
Happy Reading,, ! π
Ustadz Afnan segera masuk utk melihat Abighail yg tengah terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
" Assalamu'alaikum,," ucap ustadz Afnan Abighail yg sedang memejamkan matanya.
Abighail membuka matanya karna ada yg mengucapkan salam padanya " Wa'alaikumsalam,," jwb nya lemas.
" Bagaimana keadaan kamu Abighail?" tanya ustadz Afnan sambil tersenyum.
" Alhamdulillah,, sekarang saya sudah lebih baik,," jwb Abighail yg juga sambil tersenyum " Ustadz kenapa ada di sini,,?" tanya Abighail.
" Tadi setelah kamu memberikan surat pada saya kamu pingsan,, jadi saya segera bawa kamu ke Rumah Sakit,," jwb ustadz Afnan.
" Oh,, " ucap sambil Abighail mengingat kembali disaat sebelum dia pingsan.
" Kenapa kamu bisa pingsan Abighail,,?" tanya ustadz Afnan.
" Em,, tadi setelah saya memberikan surat pada ustadz tiba tiba bumi terasa bergerak dan pandangan saya mulai buram,, setelah itu saya tdk tahu apa apa,," jelas Abighail.
Ustadz Afnan menganggukan kepalanya pertanda dia mengerti.
" Em,, ustadz sebenarnya Abighail kenapa,,?" tanya Abighail.
" Kata dokter kamu keracunan makanan,, " jwb ustadz Afnan dgn berhati hati karna dia takut Abighail akan syok.
Setelah dia mendengar jawaban ustadz Afnan Abighail terdiam tak percaya. Dia tak menyangka dia keracunan makanan padahal dia tdk memakan makanan yg aneh aneh.
" Abighail sebenarnya kamu makan apa,,?" tanya ustadz Afnan pada Abighail yg masih diam.
Abighail berfikir sebentar " Em,, saya tdk makan apa apa kok ustadz,, aku cuma makan makanan yg ada di pesantren,, " jwb Abighail.
" Kalo kamu cuma makan makanan yg ada di pesantren,, gk mungkin kamu kayak gini,,? Kalo kamu keracunan makanan gara gara makanan di pesantren, pasti semua yg ada di pesantren juga ikut keracunan,," jelas ustadz Afnan.
" Iya juga ya ustadz,, " Abighail terus berfikir. " Oh iya ustadz tadi setelah sarapan saya memakan kue yg ada di tempat tidur saya,,!" ucap Abighail yg ingat sesuatu.
" Kue?" tanya ustadz Afnan heran.
" Iya ustadz,, tadi itu waktu saya mau ke sekolah saya kembali ke kamar karna ada yg ketinggalan. Saat itu saya menemukan kue yg ada di atas tempat tidur saya,, saya pikir itu kue utk saya dari Azri, Sipa dan Latipah. Lalu saya memakan kue itu. Setelah itu saya kembali berangkat ke sekolah. Saat bertemu Azri, Sipa dan Latipah saya berterimakasih atas kue yg mereka berikan pada saya dan mereka membenarkan bahwa kue itu mereka yg kasih utk saya,, " panjang lebar Abighail menjelaskannya pada ustadz Afnan.
" Jadi kue yg kamu makan itu dari Azri, Sipa dan Latipah?" tanya ustadz Afnan yg berwajah tdk percaya.
" Mereka bilang begitu!" jwb Abighail.
Hening sebentar.
" Abighail bagai mana kalau kamu keracunan gara gara kue itu?" tanya ustadz Afnan yg memecah keheningan.
Abighail terdiam kembali.
" Kalau benar kamu keracunan karna kue itu,, kamu tahu kan siapa yg memberikan kue itu pada kamu,,? " tanya ustadz Afnan lagi.
Abighail menganggukan kepalanya sambil terus berfikir.
" Apa kamu mempercayai nya,,?" tanya ustadz Afnan pada Abighail dan hal itu membuat Abighail kaget.
" Tdk ustadz,, saya tdk percaya mereka melakukan itu pada saya,, mereka itu teman baik saya,, mereka tdk mungkin melakukan itu pada saya,,!" jwb Abingail sambil menggelengkan kepalanya.
Ustadz Afnan tersenyum mendengar jawaban dari Abighail.
" Ustadz kok malah senyum sih,,? Ada yg lucu ya,,? " tanya Abighail mengerutkan dahinya.
" Tdk kok Abighail,, saya hanya senang kamu berfikir seperti itu, karna saya juga sama befikir seperti itu. Saya tdk percaya teman baik seperti mereka akan melakukan hal seperti itu " jwb ustadz Afnan yg masih tersenyum.
" Oh,, " Abighail menganggukan kepalanya dan dia juga ikut tersenyum.
##
Setelah ustadz Afnan membawa Abighail ke Rumah Sakit Azri, Sipa dan Latipah memberitahu pak Kiyai Sidik.
Pak kiyai keget dgn hal itu dia langsung memberitahukan hal itu pada keluarga Abighail. Pak Kiyai sidik dan umi berangkat utk menjenguk Abighail.
Dipesantren rumor Abighail hamil itu dgn cepat menyebar luas. Dan sampai juga di telinga Azri, Sipa dan Latipah.
Mereka keget kenapa ada rumor bahwa Abighail hamil gara gara ustadz Afnan. Mereka cemas dgn keadaan Abighail yg sekarang ini,, bagaimana kalau rumor itu terdengar oleh Abighail atau ustadz Afnan.
Ustadz Afnan sudah kembali ke pesantren. Para santri dan santriwati memandang ustadz Afnan dgn tatapan aneh. Sebelumnya dia sudah meminta izin pada Abighail, dan juga disana sudah ada pak kiyai, umi dan keluarganya Abighail.
Ustadz Afnan memanggil Azri, Sipa dan Latipah. ketiga wanita yg dipanggil ustadz Afnan itu bingung kenapa mereka dipanggil.
Ruangan ustadz Afanan
" Em,, ustadz bagaimana keadaan Abighail?" tamya Azri.
" Alhamdulillah,, kondisi Abighail sudah baikan,," jwb ustadz Afnan.
" Alhamdulillah kalo begitu,, " ucap Azri.
" Oh iya ada apa kakak memanggil kami?" tanya Azri.
" Begini kalian sudah tau kan Abighail pingsan gara gara keracunan makanan,,?" tanya ustadz Afnan.
Mereka bertiga menganggukkan kepalanya.
" Abighail bilang sebelum keracunan, dia terakhir kali memakan kue yg di berikan oleh kalian,," jelas ucap Afnan.
" Oh iya kue yg dikatakan Abighail waktu itu,,!" ucap Sipa yg ingat sesudah berfikir.
" Yang mana?" tanya Azri.
" Yg itu loh Zri yg waktu di gazebo, yg Abighail berterimakasih pada kita atas kuenya,,!" jwb Latipah.
" Oh iya yg waktu itu,, " jwb Azri yg sudah ingat.
" Jadi benar kue itu dari kalian?" tanya ustadz Afnan penuh selidik.
" Em,, sebenarnya kue itu bukan dari kami,,!" ucap Latipah.
" Iya ustadz itu sebenarnya gara gara Azri,,!" ucap Sipa.
" Gara gara Azri,,?" tanya ustadz Afnan.
" Kok jadi gara gara aku sih,,?" tanya Azri tak terima dgn perkataan Sipa.
" Iyalah soalnya waktu itu kamu menginyakan bahwa kue itu dari kita,, " ucap Sipa.
" Ya,, maaf,, aku kan gk tau akan jadi begini,,!" ucap Azri menyesal.
" Jadi kue itu bukan dari kalian?" tanya ustadz Afnan.
" Iya kak,, kue itu bukan dari kami,," jwb Latipah.
" Lalu kenapa kalian bilang kue itu dari kalian?" tanyanya dgn penuh keheranan.
" Soalnya kami juga mau ngasih kue pada Abighail,, jadi agar Abighail tdk curiga kami membenarkan kue itu dari kami,," ucap Sipa.
" Masih ustadz,, kuenya masih ada di tempat sebelumnya,," ucap Sipa.
" Bisa tolong ambilkan?" pinta ustadz Afnan.
" Bisa ustadz tunggu sebentar,," ucap Sipa yg beranjak keluar utk membawa sisa kue itu.
" Ini ustadz,, " ucap Sipa yg sudah kembali dan memberikan kue itu pada ustadz Afnan.
" Terimakasih,, " ucap ustadz Afnan dan diangguki oleh Sipa.
" Kak kue itu utk apa?" tanya Latipah.
" Saya akan mmengecek kue ini" jwb ustadz Afnan.
" Oh,, " Latipah menganggukan kepalanya.
" Em,, ustadz apa kami boleh kembali,,?" tanya Azri pada ustadz Afnan karna dia ingin segera keluar dari ruangan ustadz Afnan.
" Oh iya,, terimakasih,, " ucap ustadz Afnan. Mereka bertiga menanggukan kepala mereka.
" Em,, Latipah tunggu,, saya mau bicara sama kamu sebentar" ucap ustadz Afnan menghentikan langkah Latipah.
" Kalian duluan aja nanti aku nyusul,," ucap Latipah.
" Iya ayo,, Sip,," ajak Azri pada Sipa utk keluar.
" Iya ayo,,!" jwb Sipa.
" Ada apa kak?" tanya Latipah.
" Saya mendengar ada rumor yg beredar di pesantren, saya tdk begitu tau rumor apa itu, tapi saya mendengar rumor itu berkaitan dgn Abighail,,?" tanya ustadz Afnan.
" Sebenarnya,, ada rumor yg beredar bahwa Abighail hamil,, " jwb Latipah sambil menunduk.
" Hahh,,? Rumor apa itu,,? Abighail tdk hamil,,! Bagaimana bisa mereka berkata sepwrti itu,,?" tanya ustadz Afnan tdk percaya.
" Mungkin mereka menyangka Abighail karna Abighail muntah muntah,,!" jwb Latipah.
" Bagaimana mungkin mereka bisa menyimpulkan seperti itu,,?" tanya ustadz Afnan yg makin tdk percaya dgn apa yg di ucapkan Latipah.
" Sebenarnya rumornya bukan hanya itu,,!" ucap Latipah.
" Memang apa lagi,,?" tanya ustadz Afnan.
" Rumor kalau Abighail hamil itu,, em,, gara gara kak Afnan,, !" jwb Latipah dgn sangat hati hati.
" Astagfirullah,, bagaimana bisa rumor itu beredar,,?" ustadz Afnan bangkit dari duduknya dan berjalan bulak balik karna pusing dgn rumor itu.
" Aku dengar karna waktu itu kak Afnan dan Abighail tdk pulang ke pesantren dan saat pulang sudah pagi,, di tambah lagi,, surat yg di berikan Abighail pada ustadz Afnan. Para santri berfikir itu surat pernyataan Abighail hamil dari RS karna berwarna coklat,, " jelas Latipah.
" Astaghfirullah,, bagaimana mungkin mereka berfikir yg tdk tdk,, saya tdk menyangka mereka akan berfikir seperti itu,," ucap ustadz Afnan sambil trs bulak balik sambil menahan amarahnya.
Melihat ustadz Afnan yg sedang kesal Latipah izin keluar dari ruangan tersebut.
Saat sudah di luar ruangan Latipag menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Dia takut melihat ustadz Afnan seperti itu karna dia belum pernah melihat ustadz Afnan semarah itu.
Bersambung...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
# Assalamu'alaikum reader semua,, ππ
# Gimana kabar kalian,,? Kalian harus sehat ya,, jangan sakit sakit,, π
# Maaf ya,, kalau ada yg typo nulisnya,, π
# Maaf ya,, author selalu up nya,, π
# Kalo kalian suka novelnya author,, kalian bisa Like ππ, Komen ππ, Share ππ, Rate Bintang 5 πππππ dan jangan lupa utk Vote ππ ya,, supaya author lebih semangat nulisnya,, ππ
# Oh iya kalau kalian mau, kalian bisa memberikan saran pada author tentang jalan cerita novel nya author,, silahkan kalian komen ya,, author akan terima secara terbuka,, ππ
# Terus dukung author ya,, ππ
# Sekian dari author,, ππ
# Terimakasih sudah mampir,, βΊβΊ
# Wassalamu'alaikum,, ππ