" Oh,, siap bos,, " ucap Abighail sambil memeragakan ala prajurit.
Abighail menghidangkan makanan di atas meja makan.
Setelah semuanya siap bu 'Ainun mengajak ustadz Afnan, pak Adam dan kak Firman utk makan malam bersama.
Awalnya ustadz Afnan menolak dan memilih utk pulang, namun pak Adam dan bu 'Ainun memaksanya.
Bagi ustadz Afnan pak Adam dan bu 'Ainun sudah seperti ayah dan ibunya sendiri. Jadi,, ustadz Afnan tdk bisa menolak lagi meskipun dia berusaha sangat keras.
Sedangkan ustadz Afnan,, dia harus menyajikan makanannya sediri. Tapi,,
" Et,, tunggu " ucap kak Shella menghentikan aktivitas ustadz Afnan mengambil nasi.
Semua org melihat ke arah kak Shella begituph juga dgn ustadz Afnan.
" Ada apa kak,,?" tanya Abighail karna duduk bersebelahan dgn kak Shella.
" Kamu ini Abighail bagaimana sih,, " ucap kak Shella.
" Bagaimana apanya kak,,?" tanya Abighail tdk mengerti.
" Ih,, kamu ini,, masa iya ustadz Afnan harus menyajikan makanan nya sendiri,, " ucap kak Shella.
" Lalu,,?" tanya Abighail.
" Hem,, kamu harus menyajikannya,, " ucap kak Shella sambil senyum menggoda.
Blus,,
Wajah Abighail me merah, Abighail menundukkan kepalanya. Ustadz Afnan juga menundukkan kepalanya.
" Ah iya kau benar nak,, " ucap Ayah membenarkan perkataan kak Shella. " Nah Abighail ayo sajikan makanan utk ustadz Afnan,, " titah pak Adam.
" I,, iya,, yah,, " balas Abighail.
Abighail bangkit dari duduknya. Dan ustadz Afnan kembali duduk.
Abighail mulai menyajikan makanan di atas piring ustadz Afnan satu persatu. Dia mengingat ngingat apa saja yg ibunya lakuan saat menyajikan makanan utk ayahnya.
" Terimakasih Abighail,, " ucap ustadz setelah Abighail selesai menyajikan makanan utk nya.
" Iya,, " balas Abighail.
Semua org memakan makanannya dgn tenang hanya ada dentingan sendok yg tersengar.
Abighail, bu 'Ainun dan kak Shella membereskan peralatan makan yg kotor.
" Bu,, biar Abighail saja yg cuci piring,, " pinta Abighail.
" Yasudah ini,, " ucap bu 'Ainun sambil memberikan spons pencuci piring.
Abighail sedang asik mencuci piring yg kotor tiba tiba kak Shella datang.
" Ya,, bagus dek,, kamu itu harus belajar menjadi seorang istri yg baik,, " ucap kak Shella.
" Maksud kakak,,?" tanya Abighail tdk mengerti.
" Ya,, gk maksud apa apa,, kakak cuma mau bilang kamu harus belajar menjadi istri yg baik aja,, " elak kak Shella.
" Oh,, " Abighail hanya ber Oh ria saja.
" Dek,,!" panggil kak Shella.
" Iya kak,,?" toleh Abighail.
" Ngomong ngomong,, gimana rasanya nyajiin makanan buat calon,, " goda kak Shella.
" Ih,, apaan sih kakak,, udah ya kak, kakak jangan gangguin Abighail,, Abighail lagi kerja nih,, " rajuk Abighail.
" Idih,, siapa yg gangguin,, kakak itu cuma nanya, gimana rasanya nyajiin makanan buat calon,, itu aja kok,," jelas kak Shella.
" Hm,, ok Abighail jwb ya,, rasanya biasa aja,," ucap Abighail sambil menekan kata kata terakhirnya.
" Bener nih biasa aja,,?" goda kak Shella.
" Iyalah kak " jwb Abighail.
" Biasa aja tapi pipinya merah begitu,, " ucap kak Shella sambil tersenyum jahil.
" Ihh kakak,, " geram Abigail.
Kak Shella langsung berlari pergi ke kamar Arsya dan Arsyi.
Setelah selesai makan, ustadz Afnan, pak Adam dan kak Firman melanjutkan pembicaraan mereka.
Pukul 21.00
" Pak Adam kak Firman saya pamit utk pulang sudah malam,, " pamit ustadz Afnan.
" Baiklah ustadz,, hati hati di jalan,, " ucap pak Adam.
" Iya pak,, " balas ustadz Afnan.
" Oh sebentar bu,, Abighail,, menantu sini,, " panggil pak Adam pada istri dan anaknya serta menantunya.
" Iya yah ada apa,,?" tanya bu 'Ainun.
Bu 'Ainun dan Abighail menghampiri panggilN dari ustadz Afnan.
" Menantu mana,,?" tanya pak Adam.
" Kak Shella sudah ke kamarnya,, " jwb Abighail.
" Oh,, ini ustadz Afnan mau pulang,, " jwb pak Adam.
" Oh,, hati hati ya di jalan nak Afnan,, " ucap bu 'Ainun.
" Iya bu,, terimakasih,," jwb ustadz Afnan.
Abighail menunggu kesempatan utk memberikan balasan suratnya pada ustadz Afnan. Saat ada kesempatan Abighail langsung memanfaatkan kesempatan itu .
" Em,, ustadz,, " panggil Abighail.
" Iya Abighail,,?" tanya ustadz Afnan.
" Em,, ini saya mau menitipkan balasan surat utk Latipah, Azri dan Sipa,," jwb Abighail. " Tolong ustadz berikan ya,,!" pinta Abighail.
" Oh,, baiklah,, " ucap ustadz Afnan sambil mengangguk nganggukkan kepalanya.
" Terimakasih ustadz,," ucap Abighail.
" Iya,, " balas ustadz Afnan.
" Saya pamit, Assalamu'alaikum,, " pamit ustadz Afnan.
" Wa'alaikumsalam,, " jwb semua org.
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum reader semua,, ππ
# Gimana kabar kalian,,? Kalian harus sehat ya,, jangan sakit sakit,, π
# Maaf ya,, kalau ada yg typo nulisnya,, π
# Maaf ya,, author lama up nya,, π
# Mohon dimaklum ya,, π§
# Kalo kalian suka novelnya author,, kalian bisa Like ππ, Komen ππ, Share ππ, Rate Bintang 5 πππππ dan jangan lupa utk Vote ππ ya,, supaya author lebih semangat nulisnya,, π π
# Terus dukung author ya,, ππ
# Salam hangat dari author,, ππ
# Terimakasih sudah mampir,, βΊβΊ
# Wassalamu'alaikum,, ππ