
Abighail menjalankan sisa bulan suci ramadhan di rumahnya dgn keluarga tercintanya. Setiap malam Abighail shalat tarawih di masjid terdekatnya .
Tak terasa Bulan suci ramadhan sudah hampir berakhir. Selama di rumah Abighail membantu ibunya membuat aneka olahan kueh yg ada saat lebaran.
Allahu Akbar,,
Allahu Akbar,,
Allahu Akbar,,
Lailaha Ilallahuwallahu Akbar,,
Allahu Akbar Walillahilham,,
Dari ba'da Magrib mulai terdengar Takbir berkumandang di mesjid mesjid. Terdengar suara petasa yg meletus di lagit malam.
Saat malam takbiran Abighail duduk bersama Arsya dan Arsyi di halaman rumahnya. Mereka melihat kembang api yg menyala di langit malam. Dan juga mereka melihat org org yg bertakbir keliling kampung sambil menakol bedug.
Besoknya Abighail Shalat Idul Fitri di masjid bersama keluarganya. Setelah Shalat ID Abighail bermusafahah dgn lara tetangga. Setelah bermusafahah Abighail dan keluarganya pulang ke rumah.
Abighail meminta maaf, mencium tangan Ayah dan Ibunya karna dia banyak salah. Tak lupa Abighail meminta maaf pada Kak Firman dan Kak Shella.
Biasanya org org saat hari raya Idul Fitri pergi berkunjung ke rumah saudaranya. Bedahalnya dgn Abighail, saat hari raya Idul Fitri Abighail tdk kemana mana dia diam di rumah hanya saja, namun org lain yg ke rumah Abighail.
Banyak org yg datang ke rumah Abighail silih berganti, mereka semua adalah keluarga ayah dan Keluarga serta ada teman bisnis ayah Abighail dan teman bisnisnya kak Firman. Ada juga teman teman ibu Abighail dan Kak Shella.
Abighail memakai pakaian syar'i. Saat Abighail sedang di kamar ibunya datang.
Tok tok tok
" Sayang ibu boleh masuk" ucap ibunya Abighail.
" Boleh bu masuk aja pintunya gk dikunci" jwb Abighail.
" Sayang kok kamu gk mebawah sih?" tanya ibunya Abighail.
" Ini Abighail baru mau ke bawah bu" jwn Abighail.
" Yaudah ayo!" ajak ibu.
" Ayo" jwb Abighail.
Abighail dan Ibunya tutun ke bawah dan ternyata di bawah sudah banyak org yg ke rumah Abighail.
Abighail menyalami satu persatu tamu yg datang. Ayah Abighail memperkenalkan Abighail pada teman temannya. Saat Abighail diperkenalkan oleh ayahnya Abighail hanya tersenyum.
Abighail merasa ada yg sedang memperhatikannya. Namun saat dia meluhat ke sekelilingnya tdk ada yg memperhatikannya.Ternyata benar saja ada salah seorg tamu yg memperhatikan Abighail. Org yg memperhatikan Abighail namanya adalah Marsel.
" Abighail sini nak!" panggil ayah pada Abighail.
" Ada apa Yah?" tanya Abighail.
" Kenalin ini teman ayah namanya pak Angga dan Istrinya Silvi" ucap Ayah Abighail pada Abighail dan Abighail langsung menyalami mereka.
Diantara mereka ad seorg laki laki Abighail tdk mengenalinya.
" Nah yg ini kenalin putra pak Angga namanya Marsel" ucap Ayah.
Abighail melihat kearah Marsel. Marsel menganggukan kepalanya sambil tersenyum ke arah Abighail. Abighail menanggapi dgn menganggukan kepalanya dan tersenyum juga.
Setelah diperkenalkan Abighail pergi karna dipanggil ibunya. Setelah itu dia bermain bersama Arsya dan Arsyi. Saat sedang bermain bersama Arsya dan Arsyi, Marsel datang menghampiri Abighail.
" Hy,, kamu Abighail kan? " sapa dan tanya Marsel.
Abighail menanggapinya dgn menganggukan kepalanya.
" Boleh saya berbicara dgn kamu?" tanya Marsel.
" Boleh!" jwb Abighail .
" Emm,, bicaranya bisa tdk disini? disini terlalu berisik" tanya Marsel.
Abighail terdiam sebentar dan berfikir bagaimana ini aku takut ada fitnah tapi kalo aku tolak gk enak kan dia adalah tamu,, ah yasudahlah mungkin ngobronya juga sebentar .
" Iya" jwb Abighail.
Abighail dan Marsel menuju ke halaman rumah.
" Em,, gimana kalo bicaranya disini aja,, aku takut nanti ada fitnah" ucap Abighail gugup, sambil menunjukan 2 kursi kosong yg ada di depan rumah Abighail yg bersuasana tdk terlalu ramai dan tdk terlalu sepi.
" Emm,, ok" jwb Marsel.
Abighail dan Marsel duduk di kursi itu. Abighail terus menundukan kepalanya karna dia sedang belajar menjaga pandangannya. Marsel tersenyum melihat tingkah laku Abighail. Marsel membuka suaranya.
" Emm,, Abighail saya boleh bertanya?" tanya Marsel.
" Boleh" jwb Abighail.
" Kamu masih sekolah?" tanya Marsel basa basi padahal dia sudah tau Abighail itu masih sekolah.
" Ohh,, katanya kamu belajar di pesantren ya?" tanya Marsel.
" Iya" jwb Abighail.
" Pesantren apa namanya?" tanya Marsel.
" Pesantren xx" jwb Abighail.
" Oh,, kamu gk mau nanya ke aku nih?" tanya Marsel pada Abighail karna dari tadi Abighail hanya menjawab pertanyaan dari Marsel itupun menjawabnya sangat singkat.
" Em,, aku bingung mau nanya apa sama kamu,,! kamu ceritain aja tentang diri kamu ke aku" jwb Abighail.
" Ok kalo gitu,, aku masih sekolah, aku sekolah di sekolah xx dan aku baru aja lulus dari sekokah" cerita Marsel.
" Baru lulus? " tanya Abighail.
" Iya" jwb Marsel.
" Berarti aku panggil kamu kak Marsel" ucap Abighail.
" Kenapa pake kaka?" tanya Marsel.
" Kan kak Marsel lebih tua dari aku, sudah kewajiban aku donk menghormati org yg lebih tua dari aku" jwb Abighail.
" Iya juga sih,, tapi aku ngerasa gk enak dipanggil kk sama kamu,, tapi gk papalah" kata Marsel.
Abighail menagnggukan kepalanya.
" Ih iya aku lupa, aku belum nanya kamu kls berapa?" tanya Marsel.
" Aku kls 10 tapi udah naik kls 11" jwb Abighail.
" Oh,, " Marsel hanya ber Oh ria saja.
Disela sela perbincangan mereka ada kak Shella yg datang menghampiri.
" Hey kalian ber2 ayo makan dulu, jgn ngobrol terus" ucap kak Shella.
" Baik kak" jwb Abighail.
" Iya kak" jwb Marsel.
Kak Shella kembali masuk ke dalam. Abighail hendak masuk ke dalam tapi langkahnya terhenti oleh pertanyaan Marsel.
" Abighail!" panggil Marsel.
" Iya ada apa kak Marsel" jwb Abighail.
" Emm,, apa bisa kapan kapan kita bicara lagi?" tanya Marsel pada Abighail yg membuat Abighail tecengang karna belum pernah ada laki laki yg berbicara seperti itu pada Abighail.
" Insyaallah bisa,, kalo masih ada umur" jwb Abighail.
" Iya baiklah terimakasih" ucap Marsel.
" Iya " jwb Abighail.
Setelah itu Abighail langsung masuk ke dalam rumahnya dan disusul oleh Marsel.
Setelah para tamu makan mereka langsung pulang, begitupun dgn Marsel dan keluarganya. Mereka berpamitan dgn Keluarga Abighail, Marsel pun berpamitan dgn Abighail disaat keluarganya sedang berpamitan.
" Abighail saya pamit dulu ya,," pamit Marsel pada Abighail.
" Iya,," jwb Abighail.
" Insyaallah saya besok kesini lagi!" ucap Marsel.
" Iya " jwb Abighail
" Kamu mau ikut pulang bersama saya?" tanya Marsel.
" Iy-- Apa?" kaget Abighail menatap Marsel dgn bingung.
" Hahah,, maaf soalnya kamu dari tadi hanya menjawab iya,, iya,, trs,," ejek Marsel.
Abighail hanya tersenyum.
" Aku pulang dulu ya,," ucap Marsel menatap Abighail dgn wajah yg susah ditebak.
" Iya,, kak Marsel" jwb Abighail dgn nada agak meledek.
Marsel tersenyum mendengar jawaban Abighail. Abighail pun ikut tersenyum.
Akhirnya keluarga Marsel pergi dari rumah Abighail.
Bersambung...