USTADZ KU IMAM KU

USTADZ KU IMAM KU
Nak Ustadzah



Happy Reading,,! 😊


Cukup lama Abighail memberi tausiyah, sampai akhirnya Abighail menutup tausiyahnya dengan sebuah pantun.


"Putih-putih bunga melati,


Harum mewangi di pagi hari,


Tausiyah saya cukup sampai di sini,


Jika rindu harap hubungi.


Walahul muwafik ilaa aqmawith thariiq wassalamualaikum warahmatullaahi wa barakaatuh" ucap Abighail menurup tausiyahnya


"Wa'alaikumsalam warahmatullaahi wa barakaatuh" jawab semua ibu-ibu.


Abighail kembali ke tempat duduknya yang semula.


Pangajianpun ditutup dengan do'a. Setelah selesai membaca do'a semua ibu-ibu bermusafahah dan kembali ke rumah mereka masing-masing.


Diperjalanan pulang, Abighail mendapat pujian dari bu Susan dan yang lainnya. Ibu-ibu lainpun ikut membicarakan Abighail, banyak diantara mereka yang memuji nya.


Abighail masuk ke rumah nya, dia tahu betul kalau suaminya belum pulang dari bekerja.


Sehabis Isya.


Abighail dan ustadz Afnan baru saja selesai makan malam. Kini mereka sedang bersanrai di ruang keluarga. Seperti biasa ustadz Afnan melihat tausiyah di tv dan sementara Abighail, dia duduk di samping ustadz Afnan sambil terus memegang tangan ustadz Afnan. (Biasalah,, pengantin baru,, dikit-dikit mau gandengan,, πŸ˜†).


"Mai,," panggil ustadz Afnan.


"Hm,,?" tanya Abighail.


"Tadi gimana pengajiannya,,? Lancar,,?" tanya ustadz Afnan.


"Alhamdulillah lancar bib,," jawab Abighail.


"Alhamdulillah kalo gitu,," ucap ustadz Afnan.


Mereka kembali melihat tausiyah di tv.


"Tapi bib, tadi ada kendala sedikit,," ucap Abighail.


"Kendala apa,,?" tanya ustadz Afnan.


"Tadi itu,, ustadzah yang diundang gak bisa hadir,, soalnya dia ada keperluan mendadak,," jawab Abighail.


"Terus pengajiannya gimana,,?" tanya ustadz Afnan.


"Ya,, ibu-ibu semuanya bingung,, lalu mereka meminta aku untuk menggantikan tausiyahnya,," jawab Abighail.


"Lalu kamu gantikan,,?" tanya ustadz Afnan lagi.


"Iya,, soalnya kalo aku tolak nanti ibu-ibu nya bakal dibubarin,, kan sayang kalo dibubarin. Dan lagi,, aku ingin menjaga nama baik suamiku,, orang-orang sudah mengenal ku sebagai istri kamu,, dan lagi mereka tau kalo aku ini ustadzah,, kalo aku tolak itu akan merusak reputasi kamu,," jawab Abighail.


"Jadi kamu menerima hanya karna mempertahankan reputasi,,?" tanya ustadz Afnan.


"Ya enggaklah bib,, masa aku nerimanya karna reputasi,, kamu kan pernah bilang kalo dengan bertausiyah itu, termasuk jihad di jalan Allah,, jadi aku menerimanya Lillahi ta'ala bukan karna yang lain,," jawab Abighail.


"Alhamdulillah,, dengan begitu selain kamu jihad di jalan Allah,, secara bersamaan kamu juga menjaga reputasi aku,," ucap ustadz Afnan membelai kepala Abighail.


Ustadz Afnan fokus kembali pada tv nya. Abighail membuka handphone nya dan membuka aplikasi whatsapp.


"Bib,, liat aku dimasukin ke grup panitia ibu-ibu,," ujar Abighail memperlihatkan hp nya pada ustadz Afnan.


"Benarkah,,?" tanya ustadz Afnan.


"Iya,," jawab Abighail.


Abighail hanya membaca pesan-pesan yang anggota ibu-ibu kirimkan. Salah satu anggota mengirimkan sebuah video. Abighail melihat video itu. Abighail kaget melihat video itu, karna video itu adalah video ketika dia sedang bertausiyah.


"Video apa itu mai,,?" tanya ustadz Afnan penasaran.


"Video tausiyah,," jawab Abighail.


"Itu kamu yang tausuyah,,?" tanya ustadz Afnan.


"Bukan itu tetangga sebelah bib,," jawab Abighail.


"Bib,, ini tu emang aku,," ucap rengek Abighail.


"Heheh,, maaf aku cuma bercada,," kekeh ustadz Afnan. "Siapa yang mengambil video nya,,?" lanjutnya.


"Gak tau bib, ini dikasih sama ibu-ibu yang lain,," jawab Abighail.


Abighail tersenyum melihat video dirinya sendiri, sesekali dia tertawa kecil.


Setelah Abighail menonton video itu, banyak ibu-ibu yang meminta agar nomornya disave oleh Abighail. Abighail menuruti permintaan ibu-ibu itu.


Abighail beralih ke status. Abighail heran nomor-nomor baru yang dia save mempostingkan status yang sama, bahkan bu Susan pun juga ikut mempostingkan status yang sama. Untuk mengobati rasa penasarannya, Abighail membuka salah satu status. Mata Abighail terbuka lebar, karna postingannya adalah video tausiyah dirinya dan diberi nama Nak Ustadzah.


Abighail memberitahukan pada ustadz Afnan. Ustadz Afnan senang karna Abighail cepat berbaur dengan masyarakat.


Ke esokan harinya, Abighail membeli sayur di pedagang keliling. Abighail bertemu dengan ibu-ibu lain.


"Assalamu'alaikum nak ustadzah,," sapa bu tating tetangga nya.


"Wa'alaikumsalam,," jawab Abighail sambil tersenyum.


"Nak ustadzah lagi beli sayur,,?" tanya bu Tating berbasa basi.


"Iya bu,," jawab Abighail ramah.


Tak lama bu Susan datang.


"Assalamu'alaikum,, nak ustadzah, bu Tating,," sapa bu Susan.


"Wa'alaikumsalam,," jawab Abighail dan bu Tating.


"Belanja bu,,?" tanya bu Tating pada bu Susan.


"Iya bu,," jawab bu Susan.


Mereka bertiga memilih apa yang akan mereka beli. Ibu-ibu lainpun juga mulai berdatangan. Mereka memilih sayuran sambil bergurau. Terkadang mereka juga sering menggibahi seseorang. Jika mereka sudah mulai menggibahi seseorang, Abighail langsung mempercepat proses belanjanya. Abighail sering memberikan alasan karna masih banyak urusan, jadi dia harus cepat.


Tapi mereka sadar bahwa Abighail tidak mau dilibatkan dalam dosa menggibahi seseorang. Sejak saat itu, jika sedang ada Abighail mereka tidak berani menggibah lagi, karna mereka malu. Abighail saja memilih untuk mempercepat belanjanya hanya karna tidak mau terlibat, meskipun dia hanya mendengarkan saja. Sementara mereka, mereka malah membuat gibahan semakin seru.


Para tetangga Abighail memanggil Abighail dengan panggilan nak ustadzah. Ya, karna video itu Abighail terkenal dengan sebutan Nak Ustadzah. Video itu viral sampai ke kampung sebelah. Sejak saat video itu viral, Abighail menjadi banyak undangan untuk bertausiyah. Dari mesjid satu ke mesjid yang lain, dari kampung satu ke kampung yang lain.


Sudah 6 bulan lebih Abighail tinggal di rumah barunya.


Suatu malam Abighail sedang menyiapkan makanan untuk dirinya dan suaminya makan malam. Entah kenapa, sudah beberapa hari tubuh Abighail merasa pusing dan sesekali mual dan muntah. Serta selera makannya berkurang, ditambah lagi badannya sering cepat lelah.


Ustadz Afnan berniat menyalakan tv untuk memutar tayangan tausiyah. Saat ustadz Afnan melewati dapur, dia melihat Abighail yang sedang memegang kepalanya dan memegang perutnya.


"Uwok,, uwok,," Abighail mual dan merasa ingin muntah.


"Mai kamu kenapa,,?" tanya ustadz Afnan panik melihat kondisi Abighail.


"Uwok,, uwok,," Abighail menggelengkan Kepalanya dan berlari ke kamar mandi.


Tak lama Abighail keluar dari kamar mandi dengan lemas.


"Mai kamu kenapa,,?" tanya ustadz Afnan sambil menuntun Abighail duduk dan memberi dia minum.


Baru Abighail mau menjawab, dia sudah ingin muntah lagi. Abighail pun kembali ke kamar mandi.


"Mai kamu sebenernya kenapa,,?" tanya ustadz Afnan lagi setelah Abighail keluar dari kamar mandi.


"Gak tau bib,, udah beberapa hari ini aku begini,, aku sering pusing, mual, muntah, cepet lelah, gak nafsu makan,," jawab Abighail.


"Kamu harus jaga kesehatan kamu mai,, jangan buat aku khawatir,," ucap ustadz Afnan sambil memegang tangan Abighail. "Kita ke dokter aja yuk,," ajak ustadz Afnan.


"Gak usah bib,, paling juga aku cuma kecapean dan kurang istirahat aja kok,," tolak Abighail. "Tunggu, sering pusing, mual, muntah, cepet lelah, gak nafsu makan, ditambah udah beberapa bulan ini aku belum dapet, apa jangan-jangan,,"


Bersambung..


#Terimakasih sudah mampir,, 😊


#Maaf up nya lama,, πŸ™


#Silahkan tinggalkan jejak,, πŸ˜‰